CEO TAMPAN UNTUK WANITA MALAM

CEO TAMPAN UNTUK WANITA MALAM
Part 20 | Sakit hati lagi


__ADS_3

Panggilan itu ternyata datang dari mba Kiki. Vocalis band yang pernah bernyanyi denganya di club malam. Tapi kali ini, mba Kiki mengajak nya untuk nyanyi di sebuah hotel. Di acara makan malam sebuah perusahaan.


Awalnya Alea menolak, karena ia ingin istirahat malam ini. Perasaanya masih belum pulih total. Bagaiamana ia bisa bernyanyi dengan baik, jika fokusnya saja masih tetap pada Adila.


Tapi mba Kiki memaksanya, dan meminta Alea untuk menolong nya kali ini saja. Alea yang tidak tega dan segan untuk menolak, akhirnya ia menerima permintaan mba Kiki


"Makasih ya Alea. Nanti mba jemput dimana?" Tanya mba Kiki lagi.


"Ngga usah mba. Biar Lea langsung ke hotel aja. Kita ketemuan disana aja ya." Jawab Alea. Ia tidak ingin terlalu banyak orang yang mengetahui tempat tinggalnya saat ini.


"Ya sudah. Dua jam lagi ya. Mulai dari jam Lima." Ucap mba Kiki lalu mengakhiri panggilan telponya.


Alea lalu menatap jam dinding yang masih menunjukan pukul tiga sore. Ia masih mempunyai waktu dua jam untuk istirahat sejenak. Ia lalu mencoba memejamkan matanya sejenak. Hingga ia akhirnya tertidur lelap.


................


Alea tersentak saat mendengar suara alarm handphone nya terus menerus berbunyi. Perlahan ia membuka matanya, dan melihat sudah pukul empat sore. Walau hanya sebentar, tapi rasanya sudah lebih baik daripada tadi.


"Ayo mandi Lea, kerja." Gumamnya lalu mengeliatkan tubuhnya dan beregegas ke kamar mandi.


Bayaranya sebagai seroang penyanyi, memang tidak sebanyak uang yang di berikan oleh Adila. Tapi ia tetap harus mensyukurinya.


Pakain dan wajah sudah terlihat sempurna dan cantik. Tinggal mengambil tas dan juga memakai sepatu heels nya. Alea pun keluar, lalu pamit pada mba Marni.


"Cantik banget. Mau kemana?" Tanya mba Marni.


"Mau makan malam bu. Nitip rumah ya." Jawab Alea sopan. Ia lalu mencium tangan bu Marni, dan bergegas keluar. Yang Alea inginkan kali ini, hanya tidak ingin bertemu dengan Adila dinparkiran. Karena jika tidak, ia akan di larang untuk pergi.


Taksi online pesananya sudah menunggu di lobi hotel. Dengan langkah tergesa-gesa, Alea lalu masuk ke dalam taksi.


Perjalanan menuju hotel tempat ia bernyanyi, hanya membutuhkan waktu 20 menit. Tempatnya tidak terlalu jauh dari apartment nya.


"Disini atau di lobi mba?" Tanya pak Supir sembari menatap Alea.

__ADS_1


"Di lobi aja pak." Jawab Alea. Ia tidak ingin berjalan terlalu jauh. Karena memakai heels sangat lah susah untuk nya berjalan.


Sesampainya di lobi hotel, Alea memberikan ongkosnya, lalu bergegas turun. Ia meraih ponselnya dan mulai menghubungi mba Kiki.


"Lea!!" Teriak perempuan yang ada di belakang Alea.


Ternyata mba Kiki baru saja sampai, di antar oleh seorang pria, dengan sepeda motornya. Dengan langkah tergesa-gesa perempuan itu menghampiri Alea.


"Baru sampai?" Tanya mba Kiki lalu mengandeng tangan Alea.


Meski baru Kedua kali bertemu, tapi mba Kiki sangat ramah padanya. Perbedaan usia yang cukup jauh, membuat Alea nyaman berada di dekat mba Kiki, yang sudah ia anggap seperti kakanya sendiri.


"Iya mba. Mba baru sampai juga?" Jawab Alea.


"Iya. Suami mba lama banget tadi. Makanya mba naik ojek online aja. Yuk, udah di tunggu sama mas Bani. Nanti dia marah." Ucap mba Kiki. Ia lalu mengandeng tangan Alea dan masuk ke dalam hotel.


Acaranya di adakan di restaurant hotel itu. Tamu undangan sangat ramai. Sepertinya acara makan malam sebuah keluarga besar dan kaya. Karena jika tidak, tidak mungkin acara itu di adakan di hotel mewah seperti ini.


Tanpa menunggu lama, mba Kiki dan Alea mulai menyanyi seperti biasanya. Hingga sang pemilik acara datang, dan memulai kata sambutan.


Namun tatapanya kaget, saat melihat seorang perempuan yang tak lain adalah Alvi, duduk di meja paling depan, dengan sang pemilik acara.


Jantung Alea berdetak lebih kencang. Tanganya terasa dingin, perutnya pun mulai terasa mual. Namun ia tidak bisa mengatakan itu pada mba Kiki. Ia hanya bisa memalingkan wajahnya, agar Alvi tidak mengenalinya.


"Mba tolong nyanyikan sebuah lagu untuk anak saya." Ucap pria tua yang kini berdiri di hadapab mba Kiki.


Meski sudah berusaha menghindar, namun takdir kembali mempertemukan Alea dengan Alvi. Bahkan dengan keluarga besarnya. Ia hanya berharap, Alvi tidak akan melihatnya.


"Oh baik pak. Bentar ya." Jawab mba Kiki dengan sopan.


"Pah, bentar." Teriak Alvi lalu menghampiri ayahnya.


Alea langsung menundukan kepalanya, dan menutup wajahnya dengan kertas.

__ADS_1


"Lea, kenapa?" Tanya mas Banu sang keyboardist


"Gapapa mas." Bisik Alea.


"Oke, kita dengarkan kata sambutan dari puteri tunggal pemilik Event Hotel." Ucap mba Kiki dengan suara lantang.


Sialnya, kali ini Alvi naik ke atas panggung. Dengan cepat Alea bergegaa turun dan bersembunyi di balik panggung. Berharap Alvi tidak akan melihatnya.


"Terimakasih, untuk para tamu undangan yang sudah mau hadir, di acara malam ini. Malam ini, saya akan menyampaikan, tentang acara pernikahan saya dengan pria tampan yang baru saja hadir disana." Ucap Alvi. Ia menunjuk seorang pria yang baru saja datang.


Dari kejauhan Alea melihat seorang pria, yang tidak lain adalah Adila. Sungguh ia tidak pernah menyangka, jika ia akan melihat Adila di acara itu.


Hatinya kembali hancur dan sakit. Dengan senyuman manis, Adila naik ke atas panggung lalu mengandeng tangan Alvi.


"Kamu kenapa dek?" Tanya mba Kiki memecah lamunanya.


"Gapapa." Jawab Alea kaget.


"Ayo naik lagi. Mba cariin kemana-mana, ko malah disini." Ucap mba Kiki sembari menatap Alea.


"Mba duluan aja ya. Lea kebelet." Jawab Alea. Ia terpaksa harus berpura-pura agar mba Kiki tidak memakasanya. Karena tidak mungkin ia naik ke atas panggung, di saat Adila dan Alvi ada disana.


"Tahan dulu aja." Mba Kiki lalu menarik tangan Alea, dan membawanya ke atas panggung.


"Calon suami saya ini, memang sangat pemalu. Jadi sekian dari saya ya. Semoga bapak dan ibu menikmati acaranya." Ucap Alvi lalu memberikan microphone itu pada Mba Kiki.


Akhrinya, Alvi dan Adila bisa melihat Alea berdiri di hadapanya.


"Yuk mba." Ucap Alea lalu menganguk sopan pada Adila dan Alvi.


"Oh kamu, yang nyanyi disini?" Tanya Alvi dengan senyuman penuh kemenangan.


"Maaf mba, saya mau nyanyi dulu." Jawab Alea.

__ADS_1


"Tunggu!!" Ucap Alvi lalu menarik tangan Alea dengan kasar. Perbuatan Alvi membuat para tamu menatap Alea.


"Ini pelakor! Dia yang udah godain calon suami saya!!"


__ADS_2