CEO TAMPAN UNTUK WANITA MALAM

CEO TAMPAN UNTUK WANITA MALAM
Part 35 | Berhasil


__ADS_3

"Terimakasih pak, bu. Saya janji, tidak akan mengulangi perbuatan seperti kemarin lagi." Ucap perempuan itu sembari menatap pilu. Ia juga mengembalikan uang yang diberikan Adila padanya kemarin, sesuai permintaan suaminya.


Mendapat pekerjaan di jaman sekarang memang sulit. Apalagi dengan gaji yang cukup, atau lumayan besar, seperti di perusahaan Adila.


"Ngga usah bu. Bawa saja, untuk anak dan suami ibu dirumah." Jawab Alea.


Lagi-lagi perempuan itu menitikan air matanya. Ia terharu dengan kebaikan, yang sudah Alea berikan padanya. Padahal kemarin, perempuan itu, begitu menghinanya.


Setelah pembicaraan selsai, perempuan itu bergegas pulang, dengan perasaan lega.


"Aku beruntung punya istri sebaik kamu." Ucap Adila lalu mencium pucuk kepala istrinya.


"Aku tau, bagaiamana rasanya tidak punya pekerjaan, dan susahnya mencari kerja. Makanya, setelah mendapat pekerjaan, orang pasti akan menjaganya dengan baik." Jawab Alea. "Makanya, kamu kalau jadi bos, jangan seenaknya. Harus lihat orang yang ada di bawah kamu." Tukasnya.


"Mohon ampun sayangku." Adila menganguk sopan pada Alea.


Ternyata suaminya bisa bercanda seperti ini juga. Dengan rasa bangga, sebagai rasa ucapan terimakasih pada suaminya.


"Aku sayang kamu." Satu ciuman mesra, mendarat di bibir Alea. Keduanya, terus bercumbu dengan mesra,seolah hanya mereka berdua yang ada dirumah itu.


Sang asisten rumah tangga, yang ingin mengantarkan minuman untuk tuanya pun, mendadak menghentikan langkahnya, dan kembali ke dapur.


Tangan Adila mulai mengerayangi tubuh Alea. ******* karena rasa yang begitu nikmat, keluar begitu saja dari mulut Alea.


"Jangan disini beb." Ucap Alea lirih.


Tanpa menunggu lama, Adila mengendong istrinya sampai ke kamar. Keduanya memulai permianan kembali. Adila yang sudah tidak sabar lagi, terus mengabsen setiap inci tubuh Alea.


Tangan Adila mulai memainkan kedua dada milik istrinya. Sementara sebelah tanganya, mulai memasuki bagian inti tubuh Alea.


Keduanya larut dalam kenikmatan. Adila mulai melepaskan pakaianya. Begitupun dengan Alea, ia langsumg memposisikan tubuhnya, dan bersiap untuk menerima serangan rudal besar milik Adila.


"Enak sayang." Ucap Alea lirih.


Adila terus menghentakan tubuhnya, sembari menghisap ujung dada Alea. Sungguh kenikmatan yang tidak pernah tertandingi.

__ADS_1


Adila yang tidak lagi bisa menahan, akhirnya dengan cepat mengeluarkan semburan lahar panas di tubuh Alea, tanda permainan sudah berhenti.


Keduanya terbaring lemas, dan saling memeluk satu sama lain. Selimut tebal, menjadi penutup tubuh mereka berdua. Posisi yang selalu Adila inginkan, dan menjadi favoritnya.


......................


Makan malam yang sempat tertunda, akhirnya bisa terlaksana. Setelah melakukan permainan panas, mood Alea kembali membaik, dan akhirnya ia menerima ajakan suaminya.


Restaurant mewah, menjadi tempat makan malam mereka. Seperti biasa, mereka memilih ruangan VIP, agar tidak ada gangguan siapapun.


Taburan mawar merah di atas meja, beserta 10 tangkai bunga mawar putih, dan kartu ucapan, membuat malam itu menjadi lebih romantis.


"Sayang, aku punya sesuatu buat kamu." Ucap Adila. Ia lalu mengeluarkan kotak kecil, berisi cincin mutiara yang sangat cantik. Jika dilihat dari bentuknya, sudah pasti harganya akan sangat mahal. Adila memang tidak pernah tanggung-tanggung memberikan hadiah untuk Alea.


"Cincin? Ini kan masih ada sayang." Jawab Alea lalu memperlihatkan cincin pernikahanya.


Satu saja sudah cukup bagi Alea. Ia tidak ingin terlalu banyak memakai perhiasan. Selain tidak nyaman, baginya itu hanyalah pamer, atau menyombongkan dirinya. Berangkat dari keluarga sederhana, membuat Alea tidak menginginkan itu semua.


"Its oke. Ini bisa kamu pakai kapan saja." Adila langsung menyematkam cincin berlian cantik itu, di jadi manis Alea.


"Makasih sayang. Semoga rezeki kamu terus berlimpah, karena sudah memberikan aku hadiah seperti ini." Ujar Alea.


......................


Saat keluar dari restaurant, tiba-tiba, ada seseorang yang menyiram Alea dengan air. Alea dan Adila menoleh kaget, dan melihat Alvi, yang kini tengah terawa puas.


Perempuan itu benar-benar seperti hantu, yang selalu muncul dimana saja. Sepertinya dendamnya pada Adila dan Alea belum puas ia balaskan.


"Itu, untuk balasan buat istri kamu yang kurang ajar ini, karena sudah membuat keluarga gue malu!" Teriak Alvi.


"Kamu gila? Kenapa harus selsai melampiaskan kekesalanmu sama Alea hah?!! Dia tidak tau apa-apa dengan masalah kita." Bentak Adila tidak mau kalah.


"Siapa bilang? Dia sudah berani menantang saya, dengan memberikan foto pada ayahku. Untung saja, aku tidak bodoh sepertimu! Sampai akhirnya, aku bisa mengagalkan rencana istrimu!"


"Oh ya? Kamu seyakin itu, rencana saya gagal?" Timpal Alea, dengan senyuman sinis.

__ADS_1


Situasi yang menjadikan Alea lebih pintar dari biasanya. Karena berhadapan dengan perempuan licik seperti Alvi, butuh tenaga, dan pemikiran yang pintar.


Alea sengaja mengirkmkan satu foto itu ke kantor ayahnya, dan satu lagi, ia kirim melalui pesan singkat.


"Udah sayang kita masuk, nanti kamu kedinginan." Ajak Adila.


Saat mereka ingin masuk ke dalam mobil, tiba-tiba sebuah mobil SUV putih, berhenti tepat di hadapan Alvi. Seorang pria paruh baya, yang baru saja keluar dari dalam mobil, langsung memberikan tampara keras pada Alvi.


"Anak sialan!! Buat malu keluarga!!" Bentak pria paruh baya itu.


"Apa salahku?" Tanya Alvi. Ia harus menahan sakit dan malu secara bersamaan.


Seluruh pengunjung, yang baru saja tiba, menatap ke arah Alvi dan juga ayahnya.


"Apa maksud foto ini?" Tanya ayah Alvi.


Alea hanya tersenyum manis, penuh kemenangan. Ia pun lamgsung masuk ke dalam mobil. Rasanya cukup puas, melihat Alvi di perlakukan seperti sekarang ini.


"Kamu kirim foto itu sama ayahnya? Bukanya gagal?" Tanya Adila.


"Siapa yang bilang gagal? Dia sudah salah berurusan denganku. Dan ini akibat dari perbuatanya sama aku." Jawab Alea.


Adila menyeringai, sembari mengacak-acak rambut Alea.


"Istriku sudah seperti mafia sepertinya."


"Tentu dong sayang." Ujar Alea lalu tersenyum manis.


Adila pun langsung melajukan mobinya, dan dengan sengaja ia melintas di depan Alvi dan juga orantuanya. Ia pun menurukan jendela mobil, sembari melambaikan tanganya pada Alvi.


"Kurang ajar! Teriak Alvi:


Namun Adila sama sekali tidak menghiraukanya dan terus menanfap gas mobilnya.


Akhirnya Alea bisa melihat kemenangan yang tidak akan pernah ia lupakan. Di tampar seperti tadi, memang lah membuat malu.

__ADS_1


"Kamu hebat. Bisa mengalahkan perempuan seperti Alvi." ucap Aldia sembari terus mengemudikan mobilnya.


"Harus seperti ini sayang. Jika tidak, dia akan terus seenaknya pada ku. Dan aku tidak ingin itu terjadi. Dia juga harus mendapatkan balasan yang setimpal, atas perbuatanya padaku, dan juga kamu."


__ADS_2