CEO TAMPAN UNTUK WANITA MALAM

CEO TAMPAN UNTUK WANITA MALAM
Part 39 | Balas dendam


__ADS_3

Setelah bertahun-tahun lamanya, Alea tidak pernah bertemu dengan keluarga ayahnya, hari ini, di tempat yang tidak pernah ia sangka sebelumnya, Alea harus bertemu dengan sang nenek, dan perempuan yang sudah merebut ayahnya.


Tapi Alea bersyukur, Alea bertemu di saat keadaan hidupnya sudah jauh lebih baik. Bahkan sekarang, ia di kawal oleh dua pengawal Adila.


Tatapan intimidasi perempuan paruh baya, alias nenek Alea pada Ibu Alea, membuat Alea merasa tidak nyaman. Belum lagi perkataan yang menyakitkan, yang keluar dari mulut neneknya itu.


"Udah bisa beli barang mewah sekarang? Udah berhasil kamu jual diri?" Tanya nenek Alea pada ibu Alea.


"Tolong di jaga ya mulut anda! Jangan sembarangan menghina ibu saya!" Bentak Alea.


"Kamu ngga akan tau Alea, gimana sikap ibu kamu ini. Yang kamu tau, hanyalah kebaikan ibu kamu, yang cuma pura-pura." jawab nenek Alea.


Adila yang tidak suka, keluarga istrinya di hina seperti ini, langsung memasang badan, untum membela ibu mertuanya.


"Anda siapa ya? Berani menghina ibu mertua saya?" Tanya Adila dengan suara tegas.


"Kamu siapa? Ngga usah ikut campur urusan saya!" Jawab Nenek Alea.


"Mah udah yuk, ngga penting ladenin orang kaya mereka." Ucap perempuan di sebelah nenek Alea.


Tiba-tiba, seorang pria, yang tidak lain adalah ayah Alea, dan juga seorang gadis seusia Alea, mereka datang dan kaget saat melihat Alea dan juga ibunya berada di sana. Ayah Alea menghentikan langkahnya, tepat di depan ibu Alea.


"Mah, nek, ada apa? Siapa mereka?" Tanya gadis itu pada nenek Alea.


"Mas, kamu ngga mau nyapa mantan istri kamu?" Tanya istri baru ayah Alea.


"Sepertinya, kita tidak ada waktu melayani orang seperti ini. Ayo sayang." Ajak Adila pada Alea dan ibu mertuanya.


Mereka pun akhirnya pergi, meninggalkan nenek dan ayah Alea. Ibu Alea terus terdiam membisu. Tidaka ada perktaaan yang keluar dari mulut ibu nya. Matanya seolah menahan tangis, namun ia tidak anak dan menantunya melihat ia menangis.


"Sayang, aku temenin adik kamu dulu ke toko mainan." Bisik Adila.


Alea hanya menganguk pelan, dan masuk ke dalam restaurant.


"Ibu gapapa?" Tanya Alea sambil menatap wajah ibunya.


Akhirnya, tangisnya pecah. Ibu Alea menangis sejadi-jadinya, sambil memeluk Alea.


"Ternyata ayah kamu sudah lama selingkuh dengan perempuan itu." Jawab ibu Alea sembari terisak tangis.


"Maksud ibu?" Tanya Alea bingung.

__ADS_1


Ibunya kembali menceritakan, jika anak gadis yang datang bersama ayah Alea tadi, adalah anak dari ayah Alea. Jika memang ayah Alea selingkuh saat ibunya hamil adik Alea, tentu saja anaknya tidak akan sebesar itu.


"Siapa tau anak tirinya bu." Ucap Alea mencoba menenangkan ibunya.


Ibunya hanya terdiam, dan terus terisak tangis. Jalan-jalan yang awalnya, ingin membuat ibunya tersenyum, ternyata berakhir seperti ini. Ia menyesal sudah mengajak ibunya pergi ke mall siang iti.


......................


Setelah mengantar ibu dan adiknya pulang ke apartmen, Alea dan Adila kembali pulang kerumah mereka. Sebenarnya ia merasa tidak enak meninggalkan ibunya seorang diri di apartment itu. Meskipun ada adiknya, tapi tetap saja, Aldo masih kecil, ia belum paham apa yang di rasakan oleh adiknya.


Sepanjang perjalanan, Alea terus terdiam. Andai saja ia bisa membalas rasa sakit jagi ibunya, ia pasti akan melakukanya. Bagaimanapun caranya.


"Sayang, kamu kenapa? Cerita dong." Tanya Adila. Ia meraih tangan istrinya dan mengenggamnya dengan erat. Sementara sebelah tanganya, terus fokus pada kemudi.


"Aku kasihan lihat ibu. Dia jadi stress lagi, setelah ketemu sama ayah dan nenek ku tadi." Jawab Alea lirih.


"Kamu tenang aja sayang. Aku sudah cari data seluruh perempuan tadi. Kamu mau dia menangis dan meminta maaf sama kamu, seperti perempuan kemarin lagi?" Tanya Adila sembari menyeringai licik.


"Emang bisa?"


"Apa sih yang ngga bisa buat Adila sayang. Tidak akan ada yang berani melawan Adila wijaya. Kamu lihat saja besok, akan ada orang yang mengemis meminta bantuan kamu." Jelas Adila.


Alea tidak meragukan suaminya lagi. Karena kemarin saja, ia bisa membuat perempuan yang menghinanya, bertekuk lutut di hadapanya.


"Tenang sayang. Kamu ngga udah hawatir. Aku pasti akan melakukanya." Jawab Adila.


Alea tidak sabar menanti datang nya hari itu. Ia benar-benar ingin melihat keluarga ayahnya, bersujud di kakinya.


......................


Keesokan harinya.


Pagi ini, Alea pergi bersama Nia ke hotel. Karena Adila harus kembali mengurusi proyeknya di luar kota seperti kemarin.


Keduanya pergi lebih pagi dari biasanya. Karena Nia mengabarkan, akan ada investor yang datang ke hotel pagi ini, untuk bertemu dengan Alea.


"Bu, apa ibu bisa berbicara bahasa asing?" Tanya Nia sang asisten.


"Saya memang baru masuk kuliah, tapi bukan berarti saya bodoh mba." jawab Alea.


"Maaf bu." Ucap Nia sembari menganguk sopan.

__ADS_1


Tak sia-sia, Alea menjadi murid paling pintar saat SMA. Daj ia juga bisa menguasai 3 bahasa asing sekaligus.


Sesampainya di hotel, Alea di sambut oleh kedua satpam yang berjaga di depan hotel dengan sopan.


"Maaf mba, disini tidak menerima lowongan lagi." Ucap recepsionist hotel.


Alea menoleh, dan melihat seorang gadis yang tidak asing, berdiri di depan meja recepsionist hotel.


"Tapi mba, saya baru kemarin melihat beritanya di internet. Katanya hari ini masih di buka. Mba jangan permainkan saya." jawab gadis itu.


"Nia, meeting jam berapa?" Tanya Alea pada asistenya.


"Pukul 8 bu. Masih ada setengah jam lagi." Jawab Nia.


Alea hanya menganguk pelan, dan menghampiri gadis yang berada di depan meja recepsionist.


"Ada apa ini?" Tanya Alea.


Gadis itu menoleh kaget, saat melihat Alea berdiri di samping nya.


"Kamu? Kamu ngapain disini? Kamu ngikutin saya?" jawab gadis itu.


Gadis itu, adalah anak dari ayah Alea, yang bertemu kemarin sore di mall.


"Mba, maaf yang sopan." Ucap Nia.


Alea hanya mengeleng pelan, sembari menatap Nia.


"Mba, saya mau ketemu dengan manager kamu. Masa hotel sebesar ini berbohong, atau jangan-jangan, kamu coba bohongin saya?" Tanya gadis itu pada recepsionis.


"Maaf mba. Saya tidak berbohong. Disini memang sudah tidak menerima lowongan lagi." Jawab Intan recepsionist hotel.


"Ya udah, kamu panggil manager kamu." Ucap gadis itu dengan nada tinggi.


"Ngapain kamu ketemu manager? Biar kamu langsung bertemu dengan pemiliknya saja." jawab Alea.


"Maksud kamu? Kamu ngga usah so mau bantuin saya. Emamg kamu kenal sama direktur hotel ini? Palingan kamu juga sama-sama mau melamar kerja disini." Ucapnya sembari tertawa sinis.


"Tolong di jaga mulutnya mba!" bentak Nia.


"Apaan sih. Cuma temenya aja, so mau belain." Gadis itu kembali tersenyum sinis, menatap Nia dan juga Alea.

__ADS_1


"Ibu Alea adalah direktur hotel ini!"


__ADS_2