
Alea kembali salah paham, pada ayah nya. Ternyata sebelum ayahnya pergi ke Bandung, ia menyempatkan diri untuk datang ke apartment ibu Alea. Ntah ia tahu darimana alamat ibunya tinggal saat ini, tapi yang jelas, ayahnya sudah bertemu dengan adiknya, dan bahkan memyempatkan waktunya untuk bermain bersama adiknya.
Tidak ingin adiknya mendengar cerita ibu mertuanya dan juga Alea, Adila langsung mengajak adik ipar nya bermain di dalam kamar.
Kini, hanya ada ibu Alea dan juga Alea, yang masih duduk di ruang tamu. Sembari menahan tangisnya, ibu Alea menceritakan saat mantan suaminya datang kembali menemuinya.
"Ibu ngga tau, ayah kamu tahu darimana tempat tinggal ibu. Ibu sampai kaget, saat buka pintu, ayah kamu datang, sama dua anaknya." Ujar ibu Alea.
"Kenapa ibu ngga bilang sama Lea?" tanya Alea. Lagi-lagi ia merasa bersalah pada ayahnya, karena sudah marah seperti tadi.
"Ibu ngga mau kamu jadi kepikiran. Lagian, ayah kamu cuma sebentar, karena ibu langsung mengusirnya. Ibu ngga mau jadi salah paham, nantinya." jawab ibu Alea lirih.
Seperti dugaan Alea, ternyata ibunya belum tahu, cerita yang sebenarnya sudah terjadi. Dan ia masih mengira, ayahnya masih menjadi suami dari Intan.
"Bu, sebenarnya Lea abis nyusul ayah ke Bandung." Ucap Alea. Tanganya terus mengenggam perempuan paruh baya itu, yang selama ini terus berjuang demi menghidupi dua anaknya.
"Kamu tahu ayah kamu ke Bandung?" tanya ibu Alea kaget.
Alea hanya menganguk pelan, sembari menatap ibunya lekat-lekat.
"Kamu gapapa kan? Ibu tiri kamu, ngga lakuin hal aneh kan?" tanya ibu Alea sembari menatap seluruh tubuh Alea. Ia memastikam anaknya tidak terluka sedikitpun.
"Bu, sebenarnya, Lea datang kesini ingin cerita sesuatu sama ibu." Jawab Alea.
"Apa? Kamu di kasarin sama ayah kamu?" tanya ibu Alea.
tiba-tiba, Adila dan adiknya keluar dari kamar. Mereka meminta ijin, untuk pergi belanja makanan di supermarket, yang ada di lantai bawah. Tentu saja, ibu Alea menyetujuinya, ia senang saat melihat anaknya kegirangan, pergi bersama Adila.
"Makasih sayang." ucap Alea pada Adila.
"Sama-sama." Jawab Adila lalu keluar bersama Adiknya.
Senyuman manis, terlihat jelas di mata ibu Alea. Setidaknya, ia tidak gagal dalam mendidik anaknya.
"Ibu senang, kamu punya suami yang baik dan perhatian sama kamu. Semoga kalian terus di lindungi, dari orang yang berniat jahat sama kamu ya." ucap ibu Alea.
"Amin..makasih banyak doanya ya bu." Jawab Alea.
__ADS_1
"Eh iya, kamu tadi mau cerita apa?" tanya ibu Alea.
Alea menghela nafas panjang, lalu kembali mengengam tangan ibunya.
"Ayah sama perempuan itu udah pisah. Dan anak yang sama ayah, keduanya bukan anak kandung ayah." Ucap Alea lirih.
"Maksud kamu?" Ibu Alea terlihat kaget, mendengar perkataan Alea.
"Iya bu. Beberapa hari ini, Lea menyelsaikan masalah ayah. Semuanya kebongkar, saat ayah datang, dan meminta Lea, untuk menerima Mila di mall yang baru Adila buat." Jawab Alea. "Dari sana, Mila mengatakan, jika dia bukan anak kandung ayah. Melainkan anak yang di adopsi dari panti asuhan." Tukasnya.
"Panti asuhan? Jadi selama ini ayah kamu..." Ibu Alea menhentikan ucapanya.
"Iya bu, ayah di jebak. Kehidupan ayah selama ini, tidak sebahagia yang kita pikir. Ayah hanya di jadikan pembantu di rumah Perempuan itu. Dan bahkan, Natan bukan anak kandung ayah juga." Jelas Alea.
Ibu Alea sangat shok, dengan penjelasan Alea. Siapa sangka, pria yang paling ia benci, dan ia pikir hidup dengan nyaman, nyatanya hidup jauh lebih menderita dibanding kan dirinya. Matanya berkaca-kaca, mengingat apa yang sudah di lakukan pria itu padanya.
"Tapi nenek, masih tetap membenci Alea, bahkan Alea sudah menjelaskan, jika Intan, bukan perempuan baik-baik. Sekarang saja, dia kembali bekerja di dunia malam." Sambung nya.
"Dunia malam? Dimana? Terus darimana kamu tahu?" Tanya ibu Alea kaget.
"Kamu datang? Ngapain? Ya ampun Lea, kamu jangan bahayakan diri kamu sendiri. Perempuan itu nekat." Jelas ibu Alea.
Sepertinya ibu Alea, menyimpan satu rahasia, yang tidak ia ceritakan pada Alea.
"Ibu ada rahasia apa?" tanya Alea. Ia tahu betul siapa ibunya ini. Perempuan yang rela menutupi kenyataan, demi membuat anak-anaknya merasa nyaman.
"Ngga ada. Rahasia apa?" Jawab ibunya kikuk, dan salah tingkah.
"Jujur! Ada apa? Kenapa ibu bilang perempuan itu nekat?"
Mungkin dulu, Alea masih sangat kecil, untuk tahu, apa yang terjadi sebenarnya. Tapi sekarang, Alea sudah dewasa, dan bahkan sudah menikah. Sudah saatnya ia tahu semuanya.
"Ngga ada Lea, udah ah, jangan bahas ini. Ibu mau ke..."
"Bu!Tolong! Jangan buat Lea makin penasaran! Lea ini udah besar." Alea langsung memotong perkataan ibunya begitu saja.
"Ya dulu, Intan sempat datang melabrak ibu, waktu ibu hamil adik kamu. Dan dia minta ibu buat jauhin ayah kamu." Akhirnya ibu Alea menceritakan hal ini pada Alea. Meski ia tidak menceritakan semuanya.
__ADS_1
"Terus, dia ngapain ibu? Dia kasarin ibu?" tanya Alea.
"Ngga Lea, cuma ngomong gitu aja." jawab ibunya.
"Bu, jangan bohong! Lea tahu siapa Perempuan itu!" Alea terus mendesak ibunya. Ia sungguh tidak terima, ibunya di perlakukan seperti itu, oleh perempuan gila itu.
"Emang kamu tahu apa soal dia?" Tanya ibunya sembari tersenyum.
"Sama ayah saja, dia berani sejahat itu. Apalagi sama ibu. Jadi please, ibu jangan bohongin Lea." Jawab Alea.
Akhirnya ibunya kembali duduk, dan menatap wajah sang anak dengan serius.
"Waktu itu, kamu masih di sekolah, dan ibu sedang nyapu di teras rumah. Terus dia datang, dan langsung menyiram ibu. Bahkan dia mendorong ibu sampai terjatuh." Jelas ibunya lirih.
Mendengar perkataan ibunya, tangan Alea langsung mengepal begitu saja. Ia tidak terima ibunya di perlakukan seperti itu, oleh Intan. Walau kejadian itu sudah lama, tapi tetap saja, Alea tidak terima.
"Dan dia bilang, kalau ibu harus pergi jauh. Kalau tidak, ibu dan kamu akan dalam bahaya." Sambungnya.
"Kurang ajar! Kenapa ibu ngga bilang sama Lea?" tanya Alea lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Udah Lea. Ituncuma masa lalu. Yang penting sekarang, kita sudah bahagia." jawab ibunya.
Tidak berselang lama, adik Alea dan juga Adila datang, dengan membawa plastik belanjaan di tanganya.
"Mah, adik beli makanan." teriak adik Alea kegiranga.
"Banyak banget. Bilang makasih sama ka Dila." jawab ibu Alea.
"Udah mah. Bantuin adik susun ini yuk mah?" ajak Adik Alea dengan penuh semngat.
Ibunya pun beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke dapur bersama adiknya.
melihat wajah istrinya yang nampak emosi, Adila lalu duduk di samping Alea.
"Ada apa?" Tanya Adila.
"Anterin aku ke tempat Intan, nanti malam."
__ADS_1