Cerai Muda

Cerai Muda
ketahuan


__ADS_3

sesampainya di rumah kinan tetap menangis. bian mencoba menenangkan nya.


"yank jangan nangis lagi. …mas akan bertanggung jawab. "


"tapi mas aku masih sekolah... "


"iya mas tau tapi bagaimana lagi, "


bian memeluk kinan dan mengecup kening kinan.


"ya udah jangan nangis lagi... oh iya ada yang kamu ingin makan ?"


"tidak"


"hari ini mas gak akan kerja. mas akan nemenin kamu. "


"bagaimana dengan ibu... ??"


"kita Rahasiakan aja dulu, jangan sampai ibu mu tau"


"tapi……?"


"yank kamu nurut aja sama mas ya"


kinan mengangguk.. bian sedikit lega melihat kinan yang tak lagi menangis.


seharian ini bian menemani kinan di rumah. mijitin kinan. melayani apa yang kinan inginkan.


"bentar lagi ibu pulang mas"


"iya mas tau, mas keluar dulu ya. kamu gak papa mas tinggal ?"


"iya gak papa"


bian pergi meninggalkan rumah... agar ibu kinan tidak curiga. bian pergi menuju minimarket yang tak jauh dari rumah kinan untuk membeli susu ibu hamil dan kebutuhan kinan lainya.


"bro... tumben belanja sendiri??"


bian menoleh ke belakang kaget "eh lu ham... "


"lu belanja susu ibu hamil ??? istri lu hamil lagi bro.. selamat ya... "


"iya ham, istri gw hamil"


"wahhh……kalah dong gw ama lu, gw aja belum nikah eh lu dah mau punya anak tiga"


"ya dah ham, gw cabut dulu"


bian keluar minimarket dan seperti biasa menunggu di depan gang rumah kinan.


dari arah depan bian melihat bu lilis pulang menuju rumah nya. bian menunggu di dalam mobil sampai larut malam.


"assalamu'alaikum"


"wa'alaikumussalam…ibu dah pulang?. "


"iya... lho nak kamu pucat sekali... kamu sakit?? "


"tidak bu... kinan paling kurang istirahat aja kok"


"ya sudah ibu mau mandi dulu... ini ibu udah bawain makanan buat kamu..."


"iya bu"

__ADS_1


selesai makan kinan merasa pusing. dan masuk kekamar untuk istirahat sebentar. kinan merebahkan badan nya di kasur dan ketiduran sampai lupa mengunci pintu kamar nya.


jam 10 malam seperti biasa bian mengetuk jendela kamar kinan.


"tok…tok…tok…"


kinan terbangun dan membuka jendela kamar nya dan mempersilahkan bian masuk ke dalam kamarnya.


"yank …kamu pengen makan apa?"


bian berkata dengan suara pelan.


"aku pengen mas jangan pergi"


"mas gak akan pergi.. mas akan selalu jagain kamu dan dedek bayi"


bian mengelus perut kinan yang masih rata. kinan tersenyum melihat bian begitu perhatian.


"mas kapan mas akan memperkenalkan aku dengan keluarga mas??"


"mas pasti akan ngenalin kamu yank tapi tidak sekarang. kamu kan tau papi lagi marah ma mas, jadi bukan sekarang waktu yang tepat. "


kinan mengangguk. dan memeluk bian dengan erat.


"ibu udah tidur ??:


"kayaknya udah mas"


"kita main yuk.... ??"


"main apa???"


"kayak biasanya yank"


"gak papa yank.. mas pelan-pelan kok"


kinan menuruti permintaan bian. mereka benar-benar sudah di butakan oleh cinta.


sedangkan bu lilis terjaga dari tidurnya. dia khawatir dengan anak nya yang tadi begitu pucat.


bu lilis bangun lalu keluar kamar menuju ke kamar kinan untuk melihat keadaan anaknya itu.


"cekrek"


pintu terbuka dan betapa terkejutnya bu lilis melihat kejadian yang membuat hati nya kecewa dan hancur...


"kinan…!!!


bu lilis teriak melihat anaknya yang ia bangga kan kini membuatnya kecewa.


posisi saat itu bian sedang mencumbu kinan.


mereka pun kaget dan segera berpakaian.


bu lilis menangis di ruang tengah. ia benar-benar kecewa dengan perbuatan anak nya.


kinan keluar kamar dan mendekati ibu nya.


"ibu… maafin kinan bu"


kinan menangis sambil bersimpuh di kaki ibunya. bu lilis terdiam menahan emosinya.


"bu.... maafin kinan"

__ADS_1


"plakkkk……plakkk…"


bu lilis menampar kedua pipi kinan berulang kali.kinan menangis. bian tak tega melihat kinan di tampar. dan mendekati kinan.


"ini salahku bu... jangan sakiti kinan"


"maafin aku bu……"


kinan terus menangis. tapi bu lilis tetap memalingkan muka. tapi kinan tetap bersimpuh di kaki ibunya.


"kamu bukan anak ku lagi… pergi…!!!"


"bu... jangan usir kinan.... "


"dia bukan anak ku lagi... "


"bu... tolong sekarang kinan sedang hamil, jangan usir dia"


"apa ?!! kamu hamil,.... "


bu lilis menjambak rambut kinan dan menampar nya berkali-kali. bian mencoba melindungi kinan.


"berapa usia kandungan mu ?!!!" tanya bu lilis dengan emosi yang memuncak.


"baru 2 minggu bu" jawab kinan sambil menangis sesegukan.


"maafin kinan" sambung kinan meminta maaf.


"ibu akan memaafkan mu tapi ada syaratnya"


bu lilis mengajukan persyaratan


"apa itu bu???" tanya kinan.


"tinggalkan lelaki ini dan gugurkan bayi haram ini …!!! bu lilis berkata dengan nada tinggi


"tidak……!!" bian menolak persyaratan nya


kinan terdiam dan bingung.


"ini anak ku... ibu tidak berhak membunuhnya. aku akan bertanggung jawab " kata bian tegas


kinan semakin bingung. apa yang harus dia pilih. ini membuat kinan pusing.



Kinan Namira



abian satria mahendra



Alina arzea



arka satria mahendra



Aska satria mahendra

__ADS_1


__ADS_2