Cerai Muda

Cerai Muda
minta izin menikah 1


__ADS_3

bian setia menemani kinan yang hanya terbaring tak bergerak dan tak bersuara. bian mengelus rambut kinan... dia tak bisa membayangkan jika dia harus kehilangan kinan. mengingat pernikahan nya dengan alina karena perjodohan orang tua nya. bian tak ingin kehilangan cinta nya.


"yank... aku janji setelah kamu sadar, aku akan segera menikahi mu.. " bian berbicara dengan kinan berjanji utuk nya.


sesekali air mata nya terjatuh. bian memandangi wajah kinan yang pucat seperti tiada harapan hidup lagi.


Tiba-tiba jari kinan bergerak. bian menyadari itu dan berlari dan memanggil dokter.


dokter memeriksa keadaan kinan. sepertinya bian mndapat keajaiban.


"gimana dokter keadaan istri saya??"


"alhmdulilah pak, istri anda sekarang sudah membaik dan bener-bener ada keajaiban. "


"alhamdulillah."


"oh iya Pak, hari ini bisa di pindah ke ruang inap "


"terimakasih dok"


bian melakukan sujud syukur. hari ini bener-bener bahagia. bian masuk ke ruangan melihat kinan yang tersenyum menyambutnya .


"yank... mas seneng banget bisa liat kamu senyum" kata bian sambil memeluk kinan.


"kenapa kemarin mas ninggalin kinan?"


"maafin mas... mas kemaren sibuk"


"bener??? "


"iya.gak percaya ama mas ??"


"ih.... iya iya aku percaya"


seminggu sudah kinan berada di rumah sakit. dan ini hari terakhir kinan di rumah sakit.


"kita pulang jam berapa mas?"


"sekarang yank"


"kangen rumah mas"


"iya.. "

__ADS_1


"ayok kita pulang"


bian menggandeng kinan berjalan menuju parkiran. mereka naik ke mobil dan menuju rumah mereka.


sesampainya di rumah kinan bener-bener kaget melihat rumah nya didekorasi indah banget.


"ini ada apa mas???"


" kita akan menikah besok"


"menikah ??"


"iya.kamu gak mau??"


"ya maulah... tu dedek bayi dengerkan... papa ngajak mama nikah"kinan mengajak bayi dalam kandungan nya berbicara.


"ya udah yank kamu istirahatlah, mas pergi bentar. ada urusan. "


"iya"


"mas pasti pulang kok"


kinan tersenyum. bian mengantar kinan ke kamar nya. mencium kening kinan dan mengelus perut nya yang sedikit agak buncit.


"ya tuan"


"aku titip kinan ya"


"iya tuan"


"kalau ada apa-apa kasih tau aku"


"baik tuan"


bian keluar dari rumah nya dan menaiki mobil kesayangan nya itu. bian menuju rumah nya.


"mas.... "sapa alina


"aku ingin bicara dengan mu" kata bian


"bicara tentang apa?"


bian menarik tangan alina menuju kamar mereka.

__ADS_1


bian duduk di sofa kamarnya sedang alina duduk di samping nya.


"mas mau ngomong apa ??"


"aku dan kamu menikah karena perjodohan,"


"maksudnya"


"aku tidak pernah mencintai mu. dan kamu tau itu. aku melakukan dengan mu hanya karena kewajiban ku sebagai seorang suami yang memberi nafkah lahir dan batin"


"jadi sampai sekarang mas belum bisa mencintauku??"


"maafkan aku alina"


"tapi aku dah memberimu dua anak mas"


"iya aku tau... kamu ibu dari Anak-anak ku tapi perasaan ku belum bisa mencintai mu"


"tapi aku sangat mencintaimu mas"


"tapi aku mencintai orang lain"


"apa mas ??? katakan sekali lagi... ??"


"aku akan menikahi orang yang aku cintai"


"mas.... tega kamu"


"kau ku ceraikan apa kamu izinkan aku menikah lagi??"


"tega kamu mas…!!"


"selama ini batinku tersiksa . aku juga ingin bahagia bersama orang yang aku cinta"


alina menangis... bian diam. alina bener-bener tak percaya.


"jangan ceraikan aku... "


"apa kamu mengizinkan aku menikah?"


alina mengangguk. dan air mata nya jatuh tiada henti. bian memeluk nya.


"terimakasih kamu memang istriku yang pengertian"

__ADS_1


__ADS_2