
hingga malam bian berada di rumah bersama anak istrinya. bagaimana pun sudah lama bian meninggalkan keluarga nya. di sela waktu bian menelfon kinan tapi tak di angkat. bian pun menelfon asisten rumah tangga yang di tugaskan untuk menjaga kinan.
"hallo bik ira... "
"iya tuan"
"hari ini gimana keadaan kinan,kenapa HP nya tidak aktif?"
"non kinan dari tadi di kamar tuan"
"apa dia sudah makan??"
"non kinan dari tadi siang mengurung diri di kamar tuan"
"kenapa bik ira tidak memberi tau aku?"
"saya sudah menghubungi tuan tapi HP tuan tidak bisa di hubungi"
"owg.... ya udah bik ira suruh dia makan"
"kalau aku gak sibuk aku akan pulang secepatnya"
bian menutup telfon nya. dan kembali kekamar anaknya.
kini benar-benar bingung. tetap disini atau balik kesana. "ah sebaik nya aku menunggu anak-anak tidur dulu nanti aku pulang "kata bian dalam hati.
"udah malem nak... ayo pada tidur... " perintah bian pada anak-anak nya.
"iya pa... "
bian menunggui anak-anak nya tidur. alina memperhatikan dari luar pintu kamar anak-anak nya. "mas semoga kita akan selalu baik-baik saja" ucap alina dalam hati.
kedua anak-anak nya tertidur sangat lelap. bian beranjak dari tempat tidur dengan pelan. bian keluar kamar dan menjumpai alina di kamarnya.
"aku rasa aku harus pergi" ucap bian
__ADS_1
"jangan pergi lagi dariku mas" ucap alina sambil mengalungkan kedua tangan nya di leher bian.
mata bian menatap wajah alina., dan mereka saling tatap hingga terjadilah penyatuan hasrat malam itu.... bian menikmati nya bahkan sampai berkali-kali melepaskan nya.
karena kelelahan mereka tertidur sampai pagi.
pukul 08.00
dari semalam kinan belum makan. bik ira bingung karna kamar kinan terkunci. di ketok berkali-kali pun tak di buka nya.
karena khawatir bik ira menghubungi bian.
"tut..... tut.... tut..... "
bik ira menelfon bian.
"kring...... kring..... "
suara ponsel bian
bian terbangun mendengar ponselnya berdering. dan melepaskan pelukan nya pada alina.
""bik ira" bian kaget dan segera keluar dari kamar dan mengangkat telfon nya.
"hallo bik... ada apa pagi-pagi telfon... ?" tanya bian kaget.
"tuan... dari semalam nonton kinan tidak keluar kamar... bibi ketok pintunya tapi gk nyaut... bibi khawatir tuan"
"ya udah aku pulang sekarang"
bian menutup telfon nya dan langsung berpakaian tanpa pamit bian pergi meninggalkan rumah nya.
sampai di rumah kinan,bian berlari menuju kamar kinan.
"tuan... dari tadi bibi panggil tapi non kinan gk nyaut"
__ADS_1
bian mengetuk pintu kamar kinan
"tok... tok…tok…"
"yank..... bukain pintu... yank.... kamu baik-baik aja kan" teriak bian tapi tidak ada sautan sama sekali.
"tuan bagaimana ini??" bik ira panik.
"biar aku dobrak aja bik... "
bian mendobrak pintu kamar.... dan seketika terkejut melihat kinan yang tergolek lemah... pingsan di lantai...
bian mengendong kinan dan membawa nya ke rumah sakit.
"bik ayo kita bawa kinan ke rumah sakit,"
"iya tuan "
di rumah sakit dokter memeriksa secara intens. sementara bian mondar mandir di depan pintu UGD.. bian merasa bersalah telah meninggal kan nya hari itu.
dokter yang memeriksa keluar dari ruangan.
"keluarga pasien?" tanya dokter
"saya dok... "jawab bian
"anda suaminya ??"tanya dokter itu lagi
"i... ii.. iya dok" jawab bian
"begini pak... istri anda saat ini dalam keadaan kritis... kandungan istri anda sangat lemah, di khawatir kan kami tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua nya. saya harap anda sabar dan tabah ya pak. silahkan kalau anda ingin melihat nya. saya permisi dulu"kata dokter
bian memasuki ruangan dimana kinan terbaring. bian menangis tanpa suara. tangan nya menggenggam tangan kinan...
"yank... jangan tinggalin aku... " ucap bian
__ADS_1
"tuan yang sabar.. pasti Non kinan bakal sehat lagi... " kata bik ira menghibur bian yang menangis di samping kinan.
tubuh kinan di pasang banyak selang agar kinan bertahan dalam keadaan ini.