Cerai Muda

Cerai Muda
tak menyangka2


__ADS_3

"hei kamu perempuan mur*h*n... berani-betani nya kamu mau merusak rumah tangga anakku dan menantuku ha... ??!!!" kata mami dengan nada marah... hingga semua pengunjung mendengar nya dan melihat nya.


"mi... udah... ini bukan salah dia" bian mencoba membela kinan.


"kamu deketin anak saya demi uang kan hei pel*cur... dasar perempuan mur*h*n.. "ucap mami


plak... plakkk... plakkk


mami menampar kinan berulang kali hingga bibir mungil kinan mengeluarkan darah segar dan badan nya sampai tersungkur kelantai.. bian mencoba menahan emosi mami nya


"sayang... ayo kita.... "kata bian belum selesai sudah di potong maminya


"bian... lepaskan tangan mu... dari pel*cur itu... " perintah mami tapi bian tak mengindahkan nya.


kinan bangun di bantu bik ira dan bian tapi kinan menepis tangan suaminya. "bik ayo kita pulang... kinan tidak mau disini" ucap kinan sambil menitih kan air mata.


kinan berjalan keluar toko... semua orang memandang nya sambil berbisik.


bian mengejar kinan ke parkiran... sebelum kinan masuk mobil bian menarik tangan kinan... "yank... mas bisa jelasin.. "ucap bian menahan kinan


kinan hanya diam mematung dan "lanjutkan meeting mu hari ini... "kata kinan sembari mengusap dengan kasar air mata nya. dan tanpa banyak kata kinan masuk mobil dan meninggal kan bian berdiri dengan rasa bersalah.


"mana bian ??"tanya mami

__ADS_1


"itu mi mas bian nya" alina menunjuk bian yang sedang berdiri di parkiran.


mami dan alina beserta yang lain menghampiri bian. "ayo kita pulang mami jadi gak berselera untuk shopping" ajak mami


bian mengambil mobil nya dan melaju pulang ke rumah.


setelah sampai di rumah" mami ingin bicara bian" perintah mami


"bicara lah "kata bian dengan lesu


"kamu tega ya... menduakan menantu kesayangan mami dengan pel*cur itu... "kata mami tak Terima


"dia bukan pel*cur mi... tapi dia istri bian... " jelas bian pada maminya


"mana ada perempuan Baik-baik mau jadi simpanan" ujar mami


"bian.... mau kemana kamu………!!"teriak mami memanggil bian tapi tak di gubris dan tetap melakukan mobil nya.


di rumah kinan.


kinan sedari tadi menangis di kamar nya di temani bik ira... "non... sudah jangan nangis... " kata bik ira


"bik.... apa tadi itu benar... bukan mimpi... ??"tanya kinan sambil memeluk bik ira...

__ADS_1


"hikss.... hiksss... hiksss.... "suara tangisan kinan yang terdengar di rumah itu.


suara derum mobil bian terdengar memasuki pekarangan rumah kinan.


bian berlari mencari istri kesayangan nya itu.


bian berdiri di depan pintu kamar yang terbuka... melihat istri kesayangan nya menangis .


"yank... maafin mas ya... " bian meminta maaf sambil duduk di samping kinan yang berada di tepi ranjang.


kinan hanya diam tanpa menatap wajah bian.


"mas bisa jelasin itu yank" kata bian lagi


kinan menatap wajah bian dengan rasa kekecewaan... dan tanpa di komando air mata itu jatuh...


bik ira pamit untuk kedapur. sekarang tinggal kinan dan bian di kamar.


"yank.. mas hanya mencintai mu... bukan alina" kata bian sambil memegang tangan kinan


"kenapa kamu tega bohongin aku mas... kenapa... ??!!" teriak kinan


"maafin mas yank"bian berlutut di kaki kinan

__ADS_1


"aagghhhh......."Lagi-lagi kinan merasakan nyeri di perutnya...


"yank...!! yank.... !! kamu kenapa ??" teriak bian bingung melihat istri kesayangan nya memegangi perut buncit nya.


__ADS_2