
Mereka berjalan bergandengan dengan posisi kia di tengah-tengah mereka.
"kia seneng gak ??" Tiba-tiba bian bertanya
"seneng daddy"ucap kia
"kalau mommy kia seneng gak??" tanya bian dengan mata menatap kinan.
Kinan hanya tersenyum dan membuang pandangan nya untuk menghindari kontak mata dengan sang mantan suami.
"kinan sayang apakah kau tak mencintaiku lagi, mengapa memandang saja kau enggan "batin bian
"mommy daddy kia main situ ya... "kia meminta ijin pada kedua nya.
"Hati-hati sayang" jawab kinan dan bian serempak.
Tinggal lah bian dan kinan di bangku taman.Kedua nya merasa canggung. setiap pandangan mata bertemu kinan langsung mengalihkan nya.
"sayang.. " ucap bian menggenggam tangan kinan. kinan berusaha melepaskan genggaman tangan bian.
"Maaf.., jangan memanggilku seperti itu" kata kinan menundukkan kepala nya.
"kenapa sayang??" bian berjongkok di depan kinan, namun segera mungkin kinan berusaha menghindar. Bian menarik tangan nya agar kinan tetap duduk bersama nya.
"mas.... kita bukan lagi suami istri, dan kita masing-masing memiliki pasangan. aku tak mau melukainya. dia terlalu baik pada ku dan kia" jawab kinan sambil menahan air mata yang telah menggenang di sudut matanya.
"Tapi aku sangat mencintaimu, "bian menyakinkan nya
"aku juga sangat mencintai mu mas"batin kinan
"sayang... kembali lah pada ku... kita buka lembaran baru hanya kita bertiga... " bian semakin erat menggenggam tangan kinan.
__ADS_1
DI rumah dika,
"bun... aku berangkat dulu ya... "dika menyalami sang bunda.
"iya, Hati-hati nak."pesan bunda.
"oh iya bun, nanti kalau kinan pulang sampai kan, sepulang kuliah aku langsung berangkat kerja bun" kata dika sebelum keluar dari pintu utama.
"iya."jawab bunda tersenyum pada sang putra.
Di perjalanan, kampus dika melewati taman kota dimana kinan dan bian janjian. dari kejauhan dika tak sengaja melihat kinan yang masuk ke dalam mobil bian dan bian yang membuka kan pintu mobilnya.
"apa benar itu kinan ???"gumam dika mengamati dari jarak jauh.
"sebaiknya aku ikuti mobil itu" gumam nya lagi
Dalam mobil., kia tengah tertidur di jok belakang. sedang kinan duduk di jok depan bersama bian yang sedang menyetir.
"sayang... " panggil bian yang melirik ke arah kinan. namun kinan tetap diam dengan pandangan kedepan.
"Bukan kah kau senang jika aku memanggilmu seperti itu" kata bian.
"itu dulu mas"kata kinan ketus
"kau sekarang galak sayang, aku makin menyukai mu" ucap bian sambil tersenyum nakal.
Dika mengikuti mobil yang membawa istrinya.
"kenapa kau tega membohongi ku kinan, "batin dika
Sampai lah bian dan kinan di sebuah rumah mereka dulu. Bian membuka kan pintu mobil untuk kinan.
__ADS_1
"Apa yang akan mereka lakukan di rumah ini?"batin dika yang memperhatikan mereka dari jarak jauh.
"Mas... kenapa kau mengajak ku kemari ??"tanya kinan penasaran
"Masuklah dulu... aku punya kejutan untuk mu"ucap bian dengan lemah lembut
Kinan melangkah kan kaki menuju pintu rumah itu. sedangkan bian mengendong kia yang tengah tertidur dan membawa nya ke kamar.
"taraaaaa............ "ucap bian setelah membuka pintu rumah.
"maksudnya apa ini mas ??" kinan bingung melihat rumah yang ia tempati dulu bersama bian, tertata rapi berhias bunga-bunga. dan sebuah kue di atas meja.
"happy anniversary sayang"bian mencium kinan dan berlalu membawa kia ke kamar tamu.
Kinan tak tau harus sedih atau bahagia dengan semua ini.
Dika turun dari motor nya. berjalan perlahan mendekati rumah itu.
"maksudnya apa ini mas??"tanya kinan tak mengerti
"ini aniversary kita yang ke 4 sayang.. "ucapnya mengenggam tangan kinan. dan menuntun untuk duduk di sofa ruang tamu. Kinan terdiam.
"aku ambilkan minum dulu ya, jangan kemana-mana" kata bian berjalan ke arah dapur.
mengambil dua gelas dan menuangkan jus jeruk.
"kau harus tetap menjadi milikku kinan"batin bian memasukkan obat perangsang pada minuman kinan.
Kinan yang bingung harus berbuat apa hanya diam saja.
"minumlah... pasti kau haus"bian menyodorkan jus tersebut pada Kinan
__ADS_1
"Terima kasih..... "Kinan menerimanya dan meneguk habis jus itu.
"Sekarang kau pasti akan menjadi milikku sayang"bian tersenyum licik