
di rumah kinan
kinan duduk di sofa ruang tengah sambil Mengelus-elus perut buncit nya,sambil senyum-senyum. "mama gak sabar sayang pengen liat kamu lahir kedunia... "ucap nya sambil mengelus perutnya.
"nona muda... ini susu nya... kok belum di minum.. ?" bi ira berkata sembari membawa susu hangat...
"tadi masih panas bik... jadi aku nunggu dingin bik" jwb kinan
"tapi ini udah dingin non... ayo di minum nanti tuan marah sama bibi kalau non kinan gak minum susu nya" ujar bik ira
"sini bik susu nya....glek... glek.... glek... " seketika susu itu habis di telan nya
"oh iya non... ini kan jadwal nya non kinan periksa kandungan" bik ira mengingat kan
"iya bik... nanti bik ira temenin kinan ya" kinan tiba-tiba berkata dengan tatapan kosong...
"non kinan kenapa.... kok sedih gitu?" tanya bik ira
"gak Apa-apa bik.... kinan Baik-baik aja kok, ya dah aku Siap-siap dulu ya bik... " ucap kinan menyembunyikan perasaan nya. sebenarnya ia sedih karena bian tak pernah mengantar nya periksa kandungan nya.
15 menit kemudian kinan keluar dari kamar nya... sedangkan bik ira sudah siap menunggu nya. sesekali kinan meringis kesakitan...
"aduh bik.... " teriak kinan sambil memegangi perut bawah nya
__ADS_1
"non kinan kenapa... ?? "bik ira panik berjalan mendekati kinan.
" gak Apa-apa bik... cuma sedikit nyeri aja " jawab kinan menahan sakitnya. ....
kinan dan bik ira pergi menuju rumah sakit di anter pak amin supir pribadi kinan. di perjalanan kinan menatap ke arah luar...
"non sudah sampai" kata pak amin
"iya Pak... ayo bik turun" kinan tersadar mndengar suara pak amin dan segera turun
kinan langsung ke ruang dokter karena kinan sudah bikin janji sebelum nya. kinan berbaring di tempat tidur dan dokter memeriksa secara keseluruhan.
"gimana dok keadaan bayi saya??" tanya kinan
"alhamdulillah" kinan dan bik ira kompak
"tapi.... " kata dokter belum selesai kinan langsung bertanya.
"tapi apa dok?"
"ibu harus benar-benar memperhatikan kesehatan ibu... tekanan darah bu kinan sangat tinggi... jadi sebaiknya kurangi garam pada masakan makanan bu kinan dan jangan sampai setres. karena itu bisa membahayakan nyawa ibu kinan" nasehat dokter
"baik dok ,saya akan menjaga nona muda" jawab bik ira sedih
__ADS_1
"ini saya tulis resep obat dan vitamin,nanti di tebus di apotek ya" perintah dokter
"baik dok. kami permisi dulu. Terima kasih" ucap kinan
kinan dan bik ira keluar dari ruangan... mereka menuju parkiran dan pak amin membukakan pintu untuk kinan. dan segera menuju apotek. sesampainya di depan apotek.
"non kinan di sini saja biar bibik yang turun nebus resep obat nya... " kata bik ira
"iya bik.. Hati-hati" jawab kinan
di dalam mobil kinan meng hubungi bian tapi Lagi-lagi tak di jawab.
di rumah mami
"bi... hari ini mami pengen shoping nih... sekalian dah lama kan kita gak Jalan-jalan ke mall Sama-sama" kata mami
"iya mi... " ucap bian singkat
"alina.... arka aska ayo Siap-siap... kita mau Jalan-jalan" teriak mami mengajak menantu dan cucu nya
"iya oma... " suara kedua anak bian.
bian masuk ke kamar nya hendak mengambil dompet dan kunci mobil nya. Tiba-tiba bian mengambil ponsel nya dan melihat puluhan panggilan tak terjawab dari kinan.
__ADS_1
"ada apa ya kinan telepon sebanyak ini?" kata bian dalam hati. dan bian pun melakukan panggilan pada kinan.