Cerai Muda

Cerai Muda
Aku sayang kia.... juga kamu


__ADS_3

"dik,... kok tumben kamu gak ketempat kinan??" tanya bu Ani


"gak ah bu..... "jawab dika dengan posisi memeluk bantal guling.


"jangan begitu... masa.... anak ibu gitu ci... "kata bu Ani


"dika harus gimana bu.... jelas-jelas kinan dah nolak dika" jawab dika dengan keputus asaan.


"hemm.... ya sudah kalau kamu menyerah... jangan salahkan ibu kalau nanti kinan di ambil orang" kata Bu Ani mencoba mengingatkan anak nya


"iya.... iyaaa..... dika nanti kesana"


bu Ani tersenyum melihat kelakuan anaknya.


"bener juga kata ibu.... aku akan memperjuangkan masa depan ku"batin dika


semangat dika muncul lagi kali ini dika benar-benar akan memperjuangkan cinta nya. dika bangun dari kasurnya berjalan menuju kamar mandi. lima belas menit kemudian dika keluar kamar mandi. memilih baju yang akan ia kenakakan. pilihan nya kemeja lengan panjang berwarna navy yang di gulung ke atas dan celana jeans hitam... benar-benar penampilan nya membuat cewek klepek-klepek.


bu Ani sedang duduk santai di teras samping sambil menikmati keindahan taman bunga nya.


"bu.... berangkat kuliah dulu" dika berpamitan dan mencium tangan sangat ibu


"ya dah Hati-hati.... nanti jadi mampir ke rumah kinan kan???" tanya sang ibu


"iya bu... "jawab dika singkat dan langsung melesat dengan motor kesayangan nya.


dika sampai di kampus..


"Hai... dika " sapa teman wanitanya


"Hai juga " dika membalas sapaan nya dan pergi berlalu begitu saja.


setelah menyelesaikan kelas nya dika mengendarai motornya mampir ke sebuah toko boneka. dan kini menuju ke rumah kinan...


30 menit kemudian dika sampai di depan rumah kinan.


"assalamu'alaikum" dika mengucap salam


"wa'alaikumussalam" jawab salam dari dalam rumah


"ehh.... kak dika.... " kinan menghampiri dengan wajah berseri.... dan senyum manis nya


"boleh aku masuk ki... ??" tanya dika yang berdiri agak lama di depan pintu


"ah... iya.. ayo kak masuk"kinan mempersilahkan

__ADS_1


"lho kia mana ki?" tanya dika lagi


"ada kak... di dalam sama bik ira" jawab kinan


"oh iya aku beli boneka untuk kia. moga kia suka dan kamu mau nerima nya " dika menyodorkan sebuah boneka babi


"terimakasih kak.. tapi kak dika gak usah repot-repot beliin kia mainan" kinan merasa tidak enak hati


"gak apa-apa ki... aku sayang sama kia... juga kamu" Ucap dika


"tapi.... "kinan menunduk


"tapi apa ki.... kamu belum siap... kamu mau bilang apa.... dan sampai kapan pun aku bakal nunggu kamu" dika memotong pembicaraan kinan


kinan menunduk. sekarang kinan bingung dengan perasaan nya. sebenarnya kinan mulai tertarik dengan dika karena ketulusan dan perhatian nya tapi di sisi lain kinan berjanji pada bian. bahwa dirinya tidak akan mencintai pria lain.


dika menggendong kia.... mengajak nya bicara... menyuapi nya dan bahkan seperti anak dan ayahnya.


"ki.... kia haus nih... " dika memanggil kinan


"iya bentar kak... " kinan sedang beres-beres di warung nya


"bentar lagi katanya cayang" dika mengajak bicara kia


kinan menghampiri kia dan dika yang duduk di karpet lantai. "sini kak kia nya" kinan meminta kia dari gendongan dika.


kia sudah berpindah dari gendongan dika kini di pangkuan kinan. " kak... jangan liat... kakak minggir dulu sana" kinan memerintahkan dika untuk pergi selama kinan menyusui


dika menjauh.... meninggalkan kinan di ruang tengah . sedangkan dika beralih membantu bik ira melayani pembeli.


di rumah bian


bian turun dari mobil nya berjalan cepat. memasuki pintu utama.


"Alina..... !!" teriakan bian


"maaf tuan nyonya sedang tidak di rumah" kata seorang pelayan


"kemana ?!" tanya bian


"saya kurang tau tuan" jawab sang pelayan


bian menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. tangan kanan nya memijat pelipis nya yang terasa pusing... dan penuh pertanyaan.


15 menit kemudian sebuah taksi berhenti di depan pagar rumah nya. alina turun dari taksi berjalan masuk ke pekarangan rumah.

__ADS_1


alina membuka pintu utama. "dari mana??" tanya bian menyelidik


"ketemu temen bi... "jawab alina mendekati sofa dimana bian duduk


"tumben masih siang kamu dah pulang?" tanya alina


"jelasin…!!!" bian melemparkan map yang berisi akte cerai dirinya


alina terkejut... kenapa bian menemukan nya. padahal akte cerai itu disimpan oleh sang mami.


"jelaskan……!!!!" bentak bian


"a.... a..... aaaakuuuuu.... tidak tau bi... " jawab alina menunduk


"tidak mungkin kamu tidak tau" bian berkata dengan rahang mengeras


"sungguh bi.... "alina meyakinkan bian


"teruskan sandiwara kalian... "bian meninggalkan alina di ruang tamu.


bian menuju kamarnya dan membanting keras pintunya. para pelayan tutup mata dan telinga mereka. tak berani bersuara sedikitpun kalau mereka ingin tetap bekerja disana.


"sayang... dimana kamu dan anak kita?" bian bertanya dalam hatinya.


meremas rambutnya. membanting apa saja yang ada di hadapan nya


-


-


-


-


-


-


Hai readers maaf telat n dikit up nya. karena kondisi yang belum stabil... jadi drop lagi dan lagi.... tapi pasti aku bakal dobel up nya.


selalu dukung ya...


vote… vote lagi dan vote lagi...


komentar nya jangan lupa...

__ADS_1


thankz yaaaa🥰🥰🥰😘😘


__ADS_2