Cerai Muda

Cerai Muda
izin menikah2


__ADS_3

"kapan kau akan menikah??" tanya alina


"besok" jawab bian


"seperti apa dia, beruntung sekali mendapatkan hatimu"


"nanti kau akan tau. tapi berjanjilah jangan sampai dia tau kalau kau istri pertama ku"


alina mengangguk. tapi bertentangan dengan isi hatinya. yang seakan tak merelakan suaminya menikah lagi.


"aku pergi dulu... karena aku harus mempersiapkan segala sesuatu nya"


"tapi mas???"


bian berlalu begitu saja meninggal kan alina yang sedang merasa sedih. alina menangis tiada henti. hati nya remuk mendengar suaminya mencintai wanita lain tapi alina tidak berdaya.


sementara di rumah kinan semua orang sibuk mempersiapkan nya.


"yank.... yank.... " Bian teriak dan berlari mencari kinan


"ada apa mas kok teriak-teriak?"


"aku kira kamu dimana"


"emang kenapa …?"


"aku gak sabar yank"


"ya hrs sabar"


matahari terbenam siang kini berganti malam. semua sudah siap. kinan duduk di sofa depan tv. sambil mengelus perut nya yang agak buncit... kinan senang bercampur sedih. bagaimana tidak sedih ia harus berhenti sekolah karena kehamilannya. tapi di sisi lain ia akan segera menikah dengan orang yang ia cintai selama ini.


bian memperhatikan nya dari jauh. dan mendekati kinan.


"lho kok belum tidur yank???"

__ADS_1


"belum ngantuk mas"


"kamu harus istirahat besok kan acara pernikahan kita"


kinan mengangguk. dan berusaha bangun dari tempat duduk nya. sementara bian menuntun kinan sampai kamar nya.


"mas.... jangan pergi"


"mas akan menjaga mu yank"


bian berbaring di samping kinan sambil mengelus perut kinan. dan bian pun ikut terlelap.


pagi ini hari paling membahagiakan untuk bian dan kinan. mereka bangun sejak pagi.


kini kinan sedang di rias di kamar nya. sedang kan bian menunggui nya setia duduk di tepi ranjang.


"cantik sekali istri ku ini... "


"masih calon mas belum jadi istri"


kinan tersenyum manis..,.


dan kini tiba saatnya mereka melakukan ijab qobul.


tamu undangan pada datang. acara nya si sederhana. penghulu menjabat tangan bian dan


"saya Terima nikah dan kawinnya kinan Namira binti hermawan dengan emas kawin tersebut di bayar tunai. "


"sah.. "


"sah"


"sah"


bian memakaikan cincin pernikahan di jari kinan. dan mereka sekarang sah menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


setelah acara ijab qobul selesai. langsung di adakan acara resepsi nya.


alina tiba-tiba datang dan bersalaman.


"selamat ya"


"terimakasih" ucap kinan


"selamat ya mas"


"makasih alina" ucap bian


alina langsung meninggalkan acara tersebut karena kini hatinya bener-benar tak mampu lagi melihat suaminya bersanding dengan wanita lain.


malam kini menjelang.... acara pun telah usai.. kini tinggal bian, kinan dan bik ira. kini kinan dan bian masuk ke kamar. bian membantu istrinya melepaskan sanggul nya.


"yank.... capek gk??"


"ya capek mas, emang kenapa??"


"mas.. pengen"


"lain kali aja ya... "


"hemmmm"


"becanda.... iya mas boleh melakukan nya kapan pun"


"beneran yank. "


bian langsung menerkam kinan... seperti singa menerkam mangsanya. terjadi lah pergulatan antara kedua insan itu. bian bener-benar seperti singa kelaparan. meraung dengan ganas nya.


kini mereka kelelahan dan memejamkan kedua mata mereka.


sinar matahari pagi masuk ke celah-celah jendela dan tepat mengenai wajah bian yang tampan... kinan terbangun dari tidurnya . tersenyum memandang suaminya yang terganggu oleh sinar matahari yang mengenai wajahnya..

__ADS_1


__ADS_2