
"lin... apa kau membenci ku??"tanya bian tiba-tiba
"tidak" jawab Alina singkat sambil mengelus rambut suami yang berada di pangkuan nya.
"boleh aku tidur di sini ??" tanya bian lagi...
"hemmm …kau ini... ini kan juga kamar mu... kenapa kau minta izin pada ku ?" ucap Alina heran
"ayo tidur... !" ajak bian
bian membaringkan tubuh nya... Alina pun ikut berbaring di samping suaminya. "kau bertengkar dengan nya mas ??"tanya Alina sambil memeluk bian
"tidak... "jawab bian singkat sambil memejamkan mata nya
"terus??" tanya Alina lagi
"aku cuma kesal dengan nya" jawab bian
"apa karena dia menolak untuk pindah??" tanya Alina menatap wajah suaminya
"kalau kamu tanya terus kapan aku bisa tidur nya... " kata bian . pandangan mereka bertemu... pelukan mereka semakin erat... ci***an tak dapat terhindar kan lg... dan mereka pun saling memberi kenikmatan ... apalagi kalau bukan olahraga malam yang menguras keringat dan melelahkan.
*
*
*
*
*
di kamar kinan
kinan duduk di tepi ranjang.... "apa keputusan ku ini salah...?? aku hanya ingin lebih dekat dengan ibu mertua ku... tapi kenapa mas bian malah marah pada ku" kata kinan dalam hati
kinan membaringkan badan nya di ranjang.. mengelus perut buncit nya yang berumur delapan bulan. "sayang sebentar lagi kamu bakal lahir.. mama gak sabar sayang" kinan berbicara pada bayi dalam kandungan nya.
mata nya sangat ngantuk. dan kinan kini tertidur...
sementara yang lain sudah pada tidur... tapi tidak untuk bian dan Alina... mereka masih saja melakukan pergulatan... entah karena bian emosi atau apa kali ini permainan nya begitu kasar... mungkin rasa kecewa pada kinan ...
di tengah permainan tiba-tiba Alina menjerit " aaaaaaaaa.......... ……!!"
bian tetap tak peduli dengan jeritan Alina... bian masih melanjutkan permainan nya.
ketika bian mulai pelepasan...ada rasa yang beda ... "Alina...... !!" bian terkejud
"hiks.... hiks…hiks…" tangis Alina merasakan kesakitan nya.
bian bergegas bangun memungut baju-baju nya... lalu ia pakai...
"sakit mas... !!" teriakan Alina
"maafkan aku lin... " ucap bian panik melihat darah segar mengalir dari organ sensitif Alina....
bian memakaikan Alina baju dan segera keluar kamar memanggil pak ari..
"pak ari... !!" teriak abian
"bi.... malem-malem teriak-teriak... ada apa sih??" tanya mami yang kebangun karena mendengar teriakan putra nya
"pak ari mana mi ??" tanya bian
"ada apa malem-malem nyari pak ari??" mami bertanya lagi
__ADS_1
"Alina pendarahan mi" jawab bian mengambil kunci mobil dan berlari ke kamar Alina
di kamar kinan
"ada apa di luar ribut-ribut ya??? "
kinan bangun berjalan keluar kamar... ketika pintu di buka ia berjalan ke ruang tengah dimana mami berdiri menunggu bian keluar dari kamar Alina.
"mi... ada apa ??" tanya kinan bingung
"Alina pendarahan" jawab mami
dengan panik nya bian mengendong Alina yang meringis kesakitan.
"mas.... " sapa kinan
tapi bian hanya melewati nya tanpa memandang nya.
"bi... mami ikut.. " kata mami ,bian membalas dengan anggukan
"aku juga ikut mas" kata kinan tapi bian tak menjawab atau pun menatap nya...
"buruan pak ari kita kerumah sakit terdekat…!!!" titah bian
"iya tuan" jawab pak ari sopir keluarga mahendra
-
-
-
di rumah
"non kinan... kok melamun ??" suara bik ira menyadarkan kinan yang mematung di ruang tengah selepas kepergian bian.
"ah bibik mengagetkan aku" ucap kinan berjalan ke sofa.
"mau bik ira buatin susu non??" kata bik ira
"gak usah bik... " kinan menyandarkan tubuh nya di sofa.
"bik.... ... menurut bik ira aku harus bagaimana???" tanya kinan
"maksudnya non kinan gimana... bibik gak tau?"tanya bik ira bingung
"aku tetap bertahan apa lebih baik aku pergi dari kehidupan mas bian bik ??" tanya kinan
"non.... bibik ikut bingung... misal non pergi gimana nanti nasib anak non kinan... tapi misal non kinan bertahan apa non sanggup menghadapi semua resiko nya??? " kata bik ira yang kini malah balik tanya
"entah lah bik... kinan juga bingung... " kata kinan
"non ini masih malem,mending non istirahat... kasihan dedek bayinya" bik ira menasehati nona muda nya.
kinan pun menuruti kata bik ira. kinan masuk ke kamar nya dan tidur.
-
-
-
-
di rumah sakit🏠😷
__ADS_1
Alina sedang di tangani dokter. bian dan mami nya menunggu di luar ruangan. terlihat bian yang sedang mondar-mandir di depan pintu ruang dimana Alina di periksa.
"bi.... jangan mondar-mandir gitu pala mami pusing liat nya !!" protes sang mami
"bian bener-bener merasa bersalah mi"kata penyesalan bian
"kita berdoa saja semoga Alina dan bayi nya baik-baik saja" ucapan mami menenangkan bian
bian duduk di kursi tunggu bersama mami nya menunggu dokter selesai memeriksa Alina.
selang beberapa menit dokter pun keluar.
"keluarga pasien??" panggil sang dokter ketika keluar dari ruang tersebut.
"saya suami nya dok" kata bian yang tiba-tiba berdiri
"gimana keadaan istri saya dok??"tanya bian
"maaf Pak... bu... karena pendarahan nya yang sangat hebat kami tidak dapat menyelamatkan bayi nya. sekali lagi saya minta maaf. " kata dokter
"Alina keguguran ???" kata mami
"keadaan istri anda masih lemah karena banyak kekurangan darah. sekarang istri anda masih terpengaruh obat bius.. tapi setengah jam lagi akan sadar. silahkan kalau keluarga mau menjenguk nya. saya permisi " sambung dokter tersebut
"terimakasih dok"kata bian
ceklek......
bian masuk ke ruangan dimana Alina tergolek lemah...
"lin maafin aku" kata bian mengenggam tangan Alina dan menciumi genggam an tangan nya.
"bi... yang sabar.... mami tau perasaan mu" ucap mami yang melihat bian meneteskan air mata
-
-
-
-
-
-
-
-
-
maaf ya up nya lama
karena author juga banyak kerjaan yang harus di selesaikan.
beri vote
beri jempol
beri rate
untuk selalu dukung author yaaaa
makasih.....
__ADS_1