
sementara alina dan kedua putranya masih tetap tinggal di rumah mertuanya (mami nya bian).
seminggu sudah bian meninggalkan rumah alina.
istri pertama nya itu tengah hamil muda Kira-kira 2 bulan. mami sangat menyayangi menantu nya itu.
"lin....apa kamu pengen makan sesuatu nak??" tanya mami yang memperhatikan menantu nya .
"ah... enggak mi... aku gak pengen apa-apa kok mi.. " jawab alina sambil tersenyum manis.
"maafin anak mami ya... sayang. "mami membelai rambut alina dan memeluk nya
"mi... jika mas bian bahagia alina juga ikut bahagia. " alina memeluk mertuanya
"kamu memang baik sayang" lanjut mami
*
*
*
*
di rumah kinan
__ADS_1
di kamar bian masih tertidur pulas padahal waktu menunjukkan pukul 8 pagi. sementara kinan sudah bangun dari tadi dan sekarang sedang duduk di bangku taman samping rumah nya di temani bik ira.
"non.... apa sebaiknya non kinan beri tahu saja tuan tentang keadaan non yang sebenarnya" ucap bik ira menasehati kinan
"tidak bik... aku gak mau membuat mas bian khawatir... " kata kinan sambil mengelus perut buncit nya.
di kamar bian mengerjapkan mata nya menengok bantal sebelah sudah kosong.. ia turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi. keluar dari kamar mandi bian mengambil baju santai rumahan kaos hitam dan celana bahan selutut... meski sudah punya anak tapi bian masih terlihat seperti bujang... entah apa yang membuat nya terlihat awet muda.
ia berjalan keluar kamar mata nya mencari seseorang... tentu saja istri kesayangan nya...
dari jendela bian merasa lega melihat istri nya tersenyum ceria yang asyik ngobrol dengan bik ira.
kinan tak menyadari sekarang suami nya tengah berada tepat di belakang nya. bik ira yang melihat majikan nya langsung berdiri.
"pagi tuan" sapa bik ira
kinan menoleh dan melempar senyum manis nya.
bian tanpa di suruh langsung duduk di samping isterinya.
"mas maaf tadi aku meninggalkan mu di kamar" ucap kinan sambil memegang tangan suami nya.
bik ira pun berinisiatif meninggalkan mereka berdua di taman.
tapi bik ira berhenti ketika tuan nya memanggilnya.
__ADS_1
"bik... sarapan nya bawa kesini aja ya !" perintah bian
"iya tuan" jawab bik ira dan langsung menyiapkan sarapan.
kinan menyandarkan kepala nya di bahu bian bian memngelus perut istri nya.
"sayang... aku gak sabar menantikan anak kita lahir" ucap bian
"kalau dia perempuan,dia pasti secantik kamu... "sambung bian
"dan jika dia Laki-laki pasti tampan seperti ayah nya" lanjut kinan
bian memeluk erat dan mengecup puncak kepala kinan...
"mas ... apa sebaik nya mas kembali saja pada istri pertama kamu mas" ucap kinan sambil mendongak memandang wajah bian...
"maksudnya apa yank... kenapa kamu tiba-tiba ngomong begitu... !!" bian heran dengan ucapan kinan yang menurut bian itu hal bodoh untuk nya.
"aku akan tetap disini bersama mu dan anak-anak kita. " sambung nya sambil mengeratkan pelukan nya.
"tapi bagaimana dengan anak-anak mas disana?? " tanya kinan
"mereka akan baik-baik saja bersama ibu nya juga oma nya" jawab bian
"tapi jika suatu saat mas ingin kembali pada nya aku ikhlas mas meninggalkan aku dan anak ku" ucap kinan sambil berusaha berdiri dari duduk nya.
__ADS_1
suasana yang awal nya penuh kehangatan kini berubah..