Cerai Muda

Cerai Muda
jadi pindah


__ADS_3

"nanti aku akan bicara kan dengan kinan mi... " ucap bian


"mami harap kalian bisa tinggal bersama kami" keterpura-puraan mami


"iya mi"kata bian singkat


tatapan tajam sang mertua membuat kinan semakin tertunduk. bian tak menyadari pandangan sinis mami nya terhadap kinan.


"papa...... !!" teriakan arka dan aska dari kejauhan


"arka... aska... " bian menoleh arah suara... bian pun menghampiri dan memeluk ke dua anak nya. alina pun menyusul bian dan anak nya.


sementara itu... "hei... pel*c*r... jangan harap aku mau menerima mu dan bayimu.. ini aku lakuin demi alina. selamanya dia lah menantu ku. camkan itu. !!!" ucapan mami sembari meninggalkan nya


kinan terdiam terpaku melihat kebersamaan bian dan keluarga nya... tak terasa air mata nya jatuh..."kenapa aku cemburu... dia juga berhak atas diri mas bian... aku tak boleh egois... sadar kinan... " ucap nya dalam hati


kinan memutar tubuh nya berbalik membelakangi mereka... mengusap air mata nya.. berjalan menjauh tiba-tiba ada yang mencekal pergelangan tangan nya. "mau kemana??" tanya bian


"a... akuuu mau pulang mas... a aku capek" jawab kinan dengan terbata-bata


"mas pamit sama mami dulu ya" kata bian sambil menarik tangan kinan menuju mami nya


"mi... kami mau pamit pulang dulu... "kata bian


"iya" jawab mami singkat


bian dan kinan berjalan semakin menjauh menuju mobil mereka. di perjalanan pulang mereka hanya diam tak ada yang berbicara. kinan sibuk dengan pikiran nya. dia selalu teringat ucapan sang mertua yang amat sangat membenci nya.

__ADS_1


"ya Allah aku harus bagaimana ini?"tanya nya dalam hati.


bian sesekali menatap kinan yang terlihat gelisah.


mencoba menenangkan dengan mengelus rambut nya....


"sayang kamu kenapa ? kok gelisah banget??" tanya bian


"a... aaahh enggak kok"kinan mencoba menutupi


setelah satu jam perjalanan akhirnya sampai juga di rumah. tanpa menunggu bian, kinan langsung keluar dari mobil dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah.


di ruang tengah kinan merasakan sakit yang tiba-tiba menyerang. "aaagghhh... " kinan memegang perut bawah nya berjalan mendekati sofa.


"non kinan... !" teriak bik ira melihat majikan nya kesakitan.


"bik... sakit... " rintihan kinan


"yank... kamu kenapa???" tanya bian panik melihat wajah pucat pias kinan dengan keringat dingin


bik ira berlari ke kamar kinan mencari obat yang biasa kinan minum. bik ira dengan cepat memberikan obat dan air putih.


"makasih bik... "ucap kinan


"kamu istirahat ya"bian mengendong kinan ala-ala bridal... ke kamar


dikamar kinan di baringkan di atas tempat tidur...

__ADS_1


menutup tubuh nya dengan selimut.


"besok kita pindah ke rumah mami" kata bian


"tapi mas" kinan bingung


"biar kamu ada yang jaga,ada temen ngobrol juga" bian memeluk kinan


"iya mas"


"ya udah kamu istirahat ya sayang.. mas mau beres-beres"mengecup kening kinan


kinan tertidur. sedangkan bian dan bik ira beres-beres.


hari mulai petang... bian keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang di lilit kan di pinggang. ia menatap kinan... mendekati membelai nya... kinan terbangun karena sentuhan tangan suaminya. "malam ini mas pengen berkunjung "ucap bian


kinan hanya mengangguk. dan malam itu terjadilah pertempuran diantara mereka hanya ranjang dan seisi kamar yang menjadi saksi pertempuran mereka.


"makasih ya yank" bian mengecup bibir istrinya


"iya mas... " kinan tersenyum dan memeluk tubuh kekar suaminya.mereka pun tertidur


seperti biasa matahari muncul tiap paginya. kini mereka bersiap untuk pindah ke rumah mami bian.


bian juga mengajak bik ira untuk melayani menyiapkan semua kebutuhan kinan.


"dah siap semua ??"tanya bian

__ADS_1


"udah tuan" jawab bik ira...


"oke kita berangkat" ... bian tancap gas...


__ADS_2