
sesampainya di rumah dika begitu sangat bahagia. "den... kok kyk nya seneng banget" kata mbok iroh.
"iya mbok.... "dika merangkul mbok iroh dan duduk di sofa ruang tamu.
"pasti cinta nya di Terima ya den.. ?" tebakan mbok iroh
"tau aja kayak paranormal mbok, ibu mana kok sepi??" tanya dika
"ibu lagi kondangan den"jawab mbok iroh.
dika menuju kamar nya. menjatuhkan tubuh nya di atas kasurnya. sambil senyum-senyum sendiri.
sampai akhirnya mata nya kini terpejam.
bian pergi dari rumah nya... kekesalan nya semakin menjadi. kini bian mendatangi rumah yang ia beli untuk kinan. rumah yang penuh kenangan.
"mang ujang " sapa bian pada supir pribadi kinan kala itu dan rumah itu pun di rawat oleh Mang ujang.
"eh tuan... " mang ujang pun menyapa balik
"kok sendirian tuan ??" tanya mang ujang
"iya mang" jawab singkat
"lha non kinan dan dedek bayi nya gak di ajak tuan??" tanya mang ujang lagi tanpa mengerti kejadian yang menimpa majikan nya.
"apa kinan gak pernah kesini mang??" tanya balik bian
"tidak tuan, "jawab mang ujang jujur
bian memasuki rumah itu. memandang ke setiap sudut ruang. kaki nya melangkah perlahan. kenangan bersama kinan semakin membuat hati bian benar-benar merindu nya. "ya Tuhan... dimana dia sekarang" batin bian
membuka pintu kamarnya... mata nya menyapu ke setiap sudut kamar. pandangan nya tertuju pada figura di atas nakas. di angkatnya di pandangi wajah dalam foto itu... tentu saja foto kinan.
"andai waktu itu aku mengikuti kemauan mu agar tidak pindah dari sini... mungkin semua ini takkan terjadi.... dimana kamu dan anak kita sayang" batin bian penuh penyesalan
dibuka nya lemari pakaian... masih tersusun rapi beberapa baju kinan dan baju dirinya. bian mengambil baju kinan berwarna biru muda.... warna kesukaan kinan. di cium nya baju tersebut. bian membaringkan tubuhnya di atas kasur dimana dirinya dan kinan memadu kasih hampir tiap malam. linangan air mata penyesalan.
tok-tok-tok......
ketukan pintu kamar membuat bian untuk segera mengusap air matanya.
"siapa?"tanya bian dari balik pintu
"saya tuan... "jawab mang ujang
"oh mang ujang... ada apa??"tanya bian setelah membuka pintu
"anu tuan.... ini saya bikinin kopi... "mang ujang membawa secangkir kopi
__ADS_1
"taruh aja mang disitu" kata bian sambil menunjuk meja di dalam kamar.
"tuan mau menginap disini?"tanya mang ujang lagi
"iya mang"jawab bian singkat
"tuan... boleh saya bertanya!"tanya mang ujang
"iya"jawab bian dengan posisi yang sama masih bersandar di pintu kamar nya.
"tuan bertengkar dengan non kinan?? kok kesini sendirian gak ajak non kinan?" tanya mang ujang
bian menggeleng kan kepala. dan kini bian menyuruh mang ujang duduk bersama nya di sofa kamarnya. bian mulai bercerita tentang apa yang terjadi.
"tuan yang sabar..... jika memang non kinan masih berjodoh dengan tuan pasti ketemu kembali" kata mang ujang setelah mendengar cerita dari majikan nya.
"besok aku akan mencari keberadaan kinan dan anak ku"kata bian dengan tatapan mata yang memilukan.
waktu menunjukkan sudah tengah malam. bian dan mang ujang ngobrol ngalor ngidul. sedangkan alina masih saja menunggu sang suami di ruang tamu. berkali-kali mata nya melihat jam di dinding.
"kamu kemana bi... ?" alina bertanya sendiri sambil menekankan-nekan tombol ponsel nya.
berkali-kali alina menghubungi nomor bian tapi tak kunjung di angkat
ponsel bian berdering terus tiada henti. bian hanya melirik nya saja tanpa ada rasa ingin menjawab panggilan itu.
alina semakin khawatir. ia bingung harus bagaimana. dan alina kini menghubungi seseorang dengan ponsel nya.
"ada apa lin... malam-malam telpon aku?"tanya orang tersebut dari sebrang
"aku butuh bantuan mu rel"jawab alina
"bantuan apa lin?"tanya nya lagi
"bian jam segini belum pulang"jawab alina
"sudah lah lin.... biarkan saja. kamu itu sedang sakit... jadi pikirkan kesehatan mu "kata dokter Farel dari sebrang sana
"dari dulu bian emang begitu. dia butuh waktu untuk memenangkan diri . jadi biarkan dia tenang dulu... "imbuhnya
"ya sudah kalau begitu. terimakasih"ucap alina dan segera menutup panggilan telepon nya.
alina menyandarkan tubuhnya di Sandara sofa. memijat pelan keningnya. alina pun berjalan kembali ke kamarnya. di dalam kamarnya alina meraih piyama bian yang ada di atas kasur. alina membaringkan tubuhnya sambil memeluk piyama bian dengan erat sampai ia terpejam.
di rumah kinan.
seperti biasa kinan menidurkan putri kecilnya terlebih dahulu. pikiran nya tertuju pada sang mantan suami.
"mas bian kamu sedang apa, apa kau juga merindukan ku... seperti aku yang selalu merindukan mu"batin kinan sambil menyusui putrinya.
__ADS_1
"nak maafin Bunda telah memisahkan mu dari ayah mu" ucap kinan pada putrinya
air matanya berlinang... "andai aku tak sepengecut itu... pasti putriku akan merasakan kasih sayang ayah nya" gumam kinan dalam hatinya.
malam ini dua insan yang saling merindu. menjatuhkan air mata nya menyesali atas keputusan mereka masing-masing.
di sisi lain ada dua insan yang sangat mencintai kedua nya meski cinta nya bertepuk sebelah tangan. bian dan kinan saling mencintai. dika sangat mencintai kinan meski cinta nya tak terbalaskan. begitu juga alina sangat mencintai bian namun hati bian bukan lah untuk nya.
keesokan harinya dika begitu bersemangat. pagi-pagi sekali dika bangun. menyambut pagi yang cerah. dengan kemeja berwarna biru laut berlengan panjang yang di gulung sampai siku. celana jeans hitam... membuat setiap cewek jatuh hati padanya. sebenar nya dika itu lebih ganteng dari bian..hanya saja bian lah cinta pertama kinan.
yang kata nya cinta pertama itu susah untuk di lupa kan.
"tumben bangun nya pagi " kata bu Ani
"iya dong bu... biar rejeki nya gak di patok ayam" kata dika
"gimana dik???"tanya sang ibu penasaran
"apanya bu?"dika malah tanya balik. sambil mengambil nasi goreng di depan nya
"kapan ibu harus melamar kinan??" tanya bu Ani
"uhuk... uhuk... "di tersedak ketika mendengar pertanyaan ibunya
"Hati-hati dik.... "kata ibu sambil menyodorkan segelas air putih.
dika langsung meneguk nya. "masih lama bu.... kinan meminta untuk menjalaninya dulu" jawab dika
bu Ani hanya ber Oh saja. dika pun melanjutkan sarapan nya.
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG
Hai readers..... apakah mereka bisa mendapatkan cinta nya... ???
maaf readers author nya pulang nya kemaleman.... jadi baru bisa up ya.....
jangan lupa beri vote lagi dan lagi....
__ADS_1
jempol kalian para readers selalu ku tunggu
komentar kalian juga... 🥰🥰🥰🥰🥰