
Kinan merasakan ada yang aneh dari dirinya. Gelisah.. jantung yang berdetak lebih cepat . Melihat obat itu mulai bereaksi bian tersenyum.
"Sayang, kau kenpa??" tanya bian pura-pura.
"Tak tau mas, Tiba-tiba badan ku terasa gerah dan panas sekali" jawab Kinan dengan telapak tangan nya mengkipaa-ngipas di wajahnya.
"Apa kau ingin berendam dulu untuk menghilangkan gerah di tubuhmu" saran bian
"Ah... tidak usah nanti saja di rumah"ucap Kinan menolak saran yang bian berikan.
"aku pulang saja sekarang, kia akan aku bawa"lanjutnya berdiri berjalan ke kamar untuk mengambil kia. Belum sampai di kamar Kinan mendadak pusing .. memijat pelipis nya menyanyandarkan tubuhnya di di dinding. Bian tersenyum devil melihat mantan istrinya mulai terpengaruh obat yang ia berikan.
Bian menghampiri Kinan yang tak bisa menahan keseimbangan tubuhnya.
"Nanti saja pulang nya kau istirahat lah sebentar" bian menuntun Kinan masuk ke dalam kamar yang telah ia siapkan sebelum nya.
"Rasa nya pusing sekali" ucap Kinan memegangi kepala nya.
"istirahat lah agar pusing segera hilang" bujuk bian
Bian mengantar masuk kinan dan mendudukkan nya di tepi ranjang. Senyum mengembang di bibir bian.
"Kenapa udara hari ini begitu panas sekali" ucap kinan dengan mengipas-ngipaskan kedua telapak tangan nya.
"Apa kau ingin berendam? biar aku siap kan air nya" tanya bian dan segera menyiapkan nya.
-
Diluar rumah terjadi keributan antara satpam rumah dan dika yang memaksa ingin masuk.
"Aku harus kedalam" ucap dika berusaha masuk melewati pintu gerbang.
"Anda siapa??"tanya pak satpam
"Di dalam ada istriku, tolonglah ijinkan aku masuk" jawab dika dengan gregetan
"kau siapa? berani-beraninya membuat onar di rumah tuan kami!!!" ucap bodyguard bian
"tuan mu telah membawa istriku...!!" dika semakin jengkel
Sementara itu kinan yang tengah duduk di tepi ranjang merasakan hawa panas yang sangat pada tubuhnya.
"sayang, airnya sudah siap"ucap bian keluar dari kamar mandi.
"Terima kasih, aku merepotkan mu"kinan merasa tak enak.
"tidak, aku tidak merasa di repotkan" balas bian
Kinan masuk ke dalam kamar mandi. menanggalkan baju yang ia pakai. Dan berendam di bathup, lumayan bisa meredam panas di tubuhnya, meski masih terasa panas.
__ADS_1
Di tepi ranjang bian sudah tak sabar menunggu kinan keluar.
"kali ini aku akan merebutmu kembali, menjadi milikku seutuhnya" gumam bian berjalan keluar kamar.
Di depan gerbang masih terdengar ke gaduhan yang membuat bian terpaksa keluar rumah.
"Ada apa ini??" tanya bian dengan tegas.
"maaf tuan pemuda ini maksa ingin masuk ke dalam" lapor sang satpam.
"Hei kau berani sekali membuat keributan di rumahku.. !!!" ucap bian dengan nada tinggi.
"Aku hanya ingin menjemput istri dan anak ku " kata dika menahan emosinya.
"istri??? kau tau sebentar lagi dia akan kembali pada ku dengan cara ku" ucap bian dengan senyum mengejek.
"awas saja jika kau berani menyentuh nya... !!!" ancam dika.
"pengawal... !! tangkap dia dan ikat tangan nya bawa ke dalam.. !!" titah abian.
Para bodyguard menangkap dika dan mengikat tangan nya, membawa nya ke dalam rumah.
Bian berjalan menuju kamar nya.
"maaf tuan kita taruh di mana pemuda ini??" tanya salah satu bodyguard nya.
"kau letakkan saja di di depan pintu kamar ku." perintah sang majikan.
Di dalam kamar. kinan keluar kamar mandi, mata nya menyapu ruang kamar itu. Dengan handuk yang di lilit kan di tubuhnya perlahan kinan berjalan mengambil baju nya . Tanpa kinan sadari bian tengah berada di belakang nya.
"kau sudah selesai sayang" ucap bian dengan posisi memeluk kinan dan mencium pundaknya. Hal itu sontak membuat kinan kaget.
"lepaskan... !" ucap kinan berusaha melepaskan dari pelukan bian.
"aku sangat merindukan mu "ucap bian dengan suara parau karena tengah terbakar api gairah...
Mendorong kinan ke atas ranjang hingga tubuh kinan terbanting di kasur empuknya.Bian mendekati kinan yang sibuk membenarkan handuk yang di pakainya. Bian pun langsung mengukung tubuh kinan. Kinan berusaha keluar dari kukungan mantan suami nya., namun usaha nya sia-sia.
"Aku takkan melepaskan mu lagi wanitaku"ucap bian dengan sorot mata tajam serta terbakar gairah.
"Lepaskan aku mas... !!" teriakan kinan ketika bian melancarkan aksinya.
Kinan menangis, tapi bian tak peduli. Menyusuri setiap inci tubuh kinan. Menikmati keindahan tubuh yang menjadikan nya candu.
Bian menyatukan miliknya ke milik Kinan.Bian melakukan nya dengan kasar karena pemberontakan kinan. Hentakan demi hentakan. Kinan menangis dan menangis.
Di depan pintu kamar yang tertutup dika mendengar suara tangisan istrinya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Menangis tanpa suara itu yang bisa dika lakukan.
"Bajingan kau bian.... !!! Jangan sentuh istri ku... !!!" teriakan kemarahan dika.
__ADS_1
Dika hanya berteriak dan menangis. tak mampu menolong istrinya.
Bian tak henti-hentinya melakukan itu hingga dua jam lama nya. Menangis itulah yang Kinan lakukan selama penyatuan itu.
"Terima kasih sayang"ucap bian mengecup kening Kinan.
Menangis ,meraung yang Kinan lakukan setelah nya. Lemas tak berdaya.
"Semoga benihku akan tumbuh di sini"ucap bian mengelus perut kinan, namun kinan menepis nya.
Bian berjalan menuju pintu kamar dan membuka nya. Terlihat dika dengan wajah marahnya. tatapan tajam.
"Lepaskan dia.. !" perintah bian dan berjalan ke kamar sang putri kecilnya.
Bian membawa kia yang sedang tertidur pergi dari rumah itu meninggalkan Kinan dan dika yang di landa kemarahan.
Dika bangun dan berlari ke dalam kamar. Terlihat Kinan yang sedang meringkuk. Dika melihat sang istri menangis. Mendekati nya.
"ki... "dika hendak memeluk namun Kinan berusaha menjauh.
"jangan sentuh aku... aku udah kotor untuk mu... kak hiks... hiks... " ucapan terdengar memilukan.
"gak ki.... bagaimana pun kamu, kamu tetap istri ku" dika berusaha mendekati tubuh Kinan.
Menangis dan menangis dalam pelukan dika. "bajingan itu melakukan di hadapan ku tapi aku tak bisa menolong istriku" batin dika menangis.
"kita pulang sekarang" ucap dika
namun Kinan menggeleng kepala.
"aku udah gak pantas bersama mu kak... hiks... " kembali ucapan Kinan membuat dika bersalah.
andai dirinya mengantarkan Kinan,
andai dirinya bisa menolong Kinan,
semua ini tidak akan terjadi.
Dika membawa Kinan pulang kerumah mereka sendiri. dengan alasan agar sang bunda tak mengetahui kejadian itu.
"halo bunda" sapa dika lewat sambungan telepon.
"iya nak" jawab bunda
"aku dan Kinan balik kerumah kita sendiri bun" kata dika
"lho kok... mendadak gitu?" tanya bunda
"iya... kita kangen rumah" jawab dika asal
__ADS_1
"ya udah kalau gitu"kata bunda
"bunda udah dulu ya. "panggilan pun terputus