
hari berganti hari... minggu berganti minggu hubungan dika dan kinan kini semakin dekat. mereka tidak canggung lagi. bahkan dika sudah berani memanggil kinan dengan sebutan sayang.
"yank.... apa kamu dah siap menjadi istriku ??" tanya dika
kinan hanya mengangguk.pertanda kinan bersiap menjadi pendamping dika.
sore itu bu Ani dan pak bambang juga dika mengadakan acara lamaran untuk kinan.
meski acara lamaran nya sederhana hanya kerabat dekat juga para tetangga mereka yang datang.
"alhamdulillah... akhirnya acara nya selesai tanpa ada suatu halangan" ucap syukur bu Ani juga bik ira.
"iya bu... sebentar lagi kita akan mempunyai seorang menantu" kata pak bambang turut bahagia melihat putra nya berbahagia.
"dua minggu lagi kalian akan menikah.... jadi ibu harap jangan ketemu dulu" kata bu ani
"maksud ibu.. aku dan kinan di pingit gitu?" tanya dika
"iya.... gak apa-apa kan... cuma dua minggu" jawab bu Ani
kinan menunduk malu.... setelah semua pada pulang kinan juga bik ira duduk selonjoran di ruang tengah.
"terimakasih bik.... "ucap kinan sambil memeluk bik ira.
-
-
-
sampai di rumah dika dan orang tua nya duduk di sofa ruang tengah. membicarakan rencana pernikahannya.
"dika sebentar lagi kamu akan menjadi seorang kepala rumah tangga ... kamu harus bisa menafkahi keluarga baru mu" kata pak bambang
__ADS_1
"iya yah..."jawab dika
"karena sebagai Laki-laki kamu harus bisa bertanggung jawab atas keluarga nya" nasehat pak bambang
Pak bambang dan bu Ani meninggalkan dika di ruang tengah untuk beristirahat karena hari sudah malam. dika yang masih betah di ruang tengah dengan menonton televisi seorang diri. karena sedikit bosan dika mengambil ponsel di sakunya.
"kamu cantik kinan... aku sangat beruntung mendapatkan mu" dika memandang foto kinan di ponsel nya sambil senyum-senyum
...
di rumah bian
bian pulang kerumah nya setelah beberapa minggu menyendiri di rumah kinan sewaktu bersama.
"tuan... " sapa pelayan di rumah itu
"ada apa??" tanya bian
"nyonya sakit tuan" kata pelayan itu
"setelah tuan pergi"jawab pelayan itu
bian buru-buru menaiki anak tangga. mendekati kamar alina... kaki nya sangat ragu untuk melangkah masuk ke dalam kamar.
ceklek
bian membuka pintu kamar alina. dilihat nya alina yang berbaring lemas di atas ranjang nya.
muka yang menjadi tirus... lengan tangannya kecil seakan hanya tulang dan kulit dengan sedikit daging.
"lin... kamu kenapa???" tanya bian mendekati alina
"maafin aku bi.... maafin aku... " ucap alina sambil menangis
__ADS_1
"kenapa kau tak pernah mengatakan pada ku" kata bian
"aku tak ingin merepotkan mu... "jawab alina
"sebenarnya kau sakit apa lin... ??"tanya bian lagi
alina menangis dan memeluk tubuh suaminya bian pun mendekap nya. mengelus puncak kepala nya.
"tetaplah di sisih ku disaat-saat terakhir ku bi... :"pinta alina
"kamu ngomong apa lin... kamu pasti sembuh.... percaya padaku" bian menyemangati perempuan yang selama ini selalu menemaninya.
"tidak bi... itu tidak mungkin"alina menggeleng kan kepala nya
"mulai sekarang aku akan menjaga mu... maafkan aku karena ke egoisan ku" bian memeluk alina dan mengecup kening nya
"terimakasih bi... " balas alina
tik
tok
tok
tok
"maaf tuan ini bubur untuk nyonya" kata seorang pelayan membawa nampan
bian mengambil mangkok berisi bubur yang masih hangat.
"aku suapin ya... "kata bian
bian menyendokkan bubur dan meniup nya agar tak terlalu panas ketika alina memakan nya.
__ADS_1
Hai readers maaf aku telat terus up nya. karena jadwal yang padat jadi baru sempat up...
maaf ya para readers