
"jangan ngambek... ntar bayinya jelek tau... "
"abis aku mintanya rujak malah di kasihnya mangga"
"ya kan mas dah nyari yank tapi gak ada yang jualan. besok dech mas beliin ya. "
"udah gak pengen. "
kinan masuk kamar dan merebahkan tubuhnya.
bian pun menyusul ke kamar. bian tersenyum melihat kinan yang sedang berbaring. sadar dirinya sedang di perhatiin kinan menarik selimut dan menutup tubuh dan wajah nya. bian mendekati kinan. dan Tiba-tiba ponsel nya berbunyi. bian menjauh dari kinan dan mengangkat telepon nya.
"hallo.. " bian berjalan makin jauh dari kamar.
"arka sakit. kamu dimana mas??"
"gimana keadaan nya... ? sudah di bawa ke dokter belum??"
"sudah... kata dokter arka demam,dia pengen ketemu kamu mas."
"ya udah besok pagi aku pulang. ini dah malam kamu istirahat"
bian menutup telepon nya. dan masuk ke kamar... tapi kinan tak ada di kamar nya. bian mencari kinan ternyata kinan pingsan di kamar mandi...
"yank... bangun yank.... "bian menepuk -nepuk pipi kinan...
bian mengendong nya dan membaringkan di tempat tidur nya. bian bingung harus apa ,akhirnya bian menelpon dokter pribadinya. tak lain juga sahabat nya.
"tok... tok... "
"masuk rel.. " perintah bian ketika membuka pintu.
"loe skrng tinggal disini... ? tanya dokter Farel
"iya... " jawab bian singkat
"malem-malem nelfon gw ada apa, siapa yang sakit bro... ?"
"udah ayo masuk ke kamar. "
"lha ini siapa loe kok ada bareng loe... ??"
"periksa dulu nanti aku ceritain"
dokter Farel memeriksa kinan... secara detail... itu permintaan bian.
"gimana ?" tanya bian
"dia sedang hamil... dan kandungan nya lemah... "
__ADS_1
"lemah ??"
"siapa dia dan kenapa dia ada bersama mu ??" tanya dokter Farel
bian mengajak dokter Farel keluar kamar dan menceritakan apa yang sebenarnya.
"tapi ini rahasia kita berdua, jangan beri tau siapa pun. "
"tenang bro,aku kan sahabat mu dari kecil. "
"makasih ya... aku banyak hutang budi ma kamu. "
"sudahlah... kita ini sudah kayak saudara... gak usah di pikirin"
"oh iya.... kandungan nya gimana... ??"
"kamu harus ekstra menjaga nya... jagan buat dia jadi setres"
"iya.terimakasih ya"
"ya udah aku pulang dulu"
dokter Farel pun pulang. bian menuju kamar dan mendekati kinan... kinan sadar dari pingsan nya...
"mas.... kok kamu belum tidur?"
"iya... belum ngantuk... ya udah kamu tidur gih yank... ibu hamil gak boleh banyak begadang"
bian memandangi wajah kinan yang cantik dan imut. dan tertidur lah bian di samping kinan.
keesokan harinya kinan bangun lebih dulu, sedangkan bian masih terlelap. kinan memasak untuk sarapan mereka..
setelah selesai kinan membangunkan bian.
"mas bangun.. "
"aaa....... napa yank... ?"
"dah siang... ayo bangun... emg gak kerja kok gak mau bangun"
"gk ah... di rumah aja.... "
"katanya mau beliin rujak"
"oh iya ya... mas lupa.. ya udah mas mandi abis itu mas pergi beli rujak... "
"ya dah buruan mandi gih... keburu sarapan nya dingin"
"baik ratu ku"
__ADS_1
"ih-hhh apa-apa an sih... lebay dech"
bian masuk kamar mandi. sementara kinan membereskan tempat tidur nya. dan menyiapkan baju kerja bian.
"rajin nya ratu ku"
bian mendekati kinan yang sedang berdiri... di tepi ranjang. kinan tersenyum. bian memeluk dari belakang. dan mengelus perut kinan yang makin buncit.
"udah berapa bulan yank"
"4 bulan mas, "
"ternyata kita dh 3 bulan tinggal disini"
"kapan mas nikahin aku"
"minggu depan mas akan nikahin kamu yank. kamu tenang aja ya. "
"ya udah ni baju nya"
kinan membantu bian memakai baju dan keluar kamar bersama. mereka pun sarapan bersama. usai sarapan bian pamit pergi keluar beli rujak. hari ini bian sengaja tidak masuk kerja.
di tengah jalan bian ingat kalau pagi ini dia akan menemui arka yang sakit.setelah membeli rujak ,bian menuju rumah arka.
"arka..... !!" teriak bian
"papa..... " aska menyambut kedatangan papa nya.
"hei... anak papa... mana kak arka... ??"
"ada di kamar pa "
"ayok kita ke kamar kak arka"
alina menahan emosinya dan tatapan sinis tertuju pada bian. bian pun diam tanpa menyapa alina.
"papa.... " panggil arka
"maafin papa ya... baru bisa pulang... soalnya urusan nya baru selesai "
"iya... papa dateng aja arka dah senang"
"anak baik"
bian mengajak anak-anaknya bermain. karena ke asyikan bian sampai lupa kalau ini udah siang hari... tapi bian bingung harus bagaimana... di sisi lain anak nya sakit dan butuh perhatian. sedang disisi lain kinan sedang mengandung anak nya yang juga butuh perhatian. bian seperti melamun. dan tersadar ketika mendengar suara anaknya.
"papa.,. jangan pergi... aku ingin tidur dengan papa. "...
"iya papa gak kemana-mana kok"
__ADS_1
"aku harus bagaimana ini?"gumam bian dalam hati