Cerai Muda

Cerai Muda
cintaku bukan untuk mu


__ADS_3

pagi ini bian bersiap-siap untuk keberangkatan nya ke London untuk mengurus perusahaan disana.


semua sudah berkumpul di meja makan kecuali alina. Kinan yang duduk di samping bian hanya menundukkan wajahnya.


"bi.... kenapa alina tidak ikut turun dengan mu??" tanya mami


"biarkan saja mi. "jawab bian cuek


"kalian ribut lagi.... hahh ??" tanya mami lagi


"hemmmm" bian mendengus


"ini pasti karena perempuan itu kan ?!!!" mami menunjuk-nunjuk ke arah Kinan.


"mi... ini bukan salah Kinan. ini masalah ku dengannya. "jawab nya


mami menatap tajam Kinan dengan tatapan membunuh . Kinan semakin menunduk.


acara sarapan pun selesai.bian menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana kamar alina berada. dengan muka datar bian menemui alina.


"apa-apaan ini... kenapa kau tidak ikut sarapan ?!" bentak bian


"kau perduli pada ku ?" pertanyaan alina dengan senyum sinis nya.


"Lama-lama rumah tangga kita bisa hancur dengan sikap kamu yang kekanak-kanakan" ucap bian dengan emosi


alina terdiam.pandangan mata beradu. entah mengapa bian benar-benar tak mencintai alina


*flashback on*


di kediaman mahendra hari itu dua pasang orang tua yang saling bersahabat semenjak SMA sedang bernostalgia bisa di katakan REUNI... Ardi mahendra dengan istri kedua nya murnia. sedangkan kan orang tua alina bernama Sigit nugroho dan rasti .


"ras… putrimu cantik banget" puji murnia mami tiri abian


"iya donk mur…siapa dulu ibu nya" rasti menyombongkan diri.


"ngomong-ngomong mana putra Ardi ?" tanya Sigit penasaran.


"dia belum pulang... "jawab Ardi papi bian.


"Oya ayo di cicipin.... masak cuma di lihatin aja" kata murni mempersilahkan kedua teman nya


keempat orang tua itu asyik ngobrol.. Sekali-sekali alina hanya tersenyum. mendengarkan obrolan orang tua itu.


sekitar jam empat sore terdengar derum suara mobil abian memasuki pekarangan rumah. dari dalam alina melongok ke arah luar "wah tampan sekali "batin alina


pintu utama terbuka, bian masuk tanpa menoleh.

__ADS_1


"bi.... ini om Sigit dan tante rasti datang" kata papi bian


bian menghentikan langkah nya. berbalik menyalami dua orang tamu papi maminya. setelah mengalami bian kembali melangkah ke dalam rumah. menaiki tangga menuju kamarnya.


"maaf ya ras... bian orang nya emang gitu" kata mami bian.


kedua tamu nya memaklumi sikap bian. Tiba-tiba mami bangun dan meninggalkan tamu nya masuk ke dalam.


di ketuk nya pintu kamar bian


"tok…tok…tok…"


"siapa ?!" tanya bian dari dalam kamar nya.


"ini mami bi... "Jawab mami yang masih berdiri di depan pintu kamar.


bian membuka pintu nya "ada apa mi ??" tanya bian


"ck... temui dulu om Sigit dan tante rasti... mereka jauh-jauh kesini ingin nemuin kamu" kata mami


"Oya tadi gadis itu cantik kan... itu anak nya om dan tante sigit"sambung mami


"males ah mi... " jawab bian hendak berbalik ke kamarnya namun di tarik mami di paksa nemuin keluarga Sigit.


bian berjalan di gandeng oleh sang mami dengan muka setengah malas.


"bi... kenalin ini alina putri om Sigit..." ucap papi bian


"abian" abian pun menjabat tangan alina


setelah seminggu semenjak pertemuan keluarga itu. barulah sang papi memberitahu kan pada bian tentang rencana perjodohan nya dengan alina.


"bi... papi mau ngomong" kata papi pada sore itu


"hemm" jawab nya sembari memainkan ponsel nya


"papi dan mami mau menjodohkan mu dengan putri om sigit" kata papi


"pi.... bian gak mau pi di jodoh-jodohin gitu. " penolakan bian


"mau tidak mau. suka tidak suka kamu tetep harus mau dan menerima perjodohan ini" papi mulai berbicara dengan suara yang agak keras.


"pi.... gak bisa gitu dong pi... bian sudah punya pacar.... bian juga dah janji mau ngelamar dia. "bian mulai bersuara alasan nya menolak perjodohan itu.


"pacar ???!!!" papi seakan tak percaya. dan mami pun kaget mendengarnya.


"iya pi, bian sangat mencintai dia. " ucapan bian membuat papi emosi

__ADS_1


"jadi kamu tidak mau menerima perjodohan ini... ??!! baik papi akan mencoret nama mu dari daftar pewaris Tunggal perusahaan papi. " papi bian pergi meninggalkan bian di ruang tengah yang sedari tadi menunduk. sang mami pun mengekor di belakang.


bian tetap nekat pada keputusan nya. ia lebih memilih kekasih hati nya. arifa seorang gadis dari keluarga sederhana yang dua tahun ini di pacarinya.


papi dan mami tak habis pikir kenapa bian mengambil keputusan itu yang jelas-jelas merugikan nya. mereka benar-benar tak enak hati bila menolak putri sahabat mereka.


akhirnya mami menyelidiki siapa kekasih bian tanpa sepengetahuan sang papi. dan terjadilah peristiwa yang membuat bian kehilangan kekasih hatinya.


sang mami menyuruh dua orang suruhan nya tersebut untuk menculik arifa dan memperk***nya.agar bian tak mau lagi dengan gadis itu. gadis itu di bawa ke sebuah gedung tua. disanalah kesucian gadis itu di rengut. ketika sang gadis sudah tak berdaya... ia di lempar ke sungai. setelah kejadian itu bian mencari-cari kekasih nya namun tak menemukan nya. seminggu setelah nya terdengar kabar mayat arifa di temukan mengambang di sungai.


bian benar-benar terpukul saat itu. orang yang di cinta meninggalkan nya untuk selamanya. ia tak tau penyebab kematian nya. karena kasus nya telah di tutup sebelum menemukan pelakunya.


pada akhirnya bian menerima perjodohan itu di dalam keputus asaan nya.


*flashback off"


-


-


-


-


-


-


pertengkaran mereka pun terus terjadi. dari awal pernikahan, setiap melakukan hubungan suami istri dengan alina,bian melakukan nya tidak melibatkan perasaan namun kebutuhan biologis yang harus terpenuhi.


sejak menikah bian tak pernah mencintai alina, ia terpaksa menikahinya karena perjodohan. tapi karena desakan orang tua nya akhirnya bian menyetujui perjodohan itu.


kedua nya terdiam.


"apa mau mu lin... ??"tanya bian dengan suara pelan


"aku hanya ingin kau cintai " alina menangis dan menunduk


"seharusnya kau sudah tau dari awal... kalau maaf... cinta ku bukan untuk mu" kata bian


mendengar ucapan itu alina bagai tersambar petir. air mata nya menetes mengalir tak henti-hentinya.


"maaf lin... aku menikahi mu karena kedua orang tua kita itu saja. "sambung bian


plak…


alina menampar bian yang berdiri di depan nya

__ADS_1


"jahat kamu bi...hiks…hikss. !!!" teriakan alina di barengi tangisan sambil memukul dada bian


namun bian hanya diam menerima pukulan alina.


__ADS_2