
arka dan aska yang sedang asyik bermain di temani sangat ibu dan oma nya.
tak di sangka mata mami melihat putra nya yaitu abian dari kejauhan. mami memperhatikan gerak gerik putra nya.
"ternyata mereka juga ada disini"guman mami dalam hati.
abian yang tidak tau kalau dirinya sedang di intai maminya ,berjalan ke arah dimana kinan duduk dengan membawa dua ice cream rasa cokelat dan rasa blueberry itu berjalan santuy....
"cepet sekali mas.... padahal kan itu ramai banget.... "ucap kinan menerima ice cream yang di inginkan...
"mau tau ajha... apa mau tau bangettt.... " bian menggoda kinan
"hemmm" kinan membuang nafas dengan kasar
"udah... makan aja... ntar meleleh... lho... "ucap bian sambil menikmati ice cream blueberry nya.
dari kejauhan sepasang mata mengawasi mereka.. gelak tawa kedua insan itu pun menggambarkan kebahagiaan.
"mas sebelum aku pergi.... aku ingin selalu bersama mu" gumam kinan dalam hati
*
*
"mami lagi ngeliatin apa ci... ???" tanya alina dan mengikuti arah pandangan mertuanya
"mas bian.... !!" suara alina bergetar menahan air mata agar tidak terjatuh....
"alina... yang sabar.... " mami menguatkan hati menantu nya
__ADS_1
alina berjalan cepat... menuju dimana suaminya berada.
"alina... !!"panggil mami tapi alina seolah tak mendengar panggilan mertuan nya ia terus berjalan setengah berlari
"pak ari sini... !!" mami memanggil supir nya
"iya nyonya... " jawab pak ari mendekat pada majikan nya
"jaga Anak-anak saya mau kejar alina... !!" perintah majikan nya
mami menyusul alina yang setengah berlari... "alina.... !!" mami terus memanggil nya
alina berhenti kan langkah nya... "mas.... " suara alina mengagetkan kedua insan yang sedang asyik ngobrol.. bian dan kinan menoleh ke arah sumber suara.
"alina... " bian kaget.... ia bangun dari duduk nya.
"hiks.... hiks... hiks.... "alina menangis....
tak lama mami sampai dimana mereka berada...
"oh.... enak banget ya kamu.... " suara mami emosi ... tangan nya mau menampar kinan tapi langsung di tangkap bian.
"mi... kinan juga istri ku... !!" bentak bian
"kamu berani ya sekarang sama mami... !!" mami makin emosi
"mi... kalau mami Terima kinan sebagai menantu... bian akan nurut semua permintaan mami" bian membujuk mami agar mau menerima kinan.
"hahhh... ??!!!!!!" mami nyengir melihat kinan
__ADS_1
"gimana ya... apa aku Pura-pura saja menerima wanita murahan ini ... biar bian kembali pada alina... "pikiran mami
"gi mana mi... ??" tanya bian
"em... baik... tapi kamu janji mau nurut sama mami lagi... !!" jawab mami...
"makasih mi... aku seneng banget" ucap bian sambil memeluk mami nya.
"alina... maafin aku " bian memegang tangan alina.
alina pun mengangguk.
bian mendekati kinan menggandeng nya mendekati mami.
"makasih bu udah mau nerima kinan"ucap nya sambil memeluk mami.
"jangan seneng dulu ya... aku lakuin ini demi rumah tangga anak ku... jangan harap aku mau nerima kamu"bisik mami pada kinan saat mereka berpelukan.
kinan melepas pelukan mertuanya. dan menunduk. "ini yang bian pengen... kita bisa kumpul... saling nerima dan memaafkan" ucap bian.
mami tersenyum sinis pada kinan. kinan semakin menunduk. sedang alina hanya diam.
"Oya ... kalian kesini naik apa ??"tanya bian
"di antar pak ari mas" jawab alina
"oh.... "bian mengangguk pelan
mami sedang memikirkan bagaimana cara memisahkan bian dan kinan. "bi.... kedua istrimu kan sedang hamil apa sebaiknya kita tinggal serumah jadi kami bisa dengan mudah membagi waktu dan perhatian pada istri-istri mu" saran mami agar dia dengan mudah menyiksa kinan... menantu yang di benci nya
__ADS_1