Cerai Muda

Cerai Muda
KEGELISAHAN DIKA


__ADS_3

Rintik-rintik air hujan tetap setia menemani hingga pagi menjelang. langit pagi ini berselimut kabut membuat dua insan semakin terlelap dalam mimpi mereka. semakin erat pelukan semakin hangat dekapan.


waktu menunjukkan pukul 11.00 siang. Tapi dua insan tetap menikmati hangatnya selimut tebal mereka.


"bik.... saya dan bapak mau pergi ke kondangan bentar ya... "pamit bunda dika


"iya buk.... trus non kia ?" tanya bik nani


"kia kami bawa... oh iya jangan lupa nanti kalau dika dan kinan bangun... siapin makan siang ya bik.... " perintah bunda dika


"siap nyonya" kata bik nani


sepeninggal kedua orang tua nya,,, kinan mengerjapkan mata nya.... kala itu ia terkejut ketika terbangun dirinya dalam pelukan dika. merasa terusik dengan pergerakan kinan, dika pun terbangun.... "maaf ki... "sontak dika merasa tak enak hati dengan posisi saat ini.


"aku yang seharusnya minta maaf... "kinan berkata sambil menunduk


"biar adil ini salah kita berdua" kata dika sambil tertawa... dan untuk pertama kalinya tawa kinan terdengar... saling lempar bantal... saling tarik menarik baju.... saling kejar-kejaran di dalam kamar.... seperti layaknya Anak-anak yang asyik bermain.


Tiba-tiba ponsel dika berdering....


diambilnya dari atas nakas seketika raut wajah dika berubah. berjalan meninggalkan kinan.


kinan menatap punggung dika yang menjauh darinya hingga hilang dari balik pintu.


"kenapa dia tiba-tiba berubah gitu??" kinan heran dengan perubahan dika yang tiba-tiba.

__ADS_1


***


Di teras samping dika mengangkat panggilan telepon nya.


"Hallo... " sapa nya


"waktumu tinggal seminggu lagi... " kata orang yang berada di seberang sana


"iya aku tahu itu" jawab dika


"aku hanya mengingatkan "sambung orang itu


panggilan pun terputus... dika mengusap wajahnya dengan kasar. ia bingung harus berbuat apa sedang kan kinan benar-benar belum mengingat nya.


Di hempaskan tubuh nya ke sofa... sesekali mengacak-acak rambutnya... kali ini ia benar-benar merasa frustasi.


"ah... aku tidak apa-apa... kau tak usah khawatir" jawab nya dan berjalan meninggalkan kinan yang berdiri dekat sofa.


"mau kemana ??" tanya kinan lagi


"Ke kamar mandi... mau ikut ??" dika berbalik dan tersenyum menggoda kinan


Kinan pun tersenyum melihat dika yang sengaja menggoda nya.


Kali pertama kinan menuju ke dapur setelah kepulangan nya dari rumah sakit.

__ADS_1


Terlihat bi nani sedang memasak. kinan mendekat memperhatikan asisten rumah nya.


"Bik..... " sapa kinan


"aduhhh... non kinan... ngagetiin bibik aja" bi nani kaget karena tak biasa nya kinan ke dapur setelah pulang dari rumah sakit.


"kok sepi... emang kia.. bunda sama ayah pada kemana ??"tanya kinan


"oh itu... nyonya sama tuan juga dedek pergi non... "jawab bik nani


"oh... aku bantuin ya bik... "kinan menyuci sayuran yang akan di masak


Sementara di kamar.,


Dika sedang duduk di sofa kamar nya, Gelisah itu yang dika rasakan saat ini.


"Ya Tuhan aku harus gimana... apa yang harus aku lakukan... "ucapnya sambil mata nya terpejam...


Ceklek.....


"Ternyata kau masih di kamar.... " ucap kinan sambil berjalan mendekati dika


seketika dika membuka matanya. kinan sudah duduk di dekatnya. tanpa sengaja pandangan mereka saling bertemu. Rasa itu muncul... sesuatu yang tertidur hampir sebulan ini tiba-tiba terbangun. Dika mendekatkan wajahnya mengecup sekilas bibir mungil kinan. sedangkan kinan terdiam atas perlakuan dika.


Ciuman itu pun terjadi cukup lama. Keduanya menikmatinya. Dika melepas ciuman nya membiarkan kinan untuk bernafas.

__ADS_1


"Maaf" kata yang keluar dari mulut dika


Entah mengapa tatapan mata dika berubah sendu.Dika bangkit dari posisinya dan berjalan ke kamar mandi menuntaskan yang belum terselesaikan.


__ADS_2