Cerai Muda

Cerai Muda
kekhawatiran


__ADS_3

kantor bian..


hari ini tak seperti hari biasanya. hari ini benar-benar sibuk... smua klien minta meeting hari juga. bahkan jam makan siang pun terlewat kan... karena sangking sibuk jadwal meeting.


sekretaris dan asisten bian pun kewalahan mengatur waktu.


bian sedang istirahat setelah selesai melakukan meeting ke tiga nya. merebahkan tubuh nya di sofa ruangan nya. sang asisten sedang keluar untuk menyiapkan makan siang untuk bos besar.


"kenapa tiba-tiba perasaan ku gak enak??" tanya bian dalam hati.... sambil jarinya memijat kedua pelipis nya...


tok…tok…tok…


"masuk !!" perintah bian pada seseorang yang mengetuk pintu ruangan nya.


"misi bos... ini saya bawain makan siang yang sempat tertunda... " kata Rio sang asisten


"taruh saja di meja" perintah bian tanpa menunjuk meja yang di maksud.


"baik bos,ada yang perlu saya bantu lagi.. ??" tanya sang asisten


"cukup... sekarang tinggal kan aku sendiri" bian menyuruh asisten nya untuk keluar meninggalkan nya.


kini di ruangan itu hanya bian sendirian. "oh... aku telfon kinan saja" bian berbicara sendiri


"nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif"


hanya terdengar suara operator


berkali-kali bian menghubungi kinan tapi lagi nihil.


"kemana dia... aku harus telfon alina" dengan segera bian menghubungi alina


di kafe tempat arisan para ibu-ibu sosialita sedang berlangsung... mereka menggunakan barang-barang bermerek... bagaimana tidak mereka istri-istri Orang-orang kaya... jadi wajar saja jika dari sepatu sampai tas juga baju itu barang-barang branded semua.

__ADS_1


di kala sedang berbincang-bincang ,dari dalam tas alina terdengar ponsel berbunyi...


alina langsung melihat siapa yang menghubungi nya... "mas bian... tumben telfon jam segini" kata kinan dalam hati. ia langsung menggeser tombol hijau dandan menjauh dari yang lain.


"halo mas" sapa alina


"lin... kamu dimana ??" tanya bian dengan nada cemas dari seberang sana


"aku bareng mami di kafe mas. kenapa ??"


"aku khawatir dengan kinan... berkali-kali aku hubungi nomor nya gak aktif" jawab bian


"mungkin ponsel nya sedang di cas mas" kata alina


"ya udah makasih lin" bian menutup telfon nya


"aku juga istri mu mas tapi kenapa cuma kinan yang kamu khawatir kan " gerutu alina dalam hatinya. menarik nafas dan membuangnya dengan kasar. dia pun kembali bergabung dengan para ibu-ibu arisan nya.


di rumah sakit


tiba di rumah sakit kinan langsung di tangani dokter... bik ira dan narti menunggu di luar ruangan... bik ira terlihat mondar-mandir di depan ruangan. sedang narti duduk kebingungan melihat bik ira yang sedari tadi gak ada capek nya.


"narti... coba kamu telfon tuan Sekarang !" perintah bik ira


"iya mbak"narti mengangguk


narti mengambil benda pipih dari saku nya dan menekan nomor telfon majikannya.


tut…tut…tut…


"hallo. " sapa dari majikan nya


"tu...tuu...tuuuaaan" panggil narti

__ADS_1


"tumben mbak narti telfon.. ada apa??" tanya bian dari seberang


"ii... iii... iini tuan... non kinan" suara narti terbata-bata


"iya kenapa istri saya??!!!" suara bian khawatir


"non kinan di rumah sakit tuan" jawab narti


"ya udah SMS-in alamat rumah sakit nya.. aku langsung kesana" tanpa basa-basi pembicaraan terputus


di kantor bian


bian membereskan meja kerja nya dan memanggil asisten nya.


"rio ke ruangan ku sekarang !" perintah bian


cklek...


"ada bos??" tanya Rio


"kamu handle kerjaan ku siang ini... aku ada urusan penting. ok" kata bian


maaf ya author telat up nya


jangan lupa selalu


beri like


beri vote


beri rate


agar aku lebih bersemangat ya...

__ADS_1


makacih**....


__ADS_2