Cerai Muda

Cerai Muda
KANGEN MOMMY


__ADS_3

Bik iroh mengajak kia bermain di taman belakang sambil mengerjakan tugas memasaknya. Sesekali menengok kia yang asyik bermain di taman bunga .


Waktu menunjukkan jam makan siang. Makanan sudah siap di meja makan. Bik iroh pun memanggil majikan nya karena makanan nya dah siap.


aska dan arka baru saja pulang sekolah.


"mama..... !!" teriak kedua putra nya


"sayang.... " alina menyambut kedua putra nya dengan hangat. mengecup kening putra nya bergantian.


"laper maa... "ucap aska manja


"ayok ganti baju dulu, terus kita makan sama-sama" perintah alina


"oke mah... "jawab keduanya kompak


Menunggu kedua putranya keluar kamar, alina membantu menyiapkan makan siang di meja makan.


"arka.... !!!.... aska.... !!" alina memanggil kedua putranya dari ruang makan.


"mama.... "sapa arka yang lebih dulu mendekati meja makan.


"ayo... kita makan.. !" alina mengambilkan Anak-anak nya nasi beserta lauk pauk.


"lho ma... dedek mana ???"tanya arka melihat kursi sebelah nya kosong.


"dia ada di dapur sama bik iroh" jawab nya dengan tegas


"kenapa dia gak ikut makan bareng kita ma??" tanya arka lagi


" arka... bisa gak kamu gak usah ngomongin dia di saat kita makan !!!" bentak alina seketika membuat arka terdiam.


"setelah selesai makan, kalian tidur siang.. " perintah alina yang langsung meninggal kan ruang makan.


"kak... kenapa kakak bikin mama kesel? jadinya kakak kena marah kan " ucap aska berbisik


"tapi dedek dimana ?? apa dia udah makan . "arka khawatir, sedang aska cuek-cuek aja.


Setelah kedua nya selesai aska berjalan memasuki kamarnya tapi tidak dengan arka yang berusaha mencari adik perempuan nya.


Arka berjalan ke arah dapur. mata nya menyapu seluruh ruang dapur. Tak di jumpai yang di cari . Perlahan arka berjalan ke luar pintu dapur. Matanya menangkap seseorang yang ia cari sedang duduk di bangku taman belakang.


"Dedek... " sapa nya, dan yang di sapa menoleh tersenyum bahagia.


"tatak.... " ucap kia berusaha turun dari bangku taman.


"gak usah turun dek... biar kakak yang kesitu" arka berjalan mendekati kia


Kedua anak itu asyik bermain, arka sangat menyayangi adik perempuan nya.


"eh... den arka, "bik iroh kaget melihat anak sulung majikan nya berada di taman belakang.


"eh bibik... " sapa arka


"oh iya dek, kamu udah makan belum ??" tanya arka pada sang adik dan kia menjawab dengan gelengan kepala.


"dedek belum makan bik ??" tanya arka kali ini pada asisten rumah tangga orang tuanya.


"belum den" jawab bik iroh


"disini dulu ya dek, nanti kakak balik lagi"arka berlari masuk ke dalam rumah. Dan tidak lama kemudian arka keluar dengan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk nya juga segelas air putih.


"kakak bawain kamu makan siang. kakak suapin ya... "arka pun dengan telaten menyuapi adik perempuan nya. Bik iroh tersenyum melihat pemandangan yang mengharukan di depan nya.


*


*


*


*

__ADS_1


Di tempat lain.


Kinan dan dika sudah berada di rumah mereka. Lega itulah yang di rasakan dika.


"non kinan.... " bik nani memeluk majikan nya karena ikut bahagia atas kesembuhan kinan.


"jangan kenceng-kenceng bik peluknya, nanti kinan nya sesak nafas"protes dika


"aden ah... "bik nani melepaskan pelukan nya


"kia mana bik.... kenapa kok sepi??" tanya kinan mata nya memutar mencari keberadaan sang putri.


"lha bukan nya di bawa nyonya sama tuan banbang" ucap bik nani


"kak... kita kerumah bunda ya... aku kangen sama kia" ucap kinan memohon agar dika mau mengantarnya


"emmm...... baik lah" dika membuang nafas nya dengan kasar sebelum menyetujuinya


"bik... aku sama kak dika mau jemput kia dulu ya" kinan berpamitan dengan asisten rumah tangga nya.


"iya non, Hati-hati ya non"ucap bik nani


Dika bingung harus menyampaikan nya bagaimana, mau mulai dari mana. Sepanjang perjalanan pikiran nya memikirkan cara menyampaikan nya pada kinan.


Kini sampai lah keduanya di rumah sang bunda.


raut wajah dika terlihat gusar dan cemas.


"kak... kamu baik-baik saja kan ??" tanya kinan khawatir


"aku baik-baik saja kok ki.. "jawabnya dan keluar dari mobilnya.


tok


tok


tok


"wa'alaikumussalam... " terdengar sautan salam dari dalam Rumah.


cklek....


Bu Ani membuka pintu. "kinan..... " bu Ani kaget melihat menantu nya berdiri di hadapan nya pasalnya ia bingung menyampaikan nya.


"bunda... " sapa kinan menyalami tangan mertua nya


"ayo masuk... !" bu Ani mempersilahkan mereka masuk


"kok sepi bun.... kia mana ??"kinan langsung menanyakan keberadaan putrinya


"aaa... aaa... annuu... ki... maafin bunda" jawab bunda gugup


"kenapa dengan kia bun... ??" tanya kinan dengan khawatir


"bunda tidak bisa menjaga kia, "jawab bunda sambil menangis


"iya... kia kenapa bun???" kinan mengguncang tubuh mertua nya


"kia di ambil paksa tuan bian nak, maafin bunda" jawab bunda dan memeluk erat menantunya


"sudah bun... jangan nangis.... "kinan mengusap air mata mertuanya itu


"kak.... "panggil kinan pada dika


Dika menatap wajah istrinya. Ia tau apa keinginan istri tercinta nya.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu ki... besok kita kerumah pak bian" bujuk dika


Kinan menunduk, dan mengangguk pelan. sedang dika berjalan menuju kamar nya yang telah lama ia tinggal kan.


Menghempaskan tubuhnya di atas kasur memejamkan mata nya. Hingga terlelap karena beberapa hari ini pikiran nya capek dengan masalah yang di hadapinya.

__ADS_1


*


*


*


*


*


Kediaman Abian satria mahendra


Aska sedang tidur siang kala itu, tapi tidak dengan arka yang sedang bermain bersama kia.


Tanpa arka sadari sang mama (alina) tengah memperhatikan dari kejauhan.


Terlihat kebahagiaan di wajah kia membuat Alina semakin geram dan membenci gadis kecil yang tak tau apa-apa.


"arka... !!" teriakan Alina membuat dua orang anak menoleh


"mama.. " ucap arka lirih


Alina mendekati putra sulung nya. "arka masuk... !!" perintah Alina tanpa melepaskan tatapan nya pada gadis kecil di depan nya


"tapi ma... arka lagi maen sama dedek" protes arka


"sejak kapan kamu membantah perintah mama ??!!" kata Alina dan menarik arka masuk ke dalam rumah.


"tatak..... !!" panggil kia pada arka yang terpaksa meninggalkan nya. sedangkan sang bibik mendekati putri majikan nya. "non kia maen nya sama bibik aja ya" kata bik iroh


Matahari kini sudah mencondong ke barat... hari semakin sore. Alina sebagai nyonya rumah tengah asyik menikmati secangkir teh hangat dan beberapa cemilan. Sedang kedua putranya belajar mengaji dengan guru privat yang sengaja di panggil ke rumah.


Bik iroh tengah memandikan kia di kamar mandi belakang karena Alina melarang kia masuk ke dalam rumah ketika bian berangkat bekerja.


"bik... aku kangen mommy" kata kia yang sedang di sisir rambutnya


"non pengen ketemu mommy ??" tanya bik iroh, kia menjawab dengan anggukan


"non kia bilang aja sama daddy, pasti daddy bakal ajak non kia ketemu mommy" usul bik iroh


"nah sekarang non udah cantik dan wangi.... hayuk... katanya mau nunggu daddy pulang" kata bik iroh


Kia pun keluar dari kamar bik iroh dan berjalan lewat samping rumah menuju halaman depan. bik iroh mendudukkan kia di sebuah ayunan di halaman rumah.


Tak lama kemudian sebuah mobil sport hitam memasuki pekarangan rumah mewah itu.Sang pemilik mobil membuka pintu dan keluar dari mobil.


"Daddy.... !" kia berlari ke arah sang daddy.


"sayang.... "sapa bian tersenyum bahagia melihat putrinya menyambut kedatangan nya.


"cup" bian mengecup kening kia dan menciumi pipi chubby kia


"em... cantik dan wangi banget nih anak daddy" puji bian pada putrinya. Bian mengendong kia memasuki pintu utama.


Tiba-tiba raut wajah kia berubah ketakutan. melihat ekspresi wajah putrinya bian bertanya.


"kia kenapa??" tanya bian namun kia tetap diam karena tatapan mengerikan alina (ibu tirinya).


"mas.... " sapa alina dan mengambil alih tas kerja nya


"kia sayang... daddy lagi capek. kia minta gendongnya entar lagi ya... " ucap alina pura-pura di depan bian.Mengelus rambut kia dan tanpa bian ketahui alina mencubit tangan kia sementara pemilik tangan meringis kesakitan tanpa berani berbicara.Hanya matanya yang berkaca-kaca menahan tangis.


"lho kia kok nangis??" tanya bian yang tetap mengendong putrinya


"mommy... " suara kia sambil menangis


"kia kangen mommy??" tanya bian lagi dan kia pun mengangguk


"besok kita ketemu mommy ya... tapi kia jangan nangis lagi" ucap bian menghentikan tangisan kia


Alina semakin tersulut emosi. Yang benar saja bian akan menemui kinan besok.

__ADS_1


__ADS_2