Cerai Muda

Cerai Muda
kamu yang pertama dan terakhir untuk ku


__ADS_3

"tapi kak.... " kata kinan


"ki.... apa kamu tidak ingin kia mendapatkan kasih sayang seorang ayah?"tanya dika dengan wajah serius


"aku.... "Lagi-lagi ucapan kinan terpotong


"aku tau ki... aku tak sehebat mantan suami mu tapi setidaknya aku akan bertanggung jawab terhadap kalian" dika meyakinkan kinan


"aku tidak memaksa mu menjawabnya sekarang. pikirkan dulu setelah itu beri tau aku jawaban mu" kata dika


mereka berdua seketika diam karena kemunculan bik ira dari dalam membawa dua gelas jus..


"maaf bibik lama" kata bik ira


"gak apa-apa bik... "jawab dika


"silahkan kak diminum" kinan mempersilahkan


dika tersenyum. "ki.... dari semenjak SMA aku sudah mencintai mu... meski aku bukan yang pertama untuk mu tapi aku yakinkan kamu yang pertama dan terakhir untuk ku"batin dika


"sini sayang .... ikut ayah ya.... "ucap dika ketika mengambil kia dari gendongan kinan


"kak" kinan protes ketika dika mengatakan kata ayah pada putri nya


"kenapa... kan benar aku ini calon ayah nya" dika menanggapi dengan santai


mereka bertiga terlihat begitu harmonis seperti keluarga kecil yang bahagia. bik ira tersenyum melihat kinan bisa tertawa kembali setelah berpisah dengan bian.


"ya Allah berikan lah non kinan kebahagiaan . aamiin" doa bik ira dari balik pintu


bian dan alina sampai di rumah dengan saling diam tanpa bicara. bian gampang emosi setelah berpisah dengan kinan. bahkan Hari-hari nya ia sering menghabiskan di kantor dan bahkan jarang pulang kerumah.


"bi.... "panggil alina

__ADS_1


"apa... !!" tanya bian dengan wajah dingin


"mau kemana lagi... kita baru pulang "kata alina menahan suami nya


"aku pusing di rumah mendengar ocehan mu" jawab nya


"papa,..... !!!"aska memanggil bian


"maaf sayang papa ada urusan jadi aska maen ma kak arka ya" kata bian


"kenapa papa sibuk terus.... aska kan kangen papa" kata aska dengan wajah polos nya


"kan papa kerja juga buat aska dan kak arka" kata bian memberi pengertian


"ya dah sana maen sama kakak" perintah bian dan Buru-buru pergi


alina hanya bisa menatap kepergian suaminya. "mbak.... ni aska nya "alina memanggilnya pengasuh putranya


"ayo den aska maen sama mbak yuk" sang pengasuh mengajak aska menjauh dari mama nya. sedangkan kan alina menghubungi seseorang di ponselnya.


"………"


"kita bisa ketemu di cafexxxxx"


"……"


"sekarang ya"


alina menutup panggilan nya dan langsung pergi meninggalkan rumah nya.


di cafexxxxx seseorang telah menunggu nya.


"udah lama nunggunya??"tanya alina

__ADS_1


"gak juga" jawab orang tersebut


"ada apa ngajak aku ketemu??"tanya nya


"aku bingung harus bagaimana lagi... dia sekarang begitu dingin terhadap ku" kata alina mencurahkan unek-unek di pikiran nya.


"udah... gak usah di pikirin... si bian terus. kasihan tuh Anak-anak... "kata dokter Farel


"pikirkan juga kesehatan dirimu... "nasihat dokter Farel.


"aku takut rel... "kata alina


"takut apa??? " tanya Farel


"aku belum siap... jika itu terjadi pada ku" jawab alina


"yang paling penting kamu semangat. "kata Farel.


"iya.... "


"mau pesan apa biar aku pesan kan?" tanya Farel


"minum saja. jus jambu" jawab alina


"emm.kamu menemui ku bian tau tidak lin?"tanya Farel lagi


alina menggeleng kan kepala nya.


"rel kamu janji kan tidak akan memberitahu nya, tentang penyakit ku yang sebenarnya"kata alina dengan wajah memelas


**jangan lupa vote lagi vote lagi dan lagi


jempol nya selalu ya...

__ADS_1


di tunggu komentar kalian okey....


up nya telat coz othor nya baru ja nyelesein kerjaan readers... maaf telat**


__ADS_2