Cerai Muda

Cerai Muda
pingsan


__ADS_3

sebulan sudah kinan hidup seatap dengan istri pertama suami nya dan juga mertuanya.


setiap harinya kinan di perlakukan seperti pembantu bahkan lebih parah,jarang di kasih makan atau sekedar istirahat saja tidak boleh. bik ira tak bisa berbuat banyak karena dia hanya seorang pelayan .mana berani melawan nyonya besar di rumah itu.


mertuanya menyiksa nya di kala bian sedang tidak di rumah.


kandungan kinan kini sudah delapan bulan...


tapi kinan kelihatan lebih kurus.


siang itu "kinan.... !!!" teriakan mami memanggil nya


"iya mi.... " jawab kinan mendekat


"mana baju yang mau aku pake hari ini untuk arisan.. ?? udah kamu setrika ??" tanya mami


"sudah mi... sebentar kinan ambil kan" jawab kinan dan langsung mengambil baju yang mami maksud.


"aduhh....... sakit banget.. " kinan merasa kan sakit pada perut nya


"kinan.... !!!" teriak mami lagi suara nya lebih tinggi dari yang tadi


"ada apa sih... mami teriak nya kenceng banget... ??" tanya alina yang baru keluar dari kamar nya


"ini si kinan lama banget di suruh ambil baju " jawab mami dengan wajah kesal


"mi... alin gak tega lihat kinan... bagaimana pun dia juga punya hak yang sama dengan alin... dia juga istri sah mas bian di mata hukum dan agama" ucap alina

__ADS_1


mami menyeruput teh hangat... sambil membaca majalah fashion favorit nya


"mi... ini baju nya" kinan memberi kan baju yang mami minta.


"kembali kerja…!!" perintah mami


kinan dengan menahan sakit di perut nya kembali untuk menyetrika baju-baju penghuni rumah besar itu.


mami bersiap untuk acara arisan nya dengan baju warna biru dongker selutut di padankan dengan tas branded warna senada milik nya.


"alina... ... " panggil mami dengan lembut


"iya mi... alin dah siap kok" jawab alina keluar dari kamar dengan menggunakan dress berwarna hitam dengan perut yang buncit maklum kandungan nya sekarang sudah lima bulan..tapi masih terlihat seksi rambut bergelombang berwarna coklat ...sepatu berhak sembilan senti dengan tas branded nya alina terlihat sempurna.


mereka langsung meluncur ke tempat acara arisan yang anggota nya para ibu-ibu sosialita.


"ya Allah... sakit banget... " ucap kinan lirih....


bik ira yang membawa jemuran untuk di setrika, masuk ruangan itu dan "non kinan kenapa ??"bik ira panik melihat kinan merintih kesakitan... dengan muka pucat .


"sakit bik.... " suara kinan lirih hampir terdengar


"non tunggu ya... bibik mau telfon pak bian dulu" bik ira berlari mengambil gagang telfon dan melakukan panggilan.


panggilan 1 tak di Jawab


panggilan 2 juga tak di jawab

__ADS_1


panggilan 3 dan seterusnya nya tak juga di jawab.


bik ira makin panik dan kembali berlari mendekati kinan.


"non... kinan bertahan ya bibi antar ke rumah sakit" ucap wanita paruh baya itu tak kuasa melihat majikan nya pucat dan lemah seakan tak berdaya.


"narti... " bik ira memanggil salah satu pelayan di rumah itu


"iya mbak ira... "narti mendekat ke sumber suara


"ya Allah non kinan kenapa mbak ira??" tanya narti dan pelayan yang lain pun ikut melihat keadaan majikan nya.


bik ira menangis "narti cepet bilang pak ari untuk menyiapkan mobil kita bawa non kinan kerumah sakit.. !" perintah bik ira ke narti pelayan di rumah itu


"mbak ira pak ari nya lagi nganter nyonya besar dan nyonya muda arisan" kata ijah pelayan yang tugas nya beres-beres ruangan.


"aduh... gimana??" bik ira panik


"cepat panggilkan taksi sekarang !" perintah bik ira lagi


salah satu pelayan itu memesan taksi online. dan lima menit taksi datang. para pelayan sibuk mengangkat tubuh kinan ramai-ramai.


hanya bik ira dan narti yang ikut mengantar kinan ke rumah sakit.


selama perjalanan di dalam mobil bik ira menangis tiada henti... "non., sadar non.... hiks... hikss... " bik ira menepuk pelan pipi cabi kinan.


narti yang melihat bik ira nangis pun ikut meniti kan air mata... "mbak kita berdoa saja semoga non kinan dan bayinya baik-baik saja" narti berusaha menenangkan hati bik ira

__ADS_1


__ADS_2