Cerai Muda

Cerai Muda
kerinduan yang mendalam


__ADS_3

pagi ini hari pertama kinan masuk sekolah dengan memakai seragam putih Abu-Abu... bahagianya tak dapat di lukiskan.


pip...pip....


terdengar klakson mobil di depan rumah kinan..


siapa lagi kalau bukan bian.


" kinan... sudah di jemput tuh nak... " panggil ibu kinan


" iya bu" saut kinan


" cantik sekali anak ibu" sanjung bu lilis pada anak nya.


" iya donk bu... kinan". jawab kinan dengan begitu pede nya.


" kinan berangkat dulu ya bu... assalamu'alaikum " pamit kinan dengan mencium punggung tangan ibu nya.


"wa'alaikumussalam.. Hati-hati nak. '' pesan bu lilis


Bian membuka kan pintu utuk kinan dan segera mungkin melajukan mobil nya.


Hari berganti hari ,bulan berganti bulan. hubungan mereka semakin dekat saja bahkan seperti amplop dan perangko... peribahasa jaman dulu... hehehe


tak terasa mereka menjalin hubungan sudah dua tahun. sekarang kinan kelas tiga SMA. kinan semakin cantik saja.


bian pandai menyimpan cinta nya dari istrinya. karena di rumah bian tetap menjadi suami dan ayah yang baik untuk istri dan anak-anak nya.


jadi mana mungkin Alina curiga karena bian sangat pandai menutupi nya.


sedang dengan kinan bian mengaku sebagai pria single .


kali ini bian berencana berlibur dengan keluarga kecil nya.


ketika bersiap untuk berangkat ponselnya berbunyi.


" mas kok gak jemput aku si?? " pesan yang di kirim kinan.


" maaf yank hari ini aku dah di bandara.. aku lupa kasih tau kamu... jadi maafin mas ya yank gak bisa anter kamu . " balas bian dalam pesan nya.


" ya dah gak pa yank".balas kinan.


kinan sedikit kecewa dengan bian yang pergi tanpa pamit sama dirinya.

__ADS_1


tapi gimana lagi.. resiko punya pacar pengusaha yang super sibuk ngurusin perusahaan nya.


kinan menghembuskan nafas dan pergi menuju sekolah nya.


siang ini kinan menunggu bian mengabari nya tapi gak ada pesan satu pun yang masuk.


" kok gk ngabarin si...? " gerutu kinan sendirian.


seharian tak ada kabar... kinan gelisah terus menerus memandangi ponsel nya.


Sementara itu bian sedang asyik dengan istri dan kedua anaknya. sampe- sampai dia lupa mengabari kekasih hati nya yaitu kinan.


Malam pun datang lagi- lagi kinan memandangi ponsel nya tapi tak ada pesan dari bian.


" sibuk banget kah hingga kamu lupa ma aku mas?? " tanya kinan dalam hatinya dengan lesu.


tiga hari, empat hari bahkan seminggu ini tak ada kabar dari bian.


kinan merasa sedih... karena pujaan hatinya melupakan nya.


sedangkan bian tak bisa mencuri waktu untuk mengabari kekasih hatinya di karena kan Alina selalu ada di samping nya.


padahal bian begitu rindu nya pada kinan.


mereka berdua merasakan rindu yang sama.


sesampainya di rumah anak-anak nya langsung berlari menuju ruang tengah. Alina berjalan menuju kamar nya. bian kembali ke mobil dan tancap gas menemui kekasih hatinya.


kinan yang sedang berada di teras depan rumah nya kaget melihat siapa yang datang menemui nya.


" mas bian... " sapa kinan dengan wajah terkejut.


" kangen ya?? " bian bertanya menggoda kinan..


kinan tersipu malu bercampur bahagia..


" kok sepi yank... ibu dimana? " tanya bian sambil melihat sekeliling rumah kinan.


" ibu pergi mas ke rumah nenek.. baru tadi pagi berangkat nya" jawab kinan dengan raut muka manja nya.


" mas gak di suruh masuk ni..?? " ucap bian sambil menggoda kinan...


"ayo masuk mas... " kinan mempersilahkan bian masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


Mereka berdua masuk di saat rumah sepi tiada seorang pun kecuali mereka.


" kemana aja.. baru nongol..?!! " tanya kinan dengan sedikit ketus.


" mas kan di hati kamu yank. " jawab bian menggoda.


kinan menunduk dengan raut muka cemberut, bian memeluk kinan dengan mesra. tangan nya mengangkat dagu kinan dan mengecup bibir nya dengan lembut.


kinan terbuai mereka pun melepas rindu yang mendalam. bian bangun dari duduk nya dan menggendong kinan masuk ke dalam kamar kinan yang dekat dengan ruang tamu.


Bian merebahkan kinan di tempat tidur, dengan pelan bian mengelus wajah kinan. kinan seakan terhitnotis dengan perilaku bian yang penuh kelembutan...


bian pun mulai menciumi kinan dari atas hingga bawah tanpa sedikit pun terlewatkan.


tiba - tiba hujan turun deras... menambah kehangatan mereka berdua...


perlahan bian melucuti baju kinan satu persatu...


ia menikmati setiap inci tubuh kinan...


langsung ia menindih tubuh kinan dan menghentakkan senjata nya namun selalu gagal secara kinan masih tersegel...


tanpa patah semangat bian terus dan terus mencoba nya... meski kinan menangis menjerit kesakitan...


"aaaaaaagh... " isak tangis kinan menahan sakit akibat ulah bian.


" tahan yank bentar lagi kok" ucap bian sambil berusaha mndorong nya hingga masuk setengah nya.


"aaaaaaaghhhh....!!! " jerit kinan kesakitan.


bian tak menggubris tangisan kinan.. sekarang dalam pikiran nya ia harus berhasil membuka segelan kinan. semakin ganas dan semakin panas.... akhir nya segelan terbuka oleh bian...


kinan menangis sejadi-jadinya...


bian memeluk... " yank sakit banget ya? " tanya bian..


kinan tetap saja menangis menahan sakit di area sensitif nya dan kecewa kenapa ini harus terjadi.


"coba mas liat? " bian duduk dan membuka selimut nampak lah darah bercampur cairan putih di area sensitif kinan.


" maafin mas... mas janji tidak akan meninggalkan kamu yank. " bian mencoba menenangkan kinan yang dari tadi menangis terus.


kinan tak berkata apa pun. terdiam tak percaya ia melakukan nya sebelum mereka menikah.

__ADS_1


hari makin sore bian mengambil baju nya yang tercecer di kamar dan pamit untuk pulang. sedangkan kinan masih di atas tempat tidur.


" mas pulang ya yank... besok mas kesini lagi.. " bian pamit dan mengecup kening kinan. berjalan ke arah keluar rumah


__ADS_2