Cerai Muda

Cerai Muda
tak menyangka


__ADS_3

di kamar bian melakukan panggilan telepon pada kinan.


tuttt…tutt…tutt……


"hallo mas" suara kinan


"iya sayang….. maaf tadi mas lagi meeting jadi HP mas silent. " bian berkata bohong


"iya gak Apa-apa mas... aku yang haruse minta maaf karena aku dah ganggu suami ku kerja" kinan


"kamu lagi dimana yank... kok kayak bising gitu... ?? tanya bian


"ini lagi di depan apotek mas,nunggu bik ira nebus vitamin" jawab kinan


"oya gimana tadi kata dokter.. bayi kita sehatkan ??"tanya bian perhatian


"iya sehat kok"jawab kinan


ketika bian dan kinan sedang asyik ngobrol di tephon,mami tidak sabar ingin segera pergi shopping dan mencari-cari keberadaan bian.


"mana si bian kok lama banget ambil kunci ama dompetnya" kata mami gak sabaran.


"Alina panggilin ya mi... " ucap Alina


"jangan nak... biar mami aja yang nyamperin bian ke kamar" mami menahan Alina pergi dan kini mami berjalan menuju kamar. ketika mendekati pintu kamar mami mendengar bian sedang telpon an.


"telponan sama siapa si bian ini" tanya mami dalam hati sambil menguping pembicaraan bian.


pembicaraan di telepon.


"yank... kamu jaga Baik-baik buah cinta kita"perintah bian

__ADS_1


"iya mas... aku akan selalu menjaga nya" jawab Kinan


"I love you sayang" gombal bian


"love you too"jawab kinan


dan telepon terputus


Tiba-tiba mami membuka pintu kamar dengan kasar...


BRAKKKK


bian menoleh dan kaget.. "mami... sejak kapan mami disitu??" tanya bian kaget


"mami akan cari tau siapa wanita itu"gumam dalam hati mami


"mi…kok malah bengong?" tanya bian


mereka sekeluarga menuju mall terbesar di kota itu..


kinan lama menunggu bik ira yang tak kunjung keluar dari apotek tersebut.tak lama kemudian


"maaf non lama soalnya antri nya panjang banget"kata bik ira menjelaskan.


"iya gak Apa-apa bik" jawab kinan penuh pengertian


"non kita langsung pulang apa ada yang mau di beli?? "tanya pak amin


"oh iya pak... kita ke mall aja.. aku pengen beli baju soal nya banyak yang dah gak muat" kata kinan


"iya kan non perutnya makin gede"kata bik ira sambil mengelus perut kinan

__ADS_1


"oya bik.. jangan beritahu mas bian ya tentang keadaan kinan... soalnya kinan gak mau bikin mas bian sedih" permintaan kinan pada bik ira


"tapi non... tuan harus tau... "ucap bik ira


"jangan bik... janji ma aku ya... " kinan memohon pada bik ira


bik ira menganggukkan kepalanya sambil mengelus rambut kinan.


"pak amin juga ya jangan bilang mas bian" kata kinan


"iya non" jawab pak amin yang sedang menyetir menuju mall


.


sesampainya di mall tersebut kinan turun dengan bik ira. sedang kan pak amin nunggu di parkiran.


kinan berjalan sambil melihat-lihat dan mata kinan tertuju pada toko baju.


"bik kesitu yuk... "ajak kinan


kinan berjalan menuju toko baju itu ,ketika melangkahkan kaki ke dalam toko mata kinan terbelalak... dan menitikan air mata.


"mas bian" panggil kinan


bian yang sedang asyik memilihkan baju untuk alina menoleh kearah sumber suara dan bian kaget.


deg..


"kinan" bian kaget


mami dan alina pun ikut menoleh. kinan hanya terdiam dan menangis. bik ira mengusap-usap pundak kinan.

__ADS_1


"oh... jadi ini perempuan yang tadi pagi telponan sama kamu bi... " mami bersuara


__ADS_2