Cerai Muda

Cerai Muda
penyesalan part 1


__ADS_3

" ya udah gwe pamit pulang ya... jaga istri loe baik-baik jangan sampe loe nyesel bi... " dokter Farel berpamitan meninggalkan bian di antar oleh bik ira.


tak lama kemudian kinan perlahan membuka matanya. raut wajah ketakutan dan selalu menunduk tak berani menatap suaminya.


"syukurlah kau sudah bangun yank.... " kata bian yang hendak memeluk kinan. tapi kinan memundurkan tubuh nya menolak pelukan sang suami. bian memegang tangan kinan... "jangan sakitin aku... hiks…hiks…hiks……" kinan bergerak menjauh....


"maafin aku yank.... " kata bian mencoba mendekati kinan...


"tidak……!!!" suara kinan dengan melangkah mundur


"aku akan mengobati luka pada tubuhmu yank... aku tak akan melakukan ini lagi" katanya


kinan meringsut di sudut kamar... dengan keadaan yang menyedihkan. bian segera memeluk nya dan mengecup berkali-kali puncak kepala kinan.


"maafin aku.. aku janji tidak akan menyakiti mu lagi" ucap bian mengelus rambut kinan. mengajaknya berdiri dan duduk di tepi ranjang.


"aauu..... !!" teriakan kinan


"sakit ya... maaf ya yank... "bian mengoleksi salep pada luka di tubuh kinan.


kinan hanya diam. memandang ke arah lain. setelah selesai mengobati luka. bian ke kamar mandi untuk cuci tangan. dan mengambil bubur menyuapi sendok demi sesendok.


"kenapa kau sekejam ini padaku.. bahkan kau tak memberi waktu untuk aku menjelaskan mu.. ... padahal kau tau kaulah orang yang aku cintai. tapi kau tidak hanya menyakiti tubuhku juga menyakiti hatiku" batin kinan


air mata nya jatuh begitu saja. "kenapa menangis lagi?? aku kan sudah minta maaf" kata bian sambil menyuapi bubur ke mulut kinan.

__ADS_1


"ibu… aku kangen ibu…hiks…hiks…" tangisan kinan tanpa mengeluarkan suara.


"besok kita datang ke rumah ibu ya" kata bian


"aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi " ucap kinan di sela tangisnya


"iya mas janji besok kita temui ibu,sekarang jangan nangis lagi. "kata bian menghapus air mata kinan


"aku sudah tidak punya ibu.... ibu sudah meninggal" kata kinan sambil menangis.. bian memeluk nya


"kata siapa ibu sudah meninggal.? katakan??!" tanya bian menakup wajah kinan yang penuh luka memar.


kinan menceritakan kepergian nya dan siapa yang mengantarnya.


sekarang dalam hati bian hanya ada penyesalan telah memperlakukan kasar istri kecilnya.


bian menangis. membenarkan posisi kinan. menyelimuti nya. dan bian pun tertidur di samping nya.


pagi nya bian bangun lebih pagi dari kinan. hari ini ada meeting penting di kantor nya hingga ia harus bangun pagi. setiap melihat wajah kinan rasa penyesalan selalu muncul.


bian sudah berpakaian rapi dengan jas hitam nya.


ia sedang duduk di sofa sambil mengecek file-file nya...sesekali matanya melirik kinan... bian keluar kamar menuju meja makan. menikmati sarapan dengan mami, alina juga Anak-anak nya.


sementara di kamar ,kinan merasakan tulang-tulangnya remuk.... untuk bergerak saja rasa nya sakit banget. kinan mengira bian sudah pergi ke kantor...

__ADS_1


kinan menyandarkan di kepala ranjang.ia menangis "bu... aku merindukan mu... bu kinan harus bagaimana... kinan tak punya siapa-siapa lagi bu... hikss…hiks…hiks…" suara kinan menangis


bian membawakan sarapan tapi berhenti di balik pintu. ia mendengar keluh kesah istri kecilnya... hati nya serasa teriris... dia menyesali telah membuat istri kecilnya terluka.


ckrek....


pintu kamar terbuka... kinan mengusap dengan segera air matanya.


"kau sudah bangun sayang" sapa bian membawa kan sarapan meletakkan nya di meja.. dan berjalan mendekati kinan yang bersandar di kepala ranjang.


senyum kinan tak seperti senyum biasa nya...kali ini senyum yang seakan di paksakan.


maaf ya readers up nya dikit2 maklum... akunya sambil kerja nulis nya... jadi di maklumin aja


oya jangan lupa


beri jempol


beri vote


beri rate


juga komentar kalian ya...


agar aku makin semangat up nya....

__ADS_1


dukung selalu karya ku ini....


matur suwun


__ADS_2