
*
*
*
AKU BERUSAHA UNTUK UP LAGI DEMI PARA READERS TERSAYANG...🥰
MESKI HATI KU SEDANG KACAU 😂😂
MAKLUMIN YAH... COZ AKU NYA SEDANG GALAU BANANA NI.... BAWAANNYA PENGEN MEWEK TAPI YA.... SEMOGA SEMUA AKAN BAIK-BAIK AJHA....
Entah kenapa malam itu kinan merasa nyaman di dekat dika.... air mata kinan jatuh di pipi mulusnya. merasa ada yang menetes jatuh tepat di tangan nya, dika memandang wajah kinan.
"kenapa menangis ???" tanya dika dengan tatapan sendu sambil mengusap air mata kinan
"aku belum juga mengingat mu" jawab nya sambil sesegukan
"sudah lah jangan memaksa kan pikiran mu... aku tak ingin kau kenapa-napa" di rengkuh nya tubuh kinan dalam pelukan nya.
Dan dari kejauhan sepasang mata orang tua menatap dengan kesedihan."semoga mereka selalu di beri kebahagiaan ya yah" doa sang bunda yang menitiskan air matanya.
"bunda jangan nangis... kita do'akan yang terbaik untuk mereka" sang ayah pun menenangkan hati istri nya.
"ayo kita masuk... kasihan cucu kita sendirian" ayah mengandeng sang istri menuju kamar mereka.
*
*
*
"maaf aku lupa nama mu "ucap kinan
"dika itu nama ku" dika tersenyum dan menyebutkan nama nya
"dika... "ucap kinan mengulang nama dika
"udah malem. kamu harus istirahat.. ayo masuk" dika bangkit dari duduknya dan mengandeng kinan untuk masuk ke dalam rumah.
mereka berjalan memasuki rumah. dan dika mengantarkan kinan ke dalam kamar mereka.
"ini kamar kita " kata dika sambil mengambilkan piyama tidur kinan dari lemari.
"ganti baju mu... dan cepat lah tidur" dika menyodorkan piyama pada kinan
"ah.. iya" kinan menerima piyama nya dan memasuki kamar mandi.
sementara kinan berganti baju., dika menata tempat tidur nya. kasur lantai yang dika pilih untuk tidur malam ini.
"tidur lah... aku akan tidur di bawah. tenang saja"dika merebahkan tubuhnya di kasur lantai.
"kau bilang kau suami ku... kenapa kau tidur disitu?" ucap kinan yang duduk di tepi ranjang
"sebelum kau mengingat ku... aku tidak ingin memaksa mu... aku ingin kau sendiri yang mengingatku" dika mengucapkan dengan mata terpejam
kinan terus menatap wajah dika... rasa tak tega menghampiri nya. sedangkan dika sudah terlelap dalam mimpinya.
"dia tampan... apa benar pria suamiku??"tanya dalam hati kinan
kinan turun dari ranjang menghampiri dika yang tengah terlelap... sungguh hatinya merasakan rasa yang tak menentu... tangan nya mengelus wajah dika.... memperhatikan dari jarak dekat... dika mengeliat buru-buru kinan naik keranjang nya dan Pura-pura tidur.
dika membuka mata nya. mendudukkan tubuhnya. menatap ke arah kinan. bangkit dari tempat nya dika membenarkan selimut yang kinan pakai. tangannya terulur mengelus pipi kinan. dan mengecup kening nya. "selamat tidur sayang... aku sangat mencintaimu" ucap dika dan kembali ke tempat semula.
Kinan yang pura-pura tidur mendengar ucapan dika dengan sangat jelas. tapi dirinya masih ragu mana kala pria yang mengaku suaminya bukan hanya dika. tak lama kemudian kinan pun terlelap .
Dika bangun ketika adzan subuh berkumandang dilihat nya ke arah ranjang kinan masih terlelap dalam mimpinya. dika pun berjalan ke kamar mandi untuk berwudhu. dika sebenarnya ingin mengajak kinan sholat subuh berjamaah tapi ia tak tega untuk membangunkan nya. dika sholat seorang diri.
Disaat dika sholat, kinan terjaga dari tidurnya. mata nya menatap ke arah dika yang sedang khusyuk dalam sholat nya.
"kau sudah bangun?" tanya dika saat melihat kinan sedang memperhatikan nya
"ah.. iya" jawab nya
__ADS_1
"ingin sholat??"tanya dika
"aku tak ingat bacaan nya" jawab nya polos
"nanti ku ajari"ucap dika
kinan pun mengerjakan sholat di pandu oleh dika.
"Terima kasih"ucap kinan
"itu sudah tugas ku" dika berkata sambil bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamar meninggalkan kinan seorang diri.
Di dapur sang bunda sedang mempersiapkan sarapan di bantu bik nani.
"bun... "sapa dika
"eh... sudah bangun nak... "bunda menoleh ke arah suara.
"ayah mana ??"tanya dika sambil membuat susu untuk kinan
"di belakang sama kia... "jawab bunda sambil memasak
"aku ke kamar dulu ya bun.mau siap-siap kuliah.. "kata dika sambil membawa segelas susu
*
*
*
*
ceklek...
pintu kamar terbuka. namun tak ada kinan disana.
dika mengedarkan pandangan nya namun kinan tak disana. "dimana kinan?"gumam nya
"ada apa ?" tanya kinan
"ini... aku buatin susu untuk mu, di minum selagi hangat" kata dika
"hmm" jawab kinan dan mengambil susu di meja samping tempat tidur nya.
"em... ki... hari ini aku ada kuliah... jadi aku gak bisa nemenin kamu di rumah. gak apa-apa kan ???" dika memberitahu kinan
"iya"kinan hanya mengangguk
"tapi di rumah ada bunda, kia juga bik nani... jadi kamu gak sendirian" lanjutnya
"oh iya satu lagi... sepulang kuliah aku gak langsung pulang... karena aku masuk kerja. nanti kamu mau aku belikan apa??" tanya dika
"tidak usah"jawab kinan
"aku Siap-siap dulu"ucap nya dan masuk ke kamar mandi
Kinan bingung harus apa.. akhirnya kinan hanya duduk di tepi ranjang. tak lama dika keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di pinggang. "eh... kamu masih disini??" tanya dika kaget melihat kinan yang duduk anteng di kamar.
kinan menundukkan wajahnya. "maaf aku tidak tau"ucap dika sambil mengambil baju ganti nya dan kembali lagi ke kamar mandi.
selesai berganti baju dika keluar kamar dengan mengenakan kemeja lengan panjang yang di gulung sesiku dan celana jeans hitam.
"ayo kita sarapan"ajak dika mengandeng kinan menuju meja makan.
Sementara di meja makan Sang ayah dan bunda telah menunggu. mereka makan tanpa ada yang bersuara.
"ayah... bunda... dika pamit ya.. "dika bangkit dari kursi dan menyalami kedua orang tua nya.
"ki... aku berangkat ya... "dika pamit pada kinan
"iya Hati-hati" jawab nya
kinan mengantarkan sampai kedepan ... "Hati-hati di rumah" ucap dika sebelum berangkat
__ADS_1
kinan mengangguk patuh. dan dika pun melaju dengan motor kesayangan nya. kinan menatap sampai tak terlihat.
hari begitu cepat. malam ini kinan sedang bermain bersama kia dan sang bunda di ruang televisi.
suara motor berhenti di depan rumah... " wah... kia itu papa kia pulang"kata sang bunda
"papa... " teriak gadis kecil berlari kedepan menyambut sang papa.
"eh... anak papa... cantiknya"ucap dika memeluk putri nya dan men gendongnya.
"kok belum bobok sayang??" tanya dika pada putri kecilnya
"unggu papa puyang"jawab gadis kecil nya
"sekarang papa kia udah pulang... jadi ayo kia bobok ama nenek yuk... " sang bunda mengambil alih kia dari dika dan membawanya kekamar.
sedangkan kinan hanya menatap tanpa bersuara.
"udah makan ki... ??"tanya dika namun hanya anggukan sebagai jawab an nya.
"aku mandi dulu ya... "ucap dika yang berjalan menuju kamarnya namun kinan malah mengekor di belakang nya.
ketika menyadari kinan berjalan di belakang nya dika pun berbalik arah dan bertabrakan dengan tubuh kinan. "aku ingin mandi... kamu ingin ikut ??"tanya dika mencoba menggoda
"tidak"kinan menggeleng
"kenapa mengikuti ku?" tanya dika lagi
"aku takut sendiri an"jawab nya
Dika menghembuskan nafas nya. dan melanjutkan niat nya untuk mandi. disaat dika mandi. kinan berinisiatif mengambilkan setelan piyama untuk dika dan menaruhnya di atas ranjang.
dika keluar dari kamar mandi dan " ini bajunya... "kinan memberikan setelan piyama yang ia siapkan. dika menerima dengan senyum bahagia.
"terimakasih"ucapnya dan kembali masuk ke kamar mandi.
Dika menata kembali kasur lantainya, kinan yang memperhatikan dika pun tiba-tiba bertanya " apa kau sudah makan?" tanya kinan tiba-tiba.
"sudah"jawab dika dan merebahkan tubuhnya di atas kasur lantai yang tepat beada di sisi ranjang kinan.
"kau belum ngantuk ??"tanya dika melihat kinan masih duduk melihat nya.
kinan hanya menggeleng.
"tidurlah... "titah dika
"apa kau tidak ingin tidur disini bersama ku?" tanya kinan sambil mengelus kasur di sebelah nya
"kenapa??"tanya dika kembali
"aku takut "jawab nya
"baiklah aku akan menemani mu"dika bangkit dari tempat nya dan naik ke sisi ranjang.
"tidurlah"dika menyelimuti tubuh kinan dengan selimut. kinan pun memejamkan mata nya dan terdengar nafas yang teratur itu tandanya kinan telah terlelap dalam mimpinya.
Dika pun turun perlahan dari ranjang. dan "Cup" kecupan itu mendarat di kening kinan.
dan dika pun tidur kembali ke tempat semula di kasur lantai nya . selama seminggu dika pun tidur terpisah bukan tanpa alasan. karena kinan belum mengingat dirinya sebagai suaminya. dan dika pun tak ingin memaksakan itu pada wanita yang amat di cintainya itu.
**HAI READERS.... MAAF YA KALI INI AKU DOUBLE UP NYA....
MESKI GAK ENAK HATI DAN PIKIRAN TAPI OTHOR TETAP BERUSAHA UNTUK UP...
JANGAN LUPA DUKUNG KARYA KU DENGAN SELALU BERI VOTE....
VOTE NYA MANA PARA READERS.....
GOYANG KAN JEMPOL KALIAN...
JUGA KOMEN KALIAN YANG BIKIN AKU SEMANGAT......
MATURSUWUN NGEH**
__ADS_1