
malam menjelang.... dika masih betah berlama-lama di rumah kinan. bik ira dan kinan sedang menyiapkan makan malam. sedang dika lagi asyik bermain-main dengan si gembul kia.
"kak.... ayo makan dulu... " ajak kinan
"iya ki.... "dika pun menuruti ajak kan kinan.
"ayo nak dika... maaf masakannya hanya sayur dan tempe sama telur"kata bik ira
"iya bik... ini ja dah alhamdulillah" dika langsung mengambil piring di depan nya.
dika, kinan dan bik ira sedang makan malam bersama. tidak ada obrolan di meja makan. suasana hening hanya terdengar sesekali suara dentingan sendok. dika mencuri-curi pandang ke arah kinan. ketika kaki dika ingin menyengol kaki kinan tiba-tiba.... "aduh.... " bik ira mengaduh ketika dika salah menyenggol kaki yang bik ira di kira itu kaki kinan.
"kenapa bik ??" tanya kinan
"gak apa-apa... perut bibik tiba-tiba sakit. bibik tinggal dulu ya" bik ira Pura-pura karena bik ira memahami situasi.
"ki.... makan yang banyak... biar asi mu juga banyak" dika menambahkan nasi pada piring kinan
"udah kak... ini terlalu banyak" protes kinan... mata nya terbelalak melihat nasi yang menumpuk di hadapan nya.
"pokok nya harus habis... !" perintah dika dengan tersenyum melihat ekspresi muka kinan yang mengemaskan.
sementara itu di lain tempat. bian sedang membersihkan diri di kamar mandi kamarnya. di dalam kamar alina menyiapkan baju suami nya. dan menunggu untuk turun bersama.
alina duduk di sofa dalam kamarnya. beberapa menit kemudian bian keluar dari kamar mandi.
tatapan dinginnya. tanpa menyapa istri yang sedari tadi menunggu nya.
bian melewati baju yang telah alina siapkan. dan berjalan menuju lemari besar di kamarnya.
"bi...... "sapa alina
bian hanya diam dan acuh. seakan tidak ada siapa-siapa di sana. memakai baju yang di ambilnya sendiri berjalan keluar kamar melewati alina begitu saja.
__ADS_1
"sebegitu cinta nya kah kamu bi pada kinan... sampai sebegitu marahnya kamu dengan ku?" batin alina ketika bian seolah tak menganggap dirinya
bian menuruni anak tangga dan di belakang nya alina membuntuti nya.
"tuan silahkan... " kepala pelayan menundukkan kepala nya dan mempersilahkan majikan nya duduk ketika menuju di meja makan. pelayan yang lain menyiapkan nya.
bian duduk di ikuti alina. dan kedua putra nya.
bian hanya menyapa putra-putra nya tanpa melihat ke arah alina.
"bi... biar aku ambil kan "Alina berinisiatif mengambilkan nasi tapi bian menampik tangan Alina.
"pelayan... ambilkan nasi untuk ku.. !" perintah abian
"baik tuan" kata sang pelayan
mereka pun makan malam dengan keheningan. tak ada suara tak ada tatapan keharmonisan.
selesai makan bian menuju ruang keluarga. duduk di sofa sambil menonton acara televisi.
"bi... ini teh nya" kata alina
"bik narti...... !!!" panggil bian pada pelayan nya
"iya tuan" cepat-cepat bik narti berlari mendekat pada sang majikan.
"buatkan saya kopi... saya sedang ingin kopi... "perintah bian
"biar aku saja yang bikinin" kata alina
"denger gak bik... bikinin saya kopi... !!" teriak bian
bik narti segera membuat kan kopi majikan nya. alina terdiam di samping bian. rasa nya ingin menangis tapi tiada guna untuk menangis sekarang.
__ADS_1
"maafin aku bi... "ucap alina meminta maaf.
bian melirik dengan tatapan sadis nya. dan pergi meninggalkan alina seorang diri.
"tu... tuuan ini kopinya" kata bik narti
"gak jadi bik.... saya mau keluar " kata bian ketika berpapasan dengan bik narti.
bian masuk kamar mengambil jaket hitam dan kunci motornya. alina terpaku melihat nya.
"di rumah kinan"
dika dan kinan duduk di bangku depan rumah sambil memandang pemandangan malam. dika tak kan menyerah untuk memperjuangkan cintanya.
"ki.... apa kamu mau nikah ma aku ??" tanya dika
kinan menoleh memandang wajah dika. "kita jalani aja dulu kak " jawab kinan
"maksudnya ki ??" tanya dika lagi
kinan menghembuskan nafas kasar nya. "huff..... kita jalani dulu kak... kalau kita langsung nikah... aku takut kak dika bakal nyesel" jawab kinan lagi
"berarti kita pacaran dulu ki ??" tanya dika tak percaya
kinan mengangguk dan tersenyum. "terimakasih ki.... "dika mengenggam tangan kinan
"udah malem aku pulang dulu ya" dika permisi untuk pamit pulang.
"Hati-hati kak" ucap kinan
"tentu sayang" kata dika
dika masuk ke dalam rumah dan menghampiri kia "kia... ayah pulang dulu ya... kia jangan rewel kasihan bunda... " dika mengecup kening kiabi....
__ADS_1
kinan melihat kasih sayang dika begitu terharu... ia semakin mantap untuk menerima dika sebagai ayah kia.
dika tersenyum sebelum ia berlalu pulang. hatinya begitu bahagia. akhirnya cinta pertama nya akan segera jadi milik nya. meski kini kinan seorang janda.