
"tolong maafin aku mbak" kinan mengiba
alina bersandar di tepi pintu dengan tangan di tekuk didada , pandangan membunuh... memandang kinan bersimpuh di kakinya.
"baik ,...aku akan memaafkan mu tapi dengan syarat" kata alina
"apa mbak syaratnya??" tanya kinan dengan posisi yang sama.
"tinggalkan bian sekarang juga.. !!" perintah alina
kinan bangun dari duduknya.. "tidak mbak... aku tidak bisa... "menggelengkan kepala nya dan berjalan mundur meninggalkan alina
"huufff" alina membuang nafas dengan kasar
brak... menutup pintu kamar dengan membanting nya.
kinan duduk seorang diri di teras samping... pikiran nya bercabang kemana-mana... sungguh kali ini kinan merasa bagai simalakama. "apa yang harus aku lakukan??? " gumam kinan dalam hati nya
"non... kok melamun??" bik ira menyadarkan lamunan kinan
"a.. aahhh... gak kok bik" ucap kinan sembari mengusap air matanya
"non kinan menangis? cerita non sama bibi " bik ira duduk di bangku sebelah kinan
kinan memeluk bik ira... menumpahkan segala unek-unek nya. ia bingung harus berbagi cerita dengan siapa.
seminggu berlalu semenjak kepergian bian ke London. dalam perhitungan dua minggu lagi kinan akan melahirkan. tapi malam ini kinan sudah merasakan kontraksi yang semakin sering.
bik ira selalu setia menemani sang majikan nya. itu atas perintah tuan nya yang sedang pergi jauh ke luar negeri.
"bik..... " panggil kinan terbangun dari tidurnya.
"iya non... non kenapa??"tanya bik ira bergegas mendekati majikan nya.
"perutku sakit bik....aaghh " kinan merasakan kesakitan yang luar biasa.
__ADS_1
"non.... non kinan mau melahirkan ?? bukanya masih dua minggu lagi?" bik ira seraya bertanya
"aagghhh... !" kinan semakin kesakitan.
"bibik siapin baju dan perlengkapan nya dulu non" bik ira berlari dan memasukkan perlengkapan yang harus di bawa.
bik ira berlari mencari bantuan.
tok…tok…tok…
bik ira mengetuk kamar nyonya besar alias mami.
"ada apa malam-malam nganggu tidur saya aja.. " kesal sang mami sambil membuka pintu kamar nya
"non kinan nya... mau melahirkan" kata bik ira panik
"biarin... apa urusan ku... kamu aja tuh yang urus. "kata mami sambil menutup kembali kamarnya.
bik ira Bener-bener panik... berlari mencari pak ari dan narti. dengan di bantu pak ari dan narti , kini kinan sudah sampai di rumah sakit.
"ira... coba kamu hubungi tuan" perintah pak ari
setelah dua jam di dalam ruang bersalin akhirnya tangisan bayi terdengar.
"alhamdulillah... " ucap syukur ketiga pelayan tersebut.
sekarang kinan telah di pindah ke ruang inap,
"non... selamat ya... putri non kinan cantik... "ucap bik ira...
"iya non selamat... Bener-bener cantik kayak non kinan" kata bik narti
"waduhh tuan sekarang sudah lengkap memiliki anak perempuan.... "kata pak ari
"makasih ya bik ira bik narti pak ari... " kata kinan bahagia
__ADS_1
"pules banget ya bobok nya.... lucu banget non.. "kata bik narti
kinan tersenyum... "oh iya bik... apa mas bian sudah di beri tau ?"tanya kinan
mereka bertiga saling pandang. "nomor tuan gak bisa di hubungi non" jawab bik ira...
"ya udah pak ari dan bik narti pulang saja.. biar bik ira di sini nemenin saya" ucap kinan
"gak apa-apa non kami tinggal??" tanya pak ari.
"gak apa-apa kok pak. makasih ya. " jawab kinan
"kalau begitu kami permisi ya non" pamit bik narti dan pak ari untuk pulang.
-
-
-
-
**Maaf ya readers baru bisa up...
sakitnya alhamdulillah udah sembuh...
tapi....
lagi ada tugas mendadak di dunia nyata jadi telat up nya.
jangan lupa beri vote
jempol dan rate
__ADS_1
jangan lupa pula tinggalkan jejak komentar kalian yaaaa........
matursuwun ngeh.... 🥰🥰🥰🥰**