Cerai Muda

Cerai Muda
tak sadarkan diri


__ADS_3

bian masuk ke kamar kinan dan membanting keras pintu kamar tersebut. tangan nya mengusap wajah dengan kasar. menjatuhkan tubuhnya di ranjang kinan.


sementara bik ira tetap menangisi kinan di depan kamar mandi. para pelayan lain nya pun ikut menitikan air mata.


"non.... non kinan..... " bik ira memanggil-manggil majikan nya


"sakit bik.... perut kinan sakit.... hiks…hiks…hiks…" suara kinan menangis lirih...


"non... " bik ira mengebrak pintu kamar mandi karena panik


"non kinan.... !" panggil nya lagi tapi tak ada sahutan dari dalam sana. semakin khawatir menerjang bik ira


"ira.... kalau kamu ingin tetap bekerja di sini jangan ikut urusan majikan kalian... dari tadi berisik sekali... !!" seru mami mendapati bik ira yang menangisi kinan


"tapi nyonya tolong non kinan.... dia sedang hamil nyonya" bik ira memohon pada nyonya besar


"aku tidak peduli mau mereka matipun aku gak perduli... !!" bentak nya dan meninggalkan ruang belakang.


bik ira terpaku... bingung harus berbuat apa.


dikamar bian tertidur. jam menunjukkan pukul 12 malam. bik ira duduk bersender pintu kamar mandi belakang dimana kinan sedang di kurung.


"non.... non kinan.... " panggil bik ira memastikan majikan nya baik-baik saja. tapi tak ada jawaban. bik ira mengetuk nya berkali-kali namun nihil.


ketika semua orang sedang tidur. hanya bik ira yang masih setia menunggui majikan nya. Tiba-tiba terdengar langkah kaki menuju dapur. sosok tinggi besar bertubuh kekar siapa lagi kalau bukan bian. bik ira berlari dan bersujud di kaki bian memohon agar membukakan pintu tersebut.


kali ini emosi bian sudah mereda. bian berjalan ke arah kamar mandi belakang dan membuka nya.


dan betapa menyedihkan nya sosok wanita hamil dengan pakaian yang lusuhnya dengan terdapat noda darah di pakaian nya. luka lebam di mana-mana. bahkan sudah tergolek tak berdaya.

__ADS_1


badan nya lemas. tatapan mata sendi nya. di peluk nya tubuh tersebut. di angkat nya menuju kamar. bik ira mengekori bian dan menangis terus menerus.


di baringkannya tubuh lemah itu di ranjang tidurnya. ia mengingat kejadian lima jam yang lalu. bian menangisi sambil memeluknya.


"maafin aku sayang... maafin aku.. " ucap nya sambil menciumi wajah kinan tiada henti


"tuan... biar saya gantiin baju non kinan... kasihan non kinan kedinginan karena bajunya basah" kata bik ira


"iya bik" kata bian


di buka lah perlahan dress yang kinan pakai . bian di bantu bik ira menggantikan baju kinan. bian memandangi tubuh istri nya yang penuh dengan lebam seakan dia menyesal telah menyakiti istri nya. "maafin aku... "ucap nya berkali-kali. tapi tak ada respon apapun dari kinan.


selesai memakaikan pakaian bik ira keluar untuk membuat kan teh hangat dan bubur untuk kinan.


"sayang... maafin aku... aku khilaf... "ucap nya mendekap kinan yang tak berbicara sedikitpun.


"jangan membuatku cemburu... aku takut kehilangan mu" ucapnya mengenggam tangan kinan yang suhunya dingin sedingin salju.


bik ira membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas susu juga teh hangat yang di letakkan di meja dekat sofa kamar kinan. bik ira mendekati ranjang dan menyentuh kinan... "ya Allah tuan... non kinan... "tangis bik ira pecah saat itu. bian semakin erat memeluk tubuh yang tak berdaya itu. "bik jaga kinan bentar"kata bian mencari ponsel nya.


"halo rel... ke rumah gwe sekarang" ucapnya setelah panggilan tersambung. belum juga mendengar Jawaban bian menutup telepon nya.


setengah jam perjalanan dokter Farel telah sampai di rumah mami. dokter Farel masuk ke kamar kinan atas perintah bian dan diantar mang ari. "silahkan pak... saya permisi" ucap pak ari


dokter Farel masuk kamar untuk memeriksa kinan.


dokter Farel kaget melihat wajah kinan yang lebam. "ini kenapa bro... ??" tanya dokter Farel


"tadi... aku menghukum nya"jawab nya

__ADS_1


"parah loe kasian bini loe... dia lagi hamil bi.... jangan kamu siksa begini. " kata dokter Farel


"aku khilaf rel" kata bian


"kondisinya lemah bi.. tekanan darah nya juga rendah. "kata sang dokter menjelaskan keadaan kinan


"terus ??" tanya bian


"misal gak di tangani istri loe bisa melahirkan sebelum waktunya. bi... coba loe perhatiin istri loe... jangan kerjaan aja yang loe urusin.. ini dia hanya pingsan tapi bentar lagi pasti sadar kok"


kata dokter Farel


"satu lagi bi... tahan emosi loe, lihat nih cantik begini loe siksa.misal loe dah bosen mending buat gwe juga mau.."ledek dokter Farel


"jangan liatin wajah istri gwe... !"kata bian ketus


"kalau gwe gak liat gimana gwe meriksanya. ??" tanya dokter Farel setengah menggoda.


"ini obat ama salep nya. "kata dokter sambil menyodorkan pada bian


Hai readers up lagi nih....


jangan lupa dukung karya ku


dengan cara *beri jempol


*beri vote


*beri rate

__ADS_1


dan juga tinggalkan komentar kalian yah....


__ADS_2