
"yank... !!" panggil bian...
tapi kinan terus berjalan tak menoleh. kinan masuk kamar mengunci pintu...ia bersandar di balik pintu kamar nya mengusap air mata nya... menangis tanpa suara.
"ya Allah apa aku salah jika aku merasakan cemburu... ??" tanya nya dalam hati.
"tok …tok…tok…
bian mengetok pintu kamar "yank... yank... bukain... aku bisa jelasin semua. " bian berusaha menjelaskan..
"yank.... dengerin aku... "rengek bian
dua pasangan mata menonton pertengkaran bian dan kinan dari balik pintu kamar mami... mereka melihat bian yang tiada henti mengetuk pintu tapi pintu tersebut tetap tertutup rapat
mereka tersenyum gembira. bian merasa putus asa. berbalik arah menuju sofa ruang tengah... menjatuhkan tubuh nya dengan kasar...
bian benar-benar terlalu sering membuat kinan kecewa tapi bian juga tak bisa melepaskan nya.
pikiran nya gusar... tak terasa sampai ia tertidur di sofa.
dengan meng endap-endap alina keluar dari kamar mami kembali ke kamar nya.
*
*
keesokan hari nya seperti biasa kinan bangun pagi. ketika melangkah keluar kamar ia mendapati suaminya tengah tertidur di sofa.
kinan menggelengkan kepala nya. kinan berjalan ke arah dapur menghampiri bik ira.
"pagi bik... " sapa kinan...
"non kinan sudah bangun??" tanya bik ira
"aku pengen Jalan-jalan pagi bik" ucap manja khas kinan. bik ira asisten rumah tangga tapi kinan sudah mengganggap nya seperti ibu nya.
"ya udah bibi selesein dulu nyapu nya.. " kata bik ira
sementara pelayan yang lain sibuk dengan tugas masing-masing. bik ira menemani kinan Jalan-jalan. bik ira pelayan khusus untuk melayani semua kebutuhan kinan.
mami dan alina sedang duduk santai di teras samping... menunggu sarapan selesai di siapkan.
bian bangun dari tidur nya... merenggangkan otot-otot nya yang kaku... mengusap wajahnya dan matanya menatap pintu kamar kinan... "kinan udah bangun belum ya??" kata bian dalam hati
.. *
*
*
*
kinan dan bik ira berhenti di taman yang jaraknya tak jauh dari rumah mertua nya itu..
duduk di sebuah bangku taman.. "bik... aku harus bagaimana... mami tetap gak suka ma aku??" ucap kinan sambil memijit kaki nya yang terasa pegal...
__ADS_1
"bibik bingung non,tapi non harus sabar dan kuat ya" ucap bik ira
kinan mengangguk... "bik... kaki aku kok bengkak ya... " ucap kinan sambil menunjukkan kaki nya
"ya ampun non.... bukanya kemarin jadwalnya non periksa kandungan" bik ira mengingat kan
"iya bik... aku lupa... ya udah nanti bik ira temenin aku ke dokter ya... !!" ajak kinan
"### bik ayok pulang... " sambung kinan sambil berusaha berdiri dari duduk nya.
-
-
-
di rumah
bian membuka kamar kinan... matanya menyapu keseluruh ruangan tapi orang yang di cari tak ada... "hahh" dengus bian.. bian memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi kinan.
dan kini kinan dan bik ira telah sampai di rumah tepat nya di teras samping.
kinan begitu kaget melihat mertua nya telah menatap dengan tatapan membunuh.
"ya Tuhan... tolong aku dan bayiku"doa kinan dalam hati.
"enak bener kamu... yang lain kerja kamu malah Jalan-jalan"ucap mami menatap kinan
"maaf nyonya" kata bik ira
plak.... plak... plak...
suara langkah kaki dari dalam rumah semakin mendekat.
"ternyata pada ngumpul disini... pantesan di dalam sepi" suara bian mengagetkan mami
"iya dong bian... mami gi ngobrol ja sama mantu-mantu mami yang cantik " kata mami mengelabui bian
"makasih mi... dah mau nerima kinan dan bayi dalam kandungan nya" bian memeluk mami nya
"oya bi... nanti mami mau ajak istri-istrimu shopping... gimana??" mami meminta izin
"em.... tapi mi... kandungan kinan dah besar gitu... apa gak kecapean??" bian berusaha menolak
"menurut mami gak Apa-apa... kinan nya juga mau kan sayang?? "tanya mami pada kinan
"i.. iiiiya mi... , sekalian hari ini kinan mau periksa kandungan kinan"jawab kinan
"ya udah mami mau sarapan dulu... " mami berjalan kedalam rumah.
"mas ayo sarapan" alina mengajak bian
"iya... kamu duluan aja lin" jawab bian. alina pun meninggalkan mereka berdua.
bian menatap kinan. yang dari tadi menunduk tanpa kata. "yank maafin aku" bian meminta maaf
__ADS_1
"aku tidak marah mas... kenapa kamu minta maaf?" ucap kinan tanpa menatap wajah suami nya.
"terus kenapa semalam kamu menangis??" tanya bian lagi
"karena aku merasa menjadi orang bodoh," jawab kinan
"kamu…"
"aku gak berhak cemburu mas karna aku sadar posisi ku.. mbak alina juga berhak atas dirimu" sekali lagi butiran bening jatuh
"aku sangat mencintai mu... " kata bian mengusap air mata kinan.. bian memeluk nya
"hiks.... hiks.... "tangisan kinan dalam pelukan suaminya
"aku mohon mengerti lah keadaan ku... aku tak bisa menceraikan alina karena dia ibu dari Anak-anak ku... dan aku juga tak bisa melepaskan mu karena kamu cinta ku... aku sangat mencintaimu kinan" ucapan bian penuh kebimbangan
"maafkan aku kinan... aku tak bisa melepasnya dan aku tak sanggup untuk kehilangan mu... aku ingin bahagia bersama kalian.. "sambung bian
"kamu mengerti kan??" tanya bian menakup wajah kinan.
kinan hanya mengangguk.bian semakin mempererat pelukan nya
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
maaf ya kadang telat up...
karena author juga sibuk di dunia nyata
mohon dukungan nya
jangan lupa like nya
vote nya juga ya...
__ADS_1
makasih......