Cerai Muda

Cerai Muda
Bukti cinta


__ADS_3

sesampainya di rumah bian tersenyum terbayang kejadian barusan. dia tidak menyangka kalau dirinya melakukan itu dengan kekasih hati nya.


"sayang kok senyum-senyum sendiri... ?? " tegur Alina melihat bian bertingkah tak seperti biasa.


" oh... tadi aku cuma inget cerita lucu temen ku aja. " bian berusaha menutupi dari istri nya.


"mau aku buatin kopi?? " alina bertanya sambil mendekat suaminya.


" gak usah.. aku mau mandi aja sayang.. " jawab bian yang masih terbayang wajah kinan.


selesai mandi bian dan keluarga kecil nya makan malam bersama.


di sisi lain kinan sendirian di rumah, ibu nya sedang menginap di rumah nenek nya seminggu ke depan. melamun itu yang kinan lakukan sekarang. dia benar- benar tak percaya dengan apa yang terjadi tadi siang. air mata berlinang.


kinan takut ibu nya tau.


ting... ting... bunyi notifikasi pesan ponsel kinan.


''malem yank.. kamu sedang apa? '' bian bertanya lewat pesan.


kinan hanya membaca tanpa membalas nya. dia merasa kecewa, sedih dan bingung. sesekali air mata nya jatuh membasahi pipi mulus nya.


" kamu kenapa yank.. masih sakit gak?? '' tanya bian khawatir lewat pesan.


Lagi-lagi kinan tak membalas nya.

__ADS_1


bian semakin khawatir dengan kinan takut terjadi sesuatu pada nya.


bian mengambil kunci mobil nya dan berjalan melewati istrinya. dengan terburu-buru.


" mas mau kemana? '' tanya Alina yang melihat suaminya terburu-buru.


" aku ada urusan bentar. kamu baik- baik di rumah.. gak usah nunggu aku pulang.. tidur duluan aja. '' jawab bian dari dalam mobil nya.


bian pergi menuju rumah kinan dengan penuh kekhawatiran. sampailah di depan rumah kinan.


rumah itu terlihat sepi. bian turun dari mobil berjalan menuju pintu rumah kinan.


tok... tok..tok....


kinan kaget melihat bian datang.


kinan mempersilahkan masuk. bian memandang wajah kinan yang terlihat lesu tak ceria seperti biasa nya.


" yank masih sakit?? '' tanya bian khawatir


kinan hanya menggelengkan kepala nya. bian menggenggam tangan kinan.


" sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan mu yank... apa pun yang terjadi''. bian mengucap janji sambil memeluk tubuh kinan dan mengelus rambut nya.


kinan mulai merasa nyaman dalam pelukan bian.

__ADS_1


mereka berpelukan cukup lama. sesekali bian mengecup kepala kinan yang masih dalam pelukan nya.


mereka makin mesra. apalagi di rumah cuma mereka berdua dalam waktu malam.


" boleh aku meminta bukti cinta mu untuk ku yank ??'' ucap bian mulai terbawa nafsu nya


" maksud nya mas?? '' tanya kinan dengan polos nya sambil melepas pelukan nya.


" aku pengen melakukan lagi malam ini dengan mu yank. ''bian mulai terbudak nafsu nya.


" tapi.... mass.... " bian menyentuh mulut kinan dengan jari telunjuk nya ..


" gak sakit kok... mas akan pelan- pelan. ''bujuk bian.


dengan segera bian mendaratkan ciuman nya di bibir kinan. kinan membalas nya karena terbawa suasana . bian menutup pintu rumah kinan dan menguncinya.


lalu menarik tangan kinan menuju kamarnya.


dan malam itu mereka membuktikan bukti cinta nya. entah malam itu berapa kali bian melakukan nya hingga tenaga nya terkuras habis... sampai-sampai males tuk pulang. bian pun akhirnya nginep di rumah kinan.


waktu menunjukkan pukul 02.00 Alina yang tadinya dah tidur kini kebangun tak mendapati suami nya.


" dah jam 2 kok mas belum pulang ya'' gumam nya


Alina keluar kamar tapi tak ada tanda- tanda keberadaan suami nya itu. dia duduk di sofa hingga tertidur sampai pagi.

__ADS_1


__ADS_2