Cerai Muda

Cerai Muda
kekecewaan bian


__ADS_3

mendengar itu Bian mengepalkan tangan nya... "tega sekali mami melakukan ini pada kinan"gumam bian dalam hati.


"mas.... " panggil kinan


"yank... "bian menoleh dan mendekati kinan


"mana yang sakit... ???" tanya bian sambil memeriksa bagian tubuh kinan


"aku tidak apa-apa mas" jawab kinan


"kenapa kamu sembunyiin ini dari mas ??" tanya bian sambil memeluk kinan


"maksudnya mas apa?? kinan gak nyembunyiin apa-apa" jawab kinan seolah tak mengerti


"sejak kapan mami nyakitin kamu yank ??"tanya bian menakup wajah kinan


tapi kinan menunduk "jawab sayang... " ucap bian


"hiks.... hiks... hiks.... "kinan menangis dan bian mempererat pelukan nya.


seminggu sudah kinan di rumah sakit dan seminggu pula bian tak pulang kerumah.


sore ini kinan sudah di ijinkan pulang. "sekarang kita pulang"kata bian


"iya makasih mas udah menjaga dan merawat aku" ucap kinan


"itu udah jadi tanggung jawab ku yank... "bian menggenggam tangan kinan. bik ira membereskan pakaian kinan dan sekarang siap untuk pulang.


di perjalanan tiba-tiba hening. "yank kita kerumah mami dulu,kita ambil barang-barang yang tertinggal" kata bian sambil nyetir.


kinan hanya mengangguk.


rumah mami

__ADS_1


mobil memasuki pekarangan rumah mewah mami ... mereka bertiga turun dari mobil. bian dan kinan masuk ke rumah dan "bian maafin mami... mami bener-bener nyesel "kata mami memegang tangan kekar putra nya. tapi bian tak bergeming...


"kinan maafin mami ya nak.... mami bener-bener khilaf dan menyesal. tolong kasih mami kesempatan sekali lagi"mami merlutut di kaki kinan... merasa gak enak kinan mengangkat bahu mami untuk berdiri.


"mas.... kita gak usah pindah ya... kasihan mami... " kinan membujuk suaminya


"aku tidak mau anak ku menjadi korban penyiksaan mami"kata bian melirik mami nya.


mami terus saja menangis. sedang alina hanya bisa diam karena dia tak berdaya di hadapan suaminya.


"kinan mami mohon... maafiin mami. .. jangan pergi nak... " mami memohon pada kinan


"iya mi... kinan akan terus di sini " kinan memeluk mami . bian terlihat kesal dan meninggalkan kinan dan mami nya.


"makasih sayang kamu dah maafin mami" ucap mami sambil menggandeng kinan menuju sofa.


"non... "panggil bik ira sambil membawa koper


"bik... kinan gak jadi pindah... kinan mau disini menemani mami. " kinan berkata sambil duduk di samping mertuanya.


"kinan... maafin aku ya" permintaan maaf Alina


"seharusnya aku yang meminta maaf pada mbak Alina... karena kinan_…"belum selesai mami langsung memotong pembicaraan kinan


"sudah-sudah kalian sama-sama mantu mami... mami sayang kalian" ucap mami


di kamar bian


"huffffff" bian membuang nafas dengan kasar


ckleek....


"mas... " panggil kinan

__ADS_1


tapi bian hanya diam dan membuang muka dari kinan


"mas... maafin aku" kinan mendekati bian yang berbaring di tempat tidur.


tapi bian malah pergi meninggalkan kinan dan keluar kamar..


"aku tidak tau jalan pikiran mu yank... aku ingin membawa mu pergi agar kau dan anak kita baik-baik saja tapi kau malah menolak... hufff" gumam bian dalam hati berjalan menuju kamar Alina. bian begitu kecewa dengan keputusan kinan


kamar Alina....


ceklek... tap. …tap… tap…


langkah kaki bian memasuki kamar istri pertama nya. dia tersenyum ketika melihat Alina di depan meja rias nya...


"tumben sekali mas mampir ke kamar ku.. hemmm?" kata Alina yang sibuk dengan berbagai alat kecantikan nya


"apa tidak boleh... ?" bian bertanya sembari menjatuhkan tubuhnya di kasur.


"tentu boleh" Alina berjalan mendekati suaminya dan duduk di tepi ranjang


"mas... kau kenapa ??" tanya Alina


"aku tidak tau"jawab bian tiba-tiba tidur di pangkuan Alina...


maaf ya baru UP


soal nya aku rada sibuk


jangan lupa selalu berikan dukungan untuk ku


beri like


beri vote

__ADS_1


beri rate


makasih.....


__ADS_2