Cerai Muda

Cerai Muda
JANGAN TINGGAL KAN DADDY LAGI


__ADS_3

Bian membawa kia ke dalam kamar yang dulu di tempati kinan. memeluk sang putri menenangkan nya.Hingga kia pun terlelap dalam dekapan nya.


Merasa tangisan putrinya berhenti, bian memandang wajah imut sang putri. Di baringkan nya tubuh mungil itu di atas kasur. Di selimuti dan mengecup kening putrinya.


"Met tidur sayang.... daddy sangat menyayangi mu. semoga kita bisa berkumpul lagi dengan mommy"ucap nya setelah mengecup kening kia.


Bian meninggalkan kia di kamar. Berjalan kearah dapur mencari bik iroh...


"eh tuan... ada yang bisa bibik bantu??" tanya bik iroh tak biasa nya majikan nya itu ke dapur.


"bik... untuk malam ini tolong jagain kia" perintahnya


"iya tuan" kat bik iroh. bian pun meninggalkan dapur. berjalan ke dalam kamar utama. alina baru saja keluar dari kamar mandi.


"puas kamu mas !!" ucap alina dengan nada kesal bercampur emosi


"maksudnya apa??" tanya bian tak mengerti


"puas kamu udah ngebentak anak kita demi seorang anak dari wanita murahan itu.. !!" alina meluapkan kemarahan nya.


"Dia anakku... !!" teriakan bian tak Terima dengan ucapan alina.


"kalau bukan murahan terus apa, haa ?!!! wanita penggoda suami orang. kalau bukan murahan aku harus menyebutnya apa?!!" kata alina dengan nada tinggi


"itu bukan salah kinan. itu salahku... dan kia itu anakku... anak yang terlahir dari wanita yang amat sangat aku cintai... !!" bian kesal marah ketika alina menjelek-jelekkan kinan di hadapan nya.


Deg...


Hati alina terasa sesak ketika mendengar Kata-kata bian. Ia sadar meski hidup bersama tapi hanya raga nya yang alina miliki tapi tidak dengan hatinya. sungguh miris.


Bian keluar kamar dengan membanting pintu dengan kasar. sedang Alina terdiam dengan linangan air mata.


Sofa tempat yang bian pilih untuk istirahat malam ini. merebahkan tubuhnya pikiran nya menerawang entah kemana.


Teringat akan putrinya, bian bangun dari posisinya berjalan menuju kamar dimana putrinya tidur.


ceklek....


di buka nya pintu perlahan, terlihat kia yang tertidur pulas.. bian mendekati putrinya.


"tuuuan.. " sapa bik iroh yang terbangun


"ssstttt.... bibik tidur ke kamar bibik saja, karena saya mau tidur disini" ucapnya pelan takut membangunkan tidur sang putri.


Bik iroh pun beranjak pergi dan menutup pintu perlahan. sementara bian naik ke atas kasur sangat pelan. Mendekap nya mengecup keningnya.


"selamat tidur putri kecil daddy" bisik nya sebelum mata nya terpejam.


Di tempat lain,


Dika dan kinan telah sampai di rumah sakit. dika menunggu di luar sebut ruangan dimana kinan sedang di periksa oleh sang dokter.


dret... dret.... drettt....


ponsel dika pun bergetar, di ambil nya dan terlihat sang bunda melakukan panggilan pada nya.

__ADS_1


"assalamu'alaikum bunda.. "dika menyalami ibundanya


"wa'alaikumussalam, nak. " jawab bunda dengan nada panik


"kenapa bun???" tanya dika


"maafin bunda.... dari tadi bunda hubungi kamu tapi ponsel kamu gak aktif. " jawab bunda


"oh iya... tadi ponsel dika batre nya abis. ngomong-ngonong ada apa bun??"tanya dika lagi


"kia... nak... kia... "ucap bunda sambil menangis


"iya, kia kenapa bun??" tanya dika penasaran dan khawatir


"kia di bawa mantan suami kinan" bunda pun menangis


"maksud bunda pak bian ???"tanya dika


"iya"jawab bunda


"bunda jangan nangis, nanti biar dika selesai in masalah nya sama pak bian. "dika mencoba menenangkan sang bunda


dan sambungan telepon pun di matikan. Dika mengusap wajahnya dengan kasar. kenapa bian mengacaukan rumah tangga nya.


"suami bu kinan" panggil sang dokter yang memeriksa keadaan kinan


"saya dok, bagaimana keadaan istri saya"??" tanya dika bersemangat


"alhamdulillah... istri anda ingatan nya sudah kembali, silahkan anda sudah bisa menemui istri anda, saya tinggal dulu pak" ucap dokter itu


"Terima kasih ya Allah, engkau mengabulkan doa-doa ku".dika mengucap syukur.


"kakak kenapa.... emang nya aku kenapa ??" tanya kinan bingung


"kau sudah mengingatku ki... ??" tanya dika


"hei.... kakak pikir aku sudah pikun apa" mencubit perut dika dengan ekspresi cemberut.


"kau tidak sadar sebulan ini kau amnesia ki.... jujur aku takut kehilangan mu"Lagi-lagi dika memeluk kinan dengan posesif


"kia mana kak... ??" tanya kinan celingukan mencari keberadaan putri kecilnya.


dika bingung harus memberitahunya apa tidak.


"di rumah bunda ki, ini dah malam ayo tidur besok kita pulang ke rumah nya" bujuk dika. dan kinan pun menuruti nya. mereka pun tidur di kamar rumah sakit.


Di rumah bian,


"daddy.... !! daddy.... !!!" teriakan kia membuat bian terbangun dari tidur nya.


"anak daddy yang cantik udah bangun" sapa bian dengan suara khas bangun tidur.


"daddy.... angun .. kia pengen alan-alan daddy.... " kia menguncang kepala sang daddy yang tertidur lagi.


"hmmm.... " bian pun bergumam tak jelas.

__ADS_1


Gadis kecil itu bangun turun dari ranjang nya. keluar kamar meninggalkan daddy nya yang masih tidur di dalam kamar.


Mata nya menyapu seluruh ruang rumah itu.... berjalan ke sembarang arah.


"non kia" sapa bik iroh


"non kia mau kemana??" tanya bik iroh dengan lembut


"alan-alan" jawabnya


"lho kok sendirian?? daddy mana??" tanya bik iroh sambil menggendong tubuh mungil kia.


"daddy tidul.. " jawab nya polos


Bik iroh membawa putri majikan nya ke taman belakang. terlihat tawa riang sang putri kecil majikan nya. kia berlari-lari mengejar kupu-kupu.


bik iroh mengerjakan tugas nya sambil mengawasi putri majikan nya.


Di kamar bian terbangun. Meraba tempat sebelahnya seketika ia bangkit dari tidur nya. "kia... ???" bian turun dan mencari keberadaan sang putri kecil nya. panik itu yang bian rasakan.


Tanpa mencuci muka bian keluar kamar.


"kia.... !!" teriakan bian menggema di penjuru ruangan


"pagi-pagi kok teriak-teriak... " gerutu alina yang duduk di sofa ruang tengah


"kamu liat kia lin??? " tanya nya


"mana ku tahu, bukan nya dia putrimu" sindir alina


Bian pun tak menanggapi nya dan berlalu pergi kedapur menemui asisten rumah tangganya.


"bik... !!" panggil bian


"iya... tuan.... " bik iroh berlari menuju sumber suara


"ada apa tuan??" tanya sang asisten rumah tangga nya


"bibik liat kia tidak??" tanya bian khawatir


"oh... non kia... ada di taman belakang tuan. tadi pagi bibik melihat non kia berdiri sendirian di ruang tengah, jadi mending bibik ajak main di taman belakang. maaf tuan" jawab bik iroh panjang lebar


Bian pun ke taman belakang menemui sang putri.


"kia.... " panggil bian pada putrinya


"daddy... " kia berlari mendekati daddy nya


"jangan bikin daddy takut ya sayang... " ucapnya sambil memeluk kia


"daddy kok angis. ??" tanya kia dan mengusap air mata sang daddy dengan jari mungilnya.


"jangan tinggalin daddy ya sayang... kia janji??" ucap bian


"iya daddy... " jawab putri kecilnya dan memeluk erat daddy nya.

__ADS_1


Kia sekarang sudah akrab dengan daddy nya. bahkan sudah terbiasa dengan keberadaan daddy nya. bagaimana kancing dan baju. menempel terus. karena bian selalu saja mengajak nya kemana dia pergi.


__ADS_2