
"ternyata mami benar... kamu memang baik lin...
maafkan aku yang telah mengabaikan kamu" kata bian datar
alina tersenyum "bi... sebenarnya aku tak tega melihat mu begini... "batin alina
semenjak itu hubungan alina dan bian jadi lebih baik. tapi kadang bian duduk melamun di taman samping dimana kinan sering duduk di situ bersama nya.
"kenapa kamu hianati aku kinan" batin bian
alina melihat suaminya duduk termenung seorang diri, ia berinisiatif mendekati nya.
"kenapa sendirian??"tanya alina
"hmmm " bian tersenyum
"bi... lupakan kesedihan mu... kita mulai dari awal lagi "kata alina sambil menggenggam tangan bian. bian memandang alina dan memeluknya.
"terimakasih lin... "ucap bian dalam pelukan mereka
kediaman mami kembali seperti dulu lagi. tak ada lagi keributan atau hinaan bahkan tangisan pun tak terdengar.
bian perlahan melupakan cinta nya pada kinan.
-
-
-
-
-
-
Tiga bulan kini berlalu... sekarang bian menata kembali hidup dan rumah tangga nya bersama alina.
mereka pun pindah rumah. agar bian tak mengingat kenangan nya bersama kinan.
sedangkan mami menyusul sang papi di Inggris.
pagi itu bian sedang membersihkan diri di kamar mandi. sementara alina masih bersandar di kepala ranjang.
tak lama kemudian bian keluar dengan handuk yang di lilitkan di pinggang.
"lin... ambilin baju ku... "perintah bian.
"iya" alina beranjak dari tempat tidur nya dengan sempoyongan...
__ADS_1
"kamu kenapa ??" tanya bian khawatir
"emmm kepala ku pusing bi... " jawab alina yang kembali mendudukkan tubuhnya.
"ya dah kita kedokter ya... "ajak bian memberi perhatian
-
-
-
-
-
-
-
di rumah bik ira...
"sayangnya mama..... udah bangun ya... " kata kinan sambil menciumi pipi putri semata wayang nya.
kini KIABI baru berumur tiga bulan. bayi cantik yang menggemaskan.
"ehhh....... cucu ku udah bangun" sapa bik ira melihat kiabi yang di gendong kinan.
kinan memandikan putrinya. sedangkan bik ira memasak untuk sarapan mereka.
"bik.... maafin kami udah merepotkan bik ira" kata kinan
"enggak nak.... bibik malah seneng. karena bibik juga gak ada keluarga.. bibik tinggal sendiri disini "kata bik ira sambil meneteskan air mata
"aduh.... sayang ku dah bisa tengkurap" kinan tersenyum bahagia.
Tiba-tiba kinan teringat bian. "nak... kenapa kamu menangis??" tanya bik ira
"aku.... kangen mas bian bik" kinan menangis kembali
"iya bibik tau... " bik ira mengelus rambut kinan
semenjak bik ira dan kinan di usir.. mereka bertahan hidup dengan membuka warung kecil-kecilan... dan warung rujak di depan rumah bik ira.
di rumah bian dan alina
"gimana masih pusing ??"tanya bian pada alina
__ADS_1
"dikit bi... " jawab alina
"ya dah abis sarapan kita kedokter ya"kata bian sambil menyuapi semangkuk bubur pada alina.
betapa bahagianya alina kini bian kembali lagi seperti semula.
bian bersiap mengantar alina kedokter. arka dan aska berangkat sekolah di antar supir dan pengasuh nya. bian dan keluarga nya tak pindah sendirian karena sebagian pelayan juga ikut pindah bersama mereka. bian dan alina kini berangkat ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan alina.
-
-
-
-
-
sementara di rumah kinan
Hari-hari kinan mengasuh kiabi dan membantu pekerjaan bik ira di warung. pagi ini bik ira sedang tidak enak badan. kinan berinisiatif menggantikan bik ira kepasar.
kinan menunggu angkot di pinggir jalan. dalam waktu bersamaan mobil bian melintas. dan tiba-tiba mobil berhenti mendadak.
shittttt…………………!!
"kenapa bi.. ???" tanya alina kaget dengan kelakuan suaminya yang tiba-tiba berhenti.
bian menengok ke belakang tepat dimana kinan berdiri... tapi bian kehilangan jejak. karena saat itu juga angkot berhenti setelah mobil bian melewati kinan berdiri.
"ahh.... mungkin aku salah liat. "gumam bian dalam hati
"kenapa... ada apa??" tanya alina lagi
"gak papa, maaf " jawab bian singkat.
-
-
-
-
**Hay readers... aku Up lagi nich.....
jangan lupa beri vote... vote.... juga vote.... yaaa
beri 👍👍👍 kalian untuk mendukung karya ku ini
__ADS_1
makasih**