
"biar bibik aja non... non duduk saja... kasihan dedek bayi nya kalau non kecapekan" kata bik ira
"bik.... aku kangen ma ibu ku... " kata kinan
"non temui aja ibu non... pasti ibu non kinan juga kangen sama non kinan" saran bik ira
"tapi apa mami bakal ngijinin aku keluar bik.... ??" tanya kinan
"coba saja non kinan bilang ma nyonya besar" jawab bik ira
"iya bik.... bik.... kenapa ya mas bian selama di rumah sakit gak pernah ngabarin aku?"
"ya mungkin tuan lagi sibuk non... kan tuan juga kerja "jawab bik ira menenangkan hati kinan
"iya bik"
"wah bentar lagi dedek bayi mau melihat dunia... "kata bik ira mengalihkan pembicaraan
"masih lama bik.... kan masih sebulan lagi" sanggah kinan
"oya non cewek apa cowok dedek bayi nya??" tanya bik ira lagi
"gak tau bik... setiap di USG jenis kelamin nya gak keliatan" Jawab nya sambil memakan cemilan di meja dapur.
sore hari nya mami dan kedua cucu nya berencana mau pergi makan di luar.
"narti.... !!" panggil sang majikan
"iya Nya " jawab pelayan itu
"malam ini kamu gak usah masak... saya dan cucu-cucu saya mau nengokin Alina sekalian makan malam di luar. " perintah mami
"baik nya" jawab bik narti
"mi..... kinan ikut ya??" tiba-tiba kinan bertanya pada mertuanya
"eh.... siapa yang mau ajak kamu... dasar gak tau diri !!!" bentak mami
kinan mematung menatap kepergian mertuanya. tanpa di sadari air mata kinan jatuh,...
"non.... yang sabar" kata bik ira yang tiba-tiba da di belakang kinan
"bik.... hiks…hiks…hiks……" kinan menangis dalam pelukan bik ira
__ADS_1
"sudah non... sudah...... ayo kita masuk"bik ira mengajak kinan memasuki rumah.
waktu menunjukkan pukul delapan malam... suasana rumah begitu sepi.. kinan nonton TV di temani bik ira, bik narti juga mbak dila... sesekali terdengar gelak tawa mereka.
di rumah sakit
"lin... makan dulu... aku suapin ya ??" bian menyendokkan nasi untuk istri nya
"aaa.... !!" bian menyuapi sendok demi sesendok
"dikit lagi abis nih... " kata bian yang kini fokus merawat Alina karena rasa bersalah nya.
"kamu gak ngabarin kinan mas ??" tanya Alina
bian tak menjawab pertanyaan yang Alina tanyakan. mungkin bian masih kesal dengan istri kesayangan nya itu.
Tiba-tiba "ceklek" pintu terbuka
"bi.... alina " sapa mami
"mami.... " bian Alina kompak
"papa... mama... " arka dan aska berlari memeluk orang tuanya.
"mami abiz ngajak Anak-anak Jalan-jalan bi" jawab mami
"kinan mana mi ???" tanya bian sambil mata nya mencari istri kecil nya.
"di rumah bi... kasihan kalau mami ajak ntar kecapekan... bentar lagi kan mau lahiran... jadi mami suruh istirahat di rumah " jawab mami
"oohh... tapi dia baik-baik aja kan mi??" tanya nya lagi
"hemmm.... bi.... bukanya mami mau jelek-jekekin istri kamu itu tapi kalau kamu gak di rumah... dia itu berani bentak-bentak para pelayan di rumah.. suka main kasar sekarang. " adu mami
"masa sih mi... perasaan kinan tu orang nya lemah lembut.. "sanggah bian
"ya mami udah sering nasehati "kata mami
bian diam... dia mencerna perkataan mami nya. antara percaya dan tidak.
"sayang gimana kata dokter... kamu udah boleh pulang ???" mami bertanya pada Alina
"belum mi... Alina masih ada pemeriksaan lagi" jawab bian
__ADS_1
bian dan mami duduk di sofa... sedang arka dan aska duduk di ranjang ibunya. mereka asyik becanda dan ngobrol... hingga mami lupa waktu.
"mas... Anak-anak ketiduran nih" kata Alina
"kalau gitu mami pamit pulang... mami panggil pak ari untuk mengendong arka" kata mami
"aku antar mami... kamu gak papa kan aku tinggal bentar" ucap bian. Alina mengangguk tersenyum...
bian sambil mengendong aska mengantarkan ibu nya sampai ke depan. di depan pak ari sudah menunggu...
"pak ari... ikut bian bawa arka kemari... "titah mami
pak ari berjalan beriringan dengan bian. menuju kamar rawat Alina. setelah sampai pak ari dengan segera mengendong arka yang tertidur pulas menuju mobil. perjalanan sekitar setengah jam sampai di rumah.
untung kinan dan yang lain sudah selesai nonton TV nya. kinan udah tidur di kamar nya. sementara para pelayan menunggu majikan nya pulang.
-
-
-
ke esokan hari nya
"mi.... kinan mau minta ijin keluar boleh ya mi??" kata kinan
"hemmm " jawab mami tanpa melihat
kinan sudah memesan taksi. taksi pun menunggu di depan gerbang. kinan pun langsung masuk ke taksi.
"pak kita ke desa xxx ya gang xx " kata kinan
"iya mbak" jawab sang sopir
sebelum berangkat kinan berkali-kali menghubungi suami nya tapi Lagi-lagi gak aktf. akhirnya ia memutuskan pergi tanpa sepengetahuan suaminya. hanya ijin dari mertua nya.
dua jam perjalanan kini kinan sudah sampai di alamat yang di tuju. dia berjalan memasuki gang... rumah nomor 36 . rumah dimana ia di besar kan. rumah itu tampak sepi tak terawat. banyak rumput liar menumbuhi halaman rumah itu. tapi ia tak menghentikan langkah nya ia berjalan mendekati pintu... Benar-benar seperti tidak berpenghuni...
"eh... itu si kinan bukan ya... " bisik segerombolan ibu-ibu yang melintasi depan rumah tersebut.
"bu.... maaf saya mau tanya.... ?" kata kinan menghentikan para ibu-ibu
para ibu-ibu memandangi kinan dari ujung kepala sampai ujung kaki. "kayak nya si kinan sekarang jadi orang kaya" bisik salah satu ibu-ibu
__ADS_1