Cerai Muda

Cerai Muda
cantik seperti dulu


__ADS_3

seperti biasa rutinitas dika pagi kuliah dan siang ampe malem nya kerja. dika sosok pria yang bertanggung jawab . menyayangi istrinya... juga anak nya. kinan pun berusaha melupakan masa lalu nya. meski sebenarnya sulit untuk di lupakan.


suatu hari tepat dimana KIABI PUTRI MAHENDRA berulang tahun yang ke dua tahun. dika mengajak kinan dan putri kecilnya Jalan-jalan.



KIABI PUTRI MAHENDRA


Putri kecil kesayangan papa dika. meski bukan putri kandungnya tapi dika amat sangat menyayangi nya bahkan memanjakan nya. apapun yang kia minta dika selalu memberikan nya. padahal kinan melarang dika untuk memanjakan nya. ayah dan ibu dika pun sangat sayang pada kia.


hari minggu hari dimana dika libur kuliah dan libur kerja. dika sedang asyik bermain bersama putri kecilnya. sedang kinan masih berkutat dengan pekerjaan rumah nya.


tok... tok... tok....


"assalamu'alaikum" salam dari orang di balik pintu depan.


"wa'alaikumussalam" jawab dika berjalan membuka kan pintu.


"ibu... ayah... " sapa dika ketika melihat orang tua nya berkunjung. "masuk bu yah.. "


"mana cucu ibu yang cantik?"tanya bu Ani


"ada di dalam"jawab dika


"kia sayang.... " panggil ibu ani


"nenek.... "kia berlari menghampiri sang nenek


"em... wanginya cucu nenek" bu Ani menciumi pipi gembul kia


"kia salim sama kakek" perintah dika


"kinan mana dik?"tanya sang ibu


"di dapur bu... "jawab dika


pagi itu anggota keluarga bercengkrama... betapa bahagianya. lengkap sudah. sarapan bersama dan bercanda... begitu hangat suasana di pagi itu.



keluarga kecil bahagia itulah yang dika bangun bersama kinan.


hari berganti malam ayah dan ibu dika pamit pulang setelah seharian bermain-main dengan cucu mereka.


****


esok pagi nya dika bersiap untuk berangkat kuliah. kinan sedang memandikan putri nya.


"putri papa... udah mandi ya.. ?"tanya dika


"udah pa... "jawab nya


"cini papa cium... "dika mencium pipi gembul putri kesayangan nya.

__ADS_1


"ki... aku berangkat dulu... "kata dika dan kinan pun mencium punggung tangan suaminya di ikuti kia.


"papa berangkat dulu ya sayang.... emmuachh"dika berpamitan pada kia


"iya pah... "jawab kia


suasana rumah sepi hanya ada kinan dan kia. setelah menyuapi kia. kinan berniat untuk kepasar membeli kebutuhan dapurnya. seperti biasa setiap kinan pergi, kia selalu di titipkan ke tetangga.


"bu ijah... saya nitip kia bentar... "kata kinan


"iya sini kia sama ibu"kata bu ijah tetangga kinan.


kinan pun pergi kepasar dengan tenang. di pinggir jalan kinan sedang menunggu angkot . beberapa menit kemudian muncullah angkot. kinan masuk ke dalam angkot tersebut.


jarak yang lumayan jauh membuat perjalanan menjadi lama. sampai lah di pasar. kinan membeli perlengkapan dapur yang di butuhkan. ketika hendak menyebrang jalan sebuah mobil menyerempet nya hingga jatuh.


"aaaa.. !!" teriak kinan dan jatuh ke aspal


sontak mobil itu pun berhenti. pengendara mobil itu turun. "mbak... mbak tdk apa-apa ?"tanya nya panik


"au.... aaa" kinan merasakan perih di tangan dan kakinya.


"saya antar ke rumah sakit ya mbak" pinta sang pengendara mobil itu


"tidak usah pak"kata kinan


seseorang di jok belakang dalam mobil tadi merasa tidak asing dengan suara yang ia dengar.


karena penasaran ia pun turun mendekati sumber suara.


bian menatap supir nya dan melihat wanita yang jatuh terserempet itu.


"kinan" betapa terkejut nya bian, wanita yang selama dua tahun ini bian cari akhirnya ketemu dengan tak di sengaja.


"mas bian" kinan pun tak kalah kagetnya


bian memeluk kinan begitu erat tak peduli Orang-orang melihat mereka, yang terpenting ia menemukan wanita nya. wanita yang di rindukan selama ini...


air mata kinan terjatuh. betapa bahagianya bertemu pria yang sangat di cintainya.


bian mengajak kinan masuk ke mobilnya. "kita obati luka mu sayang"ucap bian


sedang kinan hanya diam... bingung dengan perasaan nya.


ketika bian hendak mencium nya kinan menjauh...


bian bingung dengan perubahan sikap kinan.


"jangan tinggalin aku yank.... aku sangat tersiksa tanpa mu"kata bian dengan memeluk secara paksa


luka pun telah di obati. bian berniat mengantarkan kinan sampai rumah tapi kinan menolak nya.


kinan turun di Tengah jalan dan pulang dengan naik angkot.

__ADS_1


bian pun tak mau menyia-yiakan kesempatan. ia mengikuti angkot sampai tujuan dengan jarak yang lumayan jauh agar kinan tak curiga.


sampai lah di depan gang. kinan turun dan berjalan menuju ke dalam gang. bian mengangguk pelan. ia berniat untuk menemuinya besok di rumah nya.


****


pagi yang di nanti bian pun datang. bian bersiap untuk pergi menemui pujaan hatinya. senyum nya mengembang di wajah tampan sang ABIAN.


"bi..... kelihatan nya kamu bahagia sekali?" tanya alina


"tentu lin... hari ini aku bahagia"jawab nya


"aku ikut bahagia kalau kamu bahagia bi" kata alina...


bian pun berpamitan pergi .dengan mobil tanpa supir pribadi nya.


di rumah dika


hari ini dika berangkat pagi sekali. sedangkan kia menginap di rumah nenek kakek nya . tinggal lah kinan seorang diri di rumah.


entah kenapa pagi itu kinan merasakan perasaan tidak enak sejak bangun pagi tadi.


setelah selesai beraktivitas tubuh kinan berasa lengket karena keringat. kinan memutuskan untuk berendam. di saat berendam.


ada seseorang mengetuk pintu rumah nya. karena sangking nyaman nya kinan tertidur dalam bathtub.


seseorang itu pun membuka pintu yang tak terkunci karena panggilan nya tak ada respon.


perlahan langkah kaki memasuki rumah itu..


kinan yang tersadar dari tidurnya... ia bangun mengunakan handuk yang di lilitkan di dada nya. berjalan ke kamar nya. sampai di depan pintu kamar seseorang memeluk nya dari belakang. sontak kinan begitu kaget. membalikkan tubuh nya, mata nya membelalak bukan dika tapi orang di masa lalunya.


kinan mendorong tubuh bian . bian pun terhuyung ke belakang. melihat kinan hanya memakai handuk dengan rambut yang masih basah muncul lah gairah yang memuncak.


dengan gaya ala bridal bian membopong tubuh kinan yang setengah telanjang ke dalam kamar dengan paksa.


menjatuhkan tubuh kinan di atas ranjang dan menindih nya membuat kinan tak berdaya. tenaga yang kuat. tubuh yang tinggi besar berotot. mengunci tubuh kinan dalam kungkungan nya.


"aku sangat merindukan mu" suara bian dengan nafas mengebu-gebu...


"jangan.... tidak..... "kinan menggeleng dengan mata berkaca-kaca


tangan bian mengagahi tubuh kinan... mengelus... meraba... dan ******* bibir ranum kinan. menghujani wajah kinan dengan ciuman...


nafas bian yang memburu melihat gundukan benda kenyal di depan mata nya.


membuka dan membuang handuk yang kinan pakai. terpampang lah tubuh putih polos tanpa sehelai benang. ia melepaskan kemeja dan celana nya...


alat tempur yang sudah mengeras tegak berdiri siap untuk menggempur pujaan hatinya...


kinan hanya menangis lagi dan lagi.... ketika bian memasuki tubuhnya. meski dipaksa tapi desahan lembut kinan semakin membuat bian bergairah....


berulang kali lagi dan lagi.... hentakan demi hentakan... dan semburan lahar bian lepas ke dalam rahim kinan.

__ADS_1


hingga kedua nya lemas.... dan terlelap.bian memeluk kinan dengan erat... mengecup kening dan bibir kinan....


pukul 1 siang bian terbangun dari tidur nya... melihat pujaan hatinya masih terlelap ia tersenyum "kamu tetap cantik seperti dulu sayang" ucapnya lalu membenamkan wajah nya di dada kinan. kinan yang masih di serang capek ia lupa kalau yang mengagahinya itu bian bukan dika...


__ADS_2