Cerai Muda

Cerai Muda
PUTRI KU part2


__ADS_3

Sore itu abian pulang ke rumah utama. istri nya tengah asyik bermain dengan kedua putra-putranya.


"bik.... bukain pintu untuk tuan... !!" perintah Alina pada asisten rumah tangga nya.


"baik nyonya" jawab pelayan sambil berjalan menuju pintu utama.


"sore tuan" sapa pelayan sambil menunduk.


"Hemm.... " bian berjalan ke arah istrinya yang sedang asyik menemani kedua putra nya.


"sayang... kau tidak menyambut ku... ???" tanya nya pada istri sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa.


Alina menatap suaminya. merasa heran tumben dia begitu sebahagia ini.


"maaf mas "ucapnya mendekati suaminya


"mas... " panggil Alina


"ya... ada apa??" tanya nya sambil tersenyum


"kau seperti nya sedang bahagia ??" Alina mencoba bertanya


"tentu... aku sangat bahagia... dan aku ingin berbagi kebahagiaan bersama mu" ucap nya menatap wajah sang istri, namun yang di tatap nya malah menundukkan wajahnya karena malu


"aku menginginkan seorang putri untuk ku jadikan princess di rumah ini" kata bian dengan menggenggam tangan Alina.


Alina tertunduk tak bersuara dan bian pun menyadari Wanita di depan nya ini tengah menangis.


"kenapa kau menangis?" bian mengangkat wajah Alina agar dirinya bisa menatap wajah istrinya dan menenangkan dalam pelukannya.


"maafkan aku... aku tak bisa memberi mu seorang putri"Alina menangis dalam pelukan suaminya.


"papa.... kenapa mama menangis??" tanya putra sulung nya


"mama menangis bahagia kak" jawab bian menutupi kesedihan istrinya di depan Anak-anak mereka.


"kalian lanjutin belajar nya. papa dan mama lagi ada urusan" bian menggandeng Alina menuju kamar mereka.


Di dalam kamar.


"maafkan aku mas" ucap Alina ketika masuk ke dalam kamar nya.


"kenapa minta maaf ? kau berbuat kesalahan apa padaku ??" tanya nya dalam posisi tengkurap di ranjang tidur mereka. sementara Alina hanya duduk di sisi ranjang.


"aku tak bisa memberi mu seorang putri seperti yang kau ingin kan" jawab nya dengan linangan air mata.

__ADS_1


Bian tersenyum tipis. "aku tak meminta mu... aku malah berterima kasih karena kau telah memberiku dua jagoan yang tampan" ucap nya dengan membalikkan tubuhnya.


"tapi... bukan kah kau tadi bilang menginginkan putri??" tanya Alina bingung


"kau tau... aku menemukan putri ku.... dia sangat cantik meski wajahnya mirip dengan ku" kata bian sambil tersenyum dengan mata yang terus menatap langit-langit kamar seolah ia melihat wajah putrinya.


"maksudnya?" Alina semakin tak mengerti


"aku menemukan putri ku dengan Kinan. "


deg,


hati Alina seakan seperti tersayat mendengar nama madunya itu di sebut.


"Dia akan ku bawa kesini" ucap bian dengan wajah bahagia


"siapa??" tanya Alina lagi


"Putri ku KIABI MAHENDRA" jawab nya


Tiba-tiba ponsel bian berdering. bian mengangkat nya dan menjauh dari Alina. entah siapa yang menghubunginya.


"Siapa yang menelfon?" tanya Alina penasaran


"pengacara ku" jawab bian merengkuh tubuh Alina


"kenapa?cemburu?"tanya bian sambil melepaskan kemeja nya.


Alina hanya diam. "kau tau lin.... Kinan juga istriku" ucapnya


"tapi kalian kan sudah bercerai?"Alina seolah mengingatkan


"tapi aku tak pernah merasa menceraikan nya" ucap bian santai


"ini gak bisa mas...!!" Alina tak rela dan merasa cemburu


"kenapa gak bisa? aku akan menikahi nya lagi" ucap nya dan mendorong Alina ke atas ranjang. tak butuh waktu lama bian mencium bibir Alina dengan tergesa-gesa. dan belajar kelompok bersama Alina pun berakhir setelah dua jam.


*


*


*


Di rumah Bu Ani (ibunda dika)

__ADS_1


tok


tok


tok


ceklek


"selamat sore, kami di suruh menjemput non kia" kata dua orang bertubuh tegap dan besar.


"maaf siapa yang menyuruh kalian??" tanya bu Ani


"kami di perintah tuan ABIAN SATRIA MAHENDRA untuk menjemput putrinya. " jawab salah seorang dari kedua suruhan bian.


"tidak bisa,.. !! kia cucu kami. "bu Ani menolak


"ini surat dari pengadilan bahwa hak asuh non kia jatuh pada tuan kami" salah satunya memberikan surat tersebut pada bu Ani.


tapi bu Ani tetap menolak dan menghalangi kedua orang itu masuk.


"jangan paksa kami melakukan kekerasan" ucap laki-laki itu


"kau pegangi ibu itu. biar aku yang ambil non kia" kata salah satunya.


"jangan bawa cucu ku" teriak bu Ani


"nenek.... nenek.... !!" tangisan kiabi memanggil neneknya


Kedua orang itu melajukan mobilnya dengan membawa kiabi yang terus menangis.


Di kamar Alina dan bian


sepasang suami-istri yang kecapekan setelah belajar kelompok kini terlelap saling berpelukan.


ponsel bian berdering, berhasil membangunkan mereka yang tertidur di sore itu.


"Ada apa ??" tanya bian yang langsung menjawab panggilan di ponselnya.


"kami sudah berhasil membawa putri tuan" jawab nya


"segera bawa ke mari" perintahNya


"siap tuan"


panggilan langsung di matikan. bian begitu bahagia. tersenyum dengan mengecup kening alina.

__ADS_1


"ada apa mas ??" tanya alina


"Putri ku" jawab nya sambil berlalu masuk ke kamar mandi.


__ADS_2