
di rumah sakit tinggal kinan dan bik ira. kebahagiaan yang tengah di rasakan nya mengingat kan dirinya dengan sosok ibunya. kinan ingat masa-masa indah bersama ibunya, juga masa-masa susah bersama sangat ibu. tanpa di sadari bulir-bulir bening keluar dari mata indah nya. kinan menatap putri nya dengan sendu.
"non.... kenapa non kinan menangis ??" tanya bik ira
"saya inget ibu bik..... saya kangen" jawab kinan sambil mengusap air matanya.
*
*
*
*
*
*
di London
bian baru pulang dari kerja nya. "waduh ponsel ku mati... aku coba ces dulu.... "kata bian sambil mengecas ponsel nya.
baru terisi beberapa persen saja bian mencabut charger nya dan mengaktifkan ponsel milik nya.
bian ingin menghubungi kinan tapi di urungkan niat nya. " aku akan memberinya surprise . kepulangan ku akan ku percepat. alhamdulillah urusan nya cepat selesai dari perkiraan nya" gumam bian dalam hati.
kini bian bersiap untuk kepulangan nya.. membeli beberapa oleh-oleh untuk kedua istri dan anaknya.
-
-
-
-
-
-
di kediaman mami
pagi ini mami berfikir cara untuk mengusir kinan. tanpa bian mengetahui nya.
"mi.... " sapa alina
"iya sayang" jawab sang mami
"aku ingin pisah saja mi dari mas bian" Tiba-tiba alina memutuskan untuk bercerai dari bian
"no.... !!! misal harus bercerai itu bukan kamu sayang... tapi perempuan murahan itu" kata mami sambil mengangkat dagu sangat menantu kesayangan nya.
"tapi mi... mana mungkin mas bian mau menceraikan nya... karena mas bian sangat mencintai nya" kata alina sambil berderai air mata.
"mami akan cari cara agar mereka berpisah" ucap sang mami
akhirnya sang mami menemukan cara untuk memisahkan bian dan kinan.
mami mengajak alina ke sebuah tempat yaitu pengadilan agama. disitu mami mendaftarkan bian menggugat cerai kinan. setelah urusan mereka selesai. mereka mendatangi kinan di rumah sakit.
__ADS_1
di perjalanan ke rumah sakit.
"mi... aku takut bian marah... "kata alina khawatir
"tenang , bian biar mami yang urus" kata mami
sesampainya di rumah sakit mami dan alina memasuki ruang dimana kinan berada.
"mami.... " kinan kaget melihat mertuanya menengok nya.
"jangan ge-er kamu... aku kesini cuma mau ngasih ini... "kata mami ketus sambil melemparkan sebuah amplop coklat ke arah kinan yang masih berada ditempat tidur nya.
di saksikan bik ira... kinan membuka amplop tersebut. dan betapa terkejut nya kinan. kinan tak sanggup menahan air mata nya jatuh. surat cerai yang mertua nya berikan. tanpa kata hanya bulir-bulir bening menetes di pipi mulus kinan.
"udah jangan menangis... cepat tanda tangani sekarang... !!!" perintah mami... dan alina hanya diam. sedang bik ira tak berdaya kala itu.
dengan berat hati kinan menandatangani surat cerai yang mertua nya berikan.
"mami puasss.... !!!!" bentak kinan pada sang mami
plak....
mami menampar keras wajah kinan.
"ingat..... jangan kamu tunjukkan wajah mu dan anak mu di hadapan ku... !!" kata mami
"aku sudah menyuruh narti dan pak ari untuk mengantarkan barang-barang kalian. !!" kata mami lagi dan meninggalkan ruang tersebut.
setelah kepergian mertua nya dan alina, kinan menangis...
"hiks…hikss…" kinan menangis
"iya bik... tapi kinan gak punya siapa-siapa bik... " ucap kinan dengan muka sendunya.
"kan ada bibik non... "kata bik ira memeluk tubuh lemah kinan.
1 jam perjalanan akhir nya mami dan alina sampai di rumah. mami memasuki rumah di ikuti alina.
para pelayan berkumpul untuk menyambut bayi kinan. karena mereka pikir sang nyonya besar menjemput sang putri kecil dari rumah sakit tapi kenyataan nya sang nyonya hanya berdua dengan nyonya muda mereka.
"ada apa kalian berkumpul hah.... ?!!!" pertanyaan sang nyonya besar alias mami
"lho bukan nya nyonya menjemput non kinan dan bayi nya... ?" tanya salah satu tukang kebun rumah tersebut.
"ingat... tidak ada lagi perempuan itu di rumah ini. jangan sampai kalian menyebut nama nya di rumah ini... dan satu hal jangan bilng apa-apa pada bian... . mengerti... ?!!!" kata mami pada para pelayannya.
"iya nya"jawab serempak
"bubar... !!" perintah sang nyobes
mami dan alina memasuki kamar mereka masing-masing.
sementara para pelayan sedang berbisik-bisik di dapur.
"mbak narti... kayak apa si dedek bayi nya non kinan?!" kata salah seorang pelayan
"pengen liat... nih aku semalam memfoto nya, "kata bik narti sambil menunjukkan foto dalam ponsel nya.
__ADS_1
"wah..... cantik ya... kayak non kinan... tapi juga mirip tuan bian ya.... "ucap para pelayan rumah itu setelah melihat foto bayi majikan nya.
*
*
*
*
di rumah sakit
bik ira memasukkan pakaian kinan dan perlengkapan bayi ke dalam tas. karena hari ini kinan sudah di ijinkan pulang.
"bik... aku pulang kemana ??" tanya kinan bingung
"hemm.... kita kerumah bibik non... non mau kan??" jawab bik ira dan juga pertanyaan bik ira untuk nya
kinan hanya mengangguk. setelah beres mereka pun berjalan keluar rumah sakit. di parkiran taksi yang mereka pesan sudah menunggu. bik ira dan kinan masuk kedalam taksi. kinan menggendong bayi nya dengan sayang.
*
*
*
*
*
di kediaman mami
dari arah luar berhenti sebuah taksi... dari taksi tersebut turun seorang pria tampan... siapa lagi kalau bukan ABIAN SATRIA MAHENDRA.
dengan raut wajah berseri... menahan rindu untuk bertemu sang istri. bian berjalan menenteng beberapa paper bag untuk di berikan pada Orang-orang tersayang. membuka pintu utama dan ketika melewati ruang tengan bian bertemu sang mami yang sedang menikmati teh hangat dan cemilan nya di sore hari.
"bian.... " mata mami membelalak kaget melihat putra nya pulang lebih awal dari perkiraan nya.
"oh iya ini untuk mami tersayang" bian memberikan satu paper bag untuk sang mami
"ini untuk mu alina" bian menyerah kan paper bag warna biru untuk alina
"aku tinggal dulu mi... "bian berjalan ke arah kamar kinan... sambil memanggil-manggilnya.
di dapur para pelayan berbisik-bisik tetangga. "bakal ada perang nih" kata salah satu pelayan yang baru tiba di dapur
"ada apa sar" tanya bik narti
"tuan pulang mbak narti dan mencari-cari non kinan "jawab sari berbisik karena takut terdengar majikan nya
bersambung.... 😊😊😊
maaf ya readers up nya dikit...
jangan lupa selalu dukung karya ku ini..
beri vote... jempol... rate...
dan komentar kalian yaaa🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
makacih