Cerai Muda

Cerai Muda
DIA JUGA ANAKKU


__ADS_3

Mobil yang membawa kia pun memasuki pekarangan rumah utama bian. Kia keluar di gendong salah seorang tersebut. Sedangkan abian tengah menunggu kedatangan nya di ruang tamu.


ting tong


ting tong


"bibik... !!" teriak abian memanggil asisten rumah tangga nya


"iya tuan" pelayan itu menghampiri majikan nya


"bukakan pintunya!!" perintahnya


Pintu utama pun di buka... muncullah dari balik pintu besar seorang gadis kecil yang imut cantik dan menggemaskan.


ya dialah KIABI PUTRI MAHENDRA berdiam diri matanya menatap Orang-orang di sekeliling nya.


"Sini sayang.... peluk daddy.. " bian merentang kan tangan nya menyambut kedatangan putri kecilnya.


Tak ada sahutan dari gadis kecil itu.Kebingungan lah yang nampak pada gadis kecil itu. Akhirnya bian mendekati dan mengendongnya...


"ini daddy kia.... "bian menunjuk dirinya


"papa dika" ucap kia dalam gendongan bian


"tidak.ini daddy kia bukan dika. oke " bian menunjuk dirinya menjelaskan pada gadis kecilnya.


Bian membawa kia menuju ke dalam kamar yang dulu kinan tempati. Masih seperti dulu tak ada yang berubah.Bahkan make up kinan pun masih tertata tersusun rapi... susunan baju-baju.. foto-foto nya pun masih tetap pada tempat nya.


"kia sayang ini daddy sama mommy" bian menunjukkan foto pernikahan nya bersama kinan.


"bukan mommy... mama.... "kia menggeleng


"mulai sekarang kia manggil nya mommy... oke... " bian mencoba menjelaskan dan kia pun mengangguk.


"sekarang liat foto orang yang di sebelah mommy... itu daddy" bian menjelaskan dan menunjuk foto diri-Nya dan memperkenalkan nya.


"papa dika ?" tanya kia


"dia orang lain sayang. pokoknya kia harus panggil daddy. kia mau icecream gak??" bian berusaha merayu putri nya mendekati perlahan.


Gadis kecil itu sedang bingung. dan mengangguk menerima tawaran sang daddy


Sementara bian sedang sibuk merayu kia. Lain lagi dengan Dika dan kinan.


jam menunjukkan pukul 18.00 wib tiba-tiba saja kinan merasakan sakit yang sangat.


"aaaghh..... "kinan memegangi kepala nya yang terasa sakit


"kak.... !!" teriaknya

__ADS_1


Dika yang di panggil langsung menghampiri sumber suara.


"ki.... kamu kenapa??" dika melihat kinan memegangi kepala nya.


"apa yang terjadi ki ??"tanya nya lagi


"sakit kak... " hanya jawaban singkat yang kinan berikan


"ya sudah kita kerumah sakit sekarang.. !" dika segera memapah kinan sampai mobil. dan mendudukkan nya di jok depan. Dika terlihat khawatir karena kinan mengaduh kesakitan.


kembali ke rumah bian,


Entah jurus apa yang bian keluarkan sampa-sampai kia luluh padanya. bian begitu bahagia melihat putri kecilnya yang menurut padanya. Bermain. ya bian menemani putri kecilnya bermain.


"bik.... bibik... !!" alina memanggil asisten rumah tangga nya


"iya nyonya" sang asisten pun menghampiri majikan nya


"tuan kemana kok gak keliatan??" tanya alina lagi


"lha si nyonya... tuan kan sedang bermain bersama non kia"jawab asisten tersebut


"kia ????" nama asing bagi alina


"itu nya... anak tuan sama non kinan" bik iroh menjelaskan


"oh... ... kinan nya di bawa kesini juga??" alina merasakan cemburu


"oh.. " setidaknya alina lega mendengar penjelasan sang asisten nya


"ya sudah bibik lanjutin lagi pekerjaan bibik !" perintahnya dan alina berjalan menuju kamar dimana dulu madunya tidur. terdengar sayup-sayup suara tawa kedua nya.. ya tawa bian dan kia yang sedang asyik bermain dan bercanda.


alina berdiri di ambang pintu menyaksikan suami dan anak tirinya sedang bermain.


"daddy... kia lapel... " kia mulai bersuara


"oh... kia capek... pengen makan... ??" bian bertanya dan di angguki oleh nya


"ayo... daddy gendong" bian meraih tubuh mungil itu dan menggendongnya


ketika berbalik badan bian kaget melihat alina berdiri di ambang pintu kamar itu.


"sejak kapan kau disitu?" tanyanya


"a.. aa.. baru saja" jawab nya gagap


"capa daddy??" tanya kia


"ini mama alina.... mama kia juga" bian menjelaskan pada putri kecilnya

__ADS_1


alina tersenyum kecut. ia merasa cemburu melihat keakraban ayah dan anak itu. ia merasa terabaikan. "cemburu" Lagi-lagi perasaan itu muncul.


"ayo kita keruang makan.. katanya tadi kia laper... " bian mengajak putrinya dan meninggalkan alina.


"dulu ibunya...sekarang anaknya... Lagi-lagi aku terabaikan gara-gara mereka"gumam alina dalam hati dan berjalan menyusul bian.


di meja makan.


"hemm... kia mau makan pake apa sayang??" tanya bian pada putri kecilnya


"kia mau ikan daddy" jawab nya dan bian langsung mengambilkan apa yang kia mau.


"papa... "panggil kedua putranya berlari menuju kursi masing-masing


bian menoleh ke arah dua putra nya. tersenyum pada mereka.


"siapa dia pah... ?" tanya arka putra sulung nya


"ini kia adik kalian" ucap bian memperkenalkan nya pada kedua putra nya


"adik??!" tanya aska putra kedua nya


"iya... kia adik kalian. " jawab bian sambil menyuapi kia makan.


"tapi kan pah mama gak hamil... kok bisa aska punya adik??" tanya aska pada sang papa


"kalian ingat gak mama kinan??" tanya bian pada kedua putra nya.


"oh... arka inget pah... jadi kia anak dari mama kinan ???" arka bersuara


"iya... kia anak mama kinan. jadi kia ini adik kalian. " bian menjelaskan pada putra nya dan mereka pun mengingat kinan


Tapi lain dengan suasana hati alina. meski kedua putra nya menyambut bahagia kehadiran kia adik mereka. lain hal nya alina. ia merasa cemburu. tersenyum di bibir tapi tidak di hati.


Mereka berlima pun makan. bian masih sibuk menyuapi kia juga dirinya bergantian.


makan malam pun selesai. bian mengajak ke tiga Anak-anak nya menonton televisi bersama.


Bian duduk di sofa di temani alina. sedangkan ketiga Anak-anak nya duduk di bawah di atas karpet bulu depan televisi.


Keributan pun terjadi. ketika kia mau meminjam mainan aska tapi aska tak mengijikan nya. saling tarik menarik dan karena aska lebih besar kia terdorong dan jatuh... suara tangisan pun terdengar.


"aaaa..... "tangisan kia menggema di ruang itu


"aska.... !!!" bentak bian pada putra ke dua nya dan langsung mendekap putri kecilnya yang menangis


"kia duluan pah... "aska membela diri


"pinjamkan mainan mu... nanti juga di balikin... !!!" bentaknya lagi dan mampu membuat aska menangis memeluk mama nya.

__ADS_1


"mas... tega kamu membentak anakku demi anak pe.... "alina tak melanjutkan ucapan nya karena ada Anak-anak nya


"dia juga anak ku... "bian membawa kia menjauh dari ruang itu dengan tangisan yang masih terdengar meski lirih


__ADS_2