
"oh... ini anda putar balik saja.... nanti ada masjid besar nah sebelah masjid itu ada gang... sekitar situ pak" jawab dika
"Terima kasih ya.. "kata orang itu
"Sama-sama pak" balas dika
"jangan panggil pak... apakah saya sudah terlihat tua ?"tanya pemilik mobil itu
"maaf... mas" kata dika
"em... kamu mau kemana kok jalan kaki?" tanya orang itu
"berangkat kuliah, tadi ban motor saya bocor di tengah jalan" jawab dika
"kalau begitu saya antar'"pria itu mencoba membantu dika agar sampai ke kampusnya.
"tapi apa tidak merepotkan??? "tanya dika
"tidak... masuklah"perintah pria itu
dika pun sampai di kampusnya di antar pria itu.
"Terima kasih"ucap dika.. pria itu tersenyum dari dalam mobilnya.
pria itu menuju alamat yang ia cari...
sampai lah di gang dimana yang di maksud.
"maaf Bu... saya mau tanya... rumah bu ira sebelah mana ya?"tanya pria itu pada ibu-ibu yang melintasi nya.
"itu mas... rumah yang cat biru... tapi bu ira nya udah pindah"jawab ibu tersebut
"kemana bu pindah nya?"tanya pria itu lagi
__ADS_1
"wah kalau itu saya kurang tau "jawab ibu tadi
"Terima kasih bu"kata pria itu ya... tak lain si bian
kemana lagi bian mencari perempuan yang sangat di cintainya. jika bik ira sudah pindah.
bian mulai gelisah... putus asa.... harus kemana lagi...
dengan lesu.... bian masuk ke dalam mobil nya dan melaju dengan kencang... pikiran nya mulai frustasi...
"kinan sayang... dimana kamu berada?" gumam nya sambil menyetir
Hari semakin siang..... udara panas seakan membakar kulit. dika mendatangi bengkel dimana sepeda motor nya di tambal.
"siang Pak... "sapa dika pada tukang tambal
"eh..... mas yang tadi pagi ban nya bocor?" tanya tukang tambal ban
"iya Pak.... "jawab dika
"berapa ongkosnya pak?"tanya dika
"20 ribu saja "jawab tukang tambal itu
"terimakasih ya pak" ucap dika sambil menberikan uang
dika pun membawa motornya melaju kencang. kali ini dika tak langsung pulang kerumah melainkan kesebuah caffe tapi bukan untuk nongkrong bersama temen -temen nya , dika bertujuan untuk bekerja.
"mas dika" sapa rena rekan kerja dika.
"Hai ren... " dika balik menyapa
"mas dika nanti pulang bareng ya... " ajak rena
__ADS_1
"bareng aku aja mas dika" sanggah desi
"des... mas dika itu incaran gue"kata rena
"emang kalau incaran kamu gak boleh gitu pulang bareng aku?" tanya desi sambil beres-beres
"udah... jangan berantem gitu... gak enak sama yang lain" dika berusaha menengahi
"tau tuh si desi" kata rena sambil Bergelayut di lengan dika
"udah ah... entar kalau bu rita tau dan denger kalian berantem... bisa -bisa aku lagi yang kena resikonya" ucap dika dengan tetap bekerja
di tempat lain kinan sedang menyuapin kia duduk di teras. "anak pinter..... aaa... !!" kinan membuka mulutnya agar kia mau meniru membuka mulutnya juga.
"non.... "panggil bik ira
"iya bik... " jawab kinan
"bibik mau ke pasar dulu... "bik ira pamit
"Hati-hati ya bik" kata kinan
semakin lama semakin mengemaskan. wajah kia perpaduan antara wajah kinan dan bian. Benar-benar sangat sulit untuk kinan melupakan bian. apalagi mereka berpisah bukan kehendak mereka.
di cafe dika salah satu karyawan teladan. pantas saja bu rita sang pemilik cafe Diam-diam menaruh hati pada dika.
rita sugondo janda kaya yang belum memiliki anak ini sangat begitu perhatian terhadap dika.
"sore bu... "sapa dika ketika bosnya meneliti keadaan cafe nya
:sore juga dik" sapa balik
"ada yang bisa saya bantu bu??"tanya dia lagi
__ADS_1
"nanti malam bisa temani saya menghadiri undangan acara teman saya??"tanya bu rita... ????????