
"kau tidak mau memaafkan aku.... ??" kata biaa sambil mendekatkan wajahnya ke wajah kinan
"mas…" ucap kinan memundurkan wajah
"apa ?? kita baikan ya... ? mas janji gk kan nyakitin kamu lagi" bian mengacungkan jari kelingking dan kinan menautkan jari kelingking nya juga.. dan tersenyum manis.
bian semakin mendekati kinan...kinan memejamkan mata nya, satu kecupan mendarat di bibir kinan..... bian tak dapat mengendalikan tangan nya kini menelusuri setiap lekuk tubuh kinan.... berhenti di benda kenyal yang begitu mengoda... bian membenamkan wajah nya diantara gundukan kenyal itu...
"ehem…"terdengar deheman dari ambang pintu . kinan membelalakkan mata nya... betapa malu nya dia sekarang. sedangkan kan bian hanya cengar-cengir...
tatapan orang di ambang itu membuat kinan menunduk tak berani menatap nya.
"bi... mami tidak mengganggu mu kan... ??" ke Pura-pura an sang mami
bian mendengus kesal tapi tak ia ucapkan. ia berjalan menghampiri sang mami.
"ada apa mi.... ??" tanya bian
"tadi papi telfon... katanya kamu di suruh kesana... " mami menyampaikan pesan dari sang suami.
__ADS_1
papi bian bernama ARDI MAHENDRA seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak perusahaan di dalam dan luar negeri. ARDI MAHENDRA memiliki dua istri. istri pertama bernama SANTI SANJAYA ibu kandung ABIAN SATRIA MAHENDRA. istri kedua bernama MURNIA . ibu santi meninggal seminggu setelah melahirkan abian. yang selama ini di panggil mami adalah ibu tiri abian. sedangkan mami tidak dapat memiliki keturunan.
"kata papi perusahaan di sana membutuhkan mu bi.... " kata mami sambil berjalan ke taman samping.
"tapi mi... gak lama lagi kinan akan melahirkan... " bian berusaha menolak nya
"bi..... perusahaan itu lebih penting. lagi pula kan lahiran nya masih dua minggu lagi" ucap mami
"kinan juga akan baik-baik saja "sambung mami
dengan berat hati bian mengiyakan besok ia bakal pergi menangani perusahaan yang di pegang papi nya.
bian kembali ke kamar kinan. "kemana dia?" batin bian mencari di sudut kamar.
"ada apa ??" tanya kinan
bian terdiam memandangi kinan yang hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya. punggung putih nya yang mulus kini terdapat luka memar. tidak hanya punggung bahkan sekujur tubuh kinan terdapat luka.
"maaf kan aku yank" bian memeluk istrinya
__ADS_1
"aku sudah memaafkan mu suamiku" kata nya melepaskan pelukan bian.
"aku benar-benar menyesal... sudah melukaimu. aku benar-benar takut kehilangan mu sayang"ucap bian memeluk kinan lagi
"jangan bikin aku cemburu"ucap nya lirih
"kamu tau aku hanya mencintai mu. dan aku hanya milik mu... jangan kau ragukan cintaku mas" kinan menarik tubuh nya memandang wajah suami nya
"terimakasih kinan …cup" bian mengecup kening kinan
"bukan kah hari ini kita akan belanja perlengkapan bayi kita mas" kinan mengingatkan suaminya
"tapi... wajah mu..... "kata bian belum selesai
"tidak apa-apa... ini masih bisa di tutup pake make up kok mas"kinan langsung memake up wajahnya.
"cantik sekali istri ku " bian memuji sambil memeluk dari belakang.
bian dan kinan sudah berbaikan. kini kedua nya berjalan beriringan menuju mobil. rencana nya hari untuk berbelanja perlengkapan bayi mreka.
__ADS_1
alina melihat kemesraan mereka merasa cemburu... karena bian begitu ceria tertawa lepas ketika bersama kinan.
"kenapa kamu gak bisa mencintai ku seperti kamu mencintai nya mas... apa kurangnya aku... "batin alina