Cerai Muda

Cerai Muda
malam terakhir kita


__ADS_3

malam harinya bian mendatangi kamar kinan. entah mengapa bian merasa malam ini akan menjadi malam terakhir dirinya melihat Kinan. sedih rindu tak ingin berpisah itu selalu muncul dalam benaknya.. pada hal setiap hari dirinya bersama Kinan. dan malam ini bian tak bisa tidur. di buka nya kamar Kinan. terlihat perempuan berperut besar tidur dengan selalu berubah posisi nya. di dekatinya diusap nya perut Kinan. karena apa juga tidak tau... butiran bening jatuh dari pelupuk mata bian.


Tiba-tiba Kinan terjaga dari tidur nya. dan terkejut melihat suaminya menangis di sampingnya.


"kenapa mas menangis??" tanya Kinan


"tidak.... mas gak nangis"bian berusaha menyembunyikan


"kau mau bohongi aku mas?" tanya Kinan menyelidik


"aku mencintaimu "bian memeluk Kinan tiba-tiba


"aku sangat mencintaimu sayang"bisik bian di telinga Kinan


"mas kenapa??" Kinan melepas pelukan nya


bian diam hanya menatap lekat manik mata Kinan. "kita kan cuma berpisah sementara mas... tapi kenapa mas kayak mau pergi lama" ucap Kinan


"aku akan batalin keberangkatan ku besok "kata bian menggenggam tangan Kinan.


"jangan mas... nanti papi mas akan marah"kata Kinan

__ADS_1


"mas gak mau pisah dari kamu yank"ucap bian memeluk Kinan lagi


"hei... aku dan anak mu akan tetap menunggu mu disini"Kinan berusaha menenangkan hati suaminya


"oya mas emang berapa lama mas di sana??" tanya Kinan


"dua minggu sayang dan akan ku pastikan aku akan menemani mu saat melahirkan nanti" bian mengelus perut besar istri kecilnya


Kinan tersenyum dan tatapan saling bertemu. sementara di balik pintu alina menguping sedari tadi. "kurang ajar... aku tidak akan membiarkan mu bahagia bersama suamiku.. aku akan menyingkirkan mu dari kehidupan mas bian. "batin alina di balik pintu dan berjalan kembali ke kamarnya.


"sekarang istirahat lah... jangan begadang kasihan bayi kita" kata bian menyelimuti Kinan


"mas kembalilah ke kamar mbak alina... takutnya dia nyariin kamu mas" titah Kinan


bian mengecup keniing Kinan. sebelum menutup pintu "aku mencintaimu sangat mencintaimu"Kata-kata itu yang bian ucapkan sebelum meninggalkan kamar Kinan.


ceklek…


bian membuka pintu kamar alina pelan.


"darimana kamu mas?!!" tanya alina berdiri didepan bian dengan melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


"dari luar "jawab bian


"dari kamar Kinan ?!! iya.. !!" bentak alina


"udah malem aku gak mau berdebat dengan mu" bian melewati alina dan naik keranjang menyelimuti tubuh dan membelakangi alina.


"apa sih istimewa nya dia ?!!!" alina bertanya dengan emosi


"aku udah bilang aku males debat dengan mu" jawab bian


"jawab aku !!"bentak alina


"kau ingin tau.... istimewa nya dia... dia tak pernah menuntut apapun dia juga tak pernah berkata kasar padaku. !!" puasss !!!" bian beranjak meninggalkan alina. ia keluar kamar dan memilih tidur di sofa ruang tengah.


alina pun menutup kasar pintu kamarnya. tak lama kemudian alina menyusul bian keruang tengah, Lagi-lagi menanyakan pertanyaan yang sama tapi kali ini bian Pura-pura tidur untuk menghindari pertanyaan alina yang membuatnya pusing.


melihat bian tidur alina kembali kekamar nya dan lagi dan lagi membanting pintu kamarnya.


lain hal nya dengan Kinan. tenggorokan nya terasa kering terpaksa ia harus kedapur untuk mengambil air minum. ketika hendak ke dapur di kegelapan ,mata nya melihat sosok yang ia kenal. Kinan mendekati dan benar saja sosok itu adalah suaminya. Kinan kembali ke kamarnya untuk mengambil selimut. Kinan menyelimuti tubuh suaminya dengan selimutnya. "aku sangat mencintaimu mas. kenapa aku merasa malam ini akan menjadi malam terakhir untuk kita" batin Kinan mengusap pipi suaminya.


Kinan melanjutkan niatnya untuk kedapur. bian merasa badan nya berasa hangat ia membuka mata. benar saja Kinan yang menyelimuti nya.

__ADS_1


"aku tak salah memilih mu sebagai istriku" ucap bian lirih dan memperhatikan Kinan dalam kegelapan malam.


__ADS_2