
setiap hari dika menemui kinan dan kiabi. dari sekedar mampir bahkan pura-pura lewat. tak bosan rasanya dika berjuang untuk mengapai cinta nya. sudah sebulan ini dika asyik bermain bersama kiabi. bahkan dika pun tak segan-segan membantu kinan jualan di warung nya.
"udah kak... kak dika jangan gini... aku tak enak kalau kak dika bantuin aku terus" kata kinan tak enak hati
"ki... aku beneran serius ma kamu, aku ingin jadi yang terbaik wat kamu" ucapan dika berusaha meyakinkan kinan.
"hemmm.... banyak gadis di luar sana yang ngejar -ngejar kak dika" kata kinan
"tapi aku gak menyukai nya"ucapan dika menanggapi perkataan kinan
"jadi gimana ki... jawaban nya???"tanya dika
"aku belum mikir kesitu kak" jawab kinan dengan tetap menyibukkan diri
"oh.. " dika terkejut dengan ucapan kinan.
"lagi pula kia masih kecil kak"sambung kinan
dika terdiam hatinya terasa remuk bagaimana tidak ternyata cinta nya bertepuk sebelah tangan.
raut muka nya berubah.
"ki... aku pamit ya... hari ini kelas ku masuk Sore " dika pamit dan berlalu pergi
"iya kak. Hati-hati"
berjalan dengan lesu. dika berharap kinan memberi jawaban yang membuat nya bahagia tapi malah jawaban yang membuat hatinya hancur.
sampai lah dika di rumah nya. menjatuhkan tubuhnya di kursi teras rumah nya.
"nak... kenapa muka mu begitu" tanya bu Ani
"gak apa-apa bu"jawab nya
__ADS_1
"gimana kinan. dia nerima kamu??"tanya bu Ani
dika menggelengkan kepala nya. bu Ani tau jawaban anak nya.
"jangan putus asa. jangan berhenti berjuang" bu Ani menyemangati dika
dika tersenyum dan memeluk ibu nya. "Terima kasih bu" ucap dika ketika memeluk sang ibu
semenjak kinan menolak dika. dika pun tak pernah datang lagi menemui kinan atau pun kiabi.
"non kinan.. kok udah seminggu ini nak dika gak maen kesini lagi??" tanya bik ira.
"sedang sibuk kali bik" jawab kinan
seketika kinan pun merasa kan kehilangan untuk yang kedua kalinya. "kenapa aku jadi pengen ketemu kak dika??" batin kinan
"lha kok non melamun... kangen yaaa??" ledek bik ira
"apa sih bik..... "kinan menyangkal
"aku gak pantes wat dika bik"jawab kinan dan meninggalkan bik ira di warung.
di kamar kinan menutup pintu dan menangis "aku gak bisa mencintai pria lain... selain mas bian.... maafin aku.... "
di tempat lain
bian sedang mencari berkas penting di rumah nya. tapi di caripun tak kunjung ketemu. "dimana ya... ??" kata bian berfikir sambil membongkar isi lemari di ruang kerjanya.
"cih.... apa tertinggal di rumah mami ya" kata bian dan langsung menyambar kunci mobil nya.
sampai lah di kediaman mami. semenjak bian pindah... mami pergi menemui suaminya yaitu papinya bian di London. rumah itu pun hanya di tempati para pelayan setia rumah tersebut.
"siang tuan, "sapa kepala pelayan di rumah itu
__ADS_1
"hem" jawab bian
"ada yang bisa saya bantu tuan??"tanya kepala pelayan tersebut.
"tidak... nanti saja"jawab bian menuju ruang kerja nya.
tapi tak ada. di ruang kamarnya pun tak ada. "apa mami yang menyimpan nya"gumam bian sambil berjalan menuju kamar sang mami.
di buka nya laci di samping ranjang tidur sang mami. ada sebuah map berisi berkas yang bian cari. ketika hendak menutup nya kembali bian melihat map lain di bawah map tadi. di ambil lah map kedua itu betapa kaget nya"akte cerai" di baca nya dengan seksama.tangan nya mengepal menahan emosi. air mata nya jatuh. ketika membaca surat cerai dan akte cerai atas nama dirinya.
"siapa yang melakukan ini padaku?? " bian meremas akte cerai itu.
"selama ini aku telah percaya dengan mereka. dan aku berburuk sangka dengan kinan"bian meremas rambutnya.
dengan emosi yang bergejolak. bian mengumpulkan semua pelayan.
"apa kalian tau apa yang terjadi waktu itu selama aku tidak ada di rumah???" tanya bian dengan nada tinggi setengah membentak. semua pelayan menunduk takut.
"jawab !!!" teriakan bian mengema di rumah itu
"tuan... maafkan kami. kami hanya di suruh nyonya besar untuk diam"kata mang ujang tukang kebun rumah itu
"jadi.... ???" tanya bian penasaran
"non kinan melahirkan malam itu. dan nyonya besar mengancam non kinan... kalau tidak mau menandatangani surat cerai itu. dan non kinan di usir dari rumah ini"jawab nya
"mami.... tega sekali" kata bian
bian pun buru-buru pulang untuk minta penjelasan alina tentang kejadian perginya kinan tujuh bulan yang lalu.
jangan lupa dukung terus ya karya ku ini
vote.... vote.... dan... vote.....
__ADS_1
maaf readers author nya tepar lagi...
jadi baru bisa up