
Dua minggu sudah Kinan menjalani hari-harinya bersama dengan dika. perlahan ingatan nya pun kembali.
Pagi itu kinan bangun dari tidurnya.... seakan ia mengingat sesuatu di tempat ia berada saat ini.
"kau sudah banguun... ?" tanya dika dengan membawa nampan berisi sarapan.
"ya... maaf merepotkan mu" jawab nya merasa tak enak melihat lelaki yang mengaku suaminya itu membawa kan sarapan.
"ini sarapan dulu" titah dika
"iya... aku mau ke kamar mandi dulu ya" kinan berlalu masuk kamar mandi.
Beberapa menit kemudian... kinan keluar dari kamar mandi. wajahnya terlihat sangat segar....
dika menepuk sofa di sebelah nya... kinan pun mendekat dan duduk.
"dika.... kak dika.... " panggil kinan
"iya sayang... "dika menoleh
"sudah tiga minggu aku tinggal bersama mu... tapi..... "kinan menguntungkan ucapan nya
"tapi apa?" tanya dika penasaran
"aku belum mengingat mu... maaf" ucap kinan dengan kepala menunduk dan meremas baju nya sendiri.
"emm... tidak apa-apa... jika kamu belum mengingat ku.... tapi percayalah aku tak pernah membohongi mu... " ucap dika meyakinkan kinan
"apa kau tak marah padaku ???"tanya kinan
__ADS_1
"tidak.... karena aku sangat mencintaimu " dika berkata sambil menggenggam tangan kinan
"emm... kalau tentang kia... aku... ingat... dia putri kecilku... "kinan berkata sambil tersenyum
"iya... benar kiabi mahendra adalah putri mu... putri kandung mu ki.... "ucap dika meyakinkan kinan
dika terus memandang kinan dengan mengulas senyum. meski dalam hati nya sedikit bersedih.
*****
sore ini dika pulang terlambat. seperti biasanya kinan tetap menunggu nya.
"nak... tidur lah biar bunda yang akan menunggu dika pulang" kata bunda dika
"tidak... bunda saja yang tidur dan istirahat kan seharian bunda capek jagain kia" tolak kinan
Akhirnya bunda dika pun membiarkan kinan menunggu kepulangan dika.
perasaan khawatir tiba-tiba muncul di hati kinan.
mondar mandir di ruang tamu, sesekali melihat luar rumah lewat jendela. dari duduk bangun tiduran di sofa itu yang kinan lakukan saat menunggu dika pulang.
mata yang semakin berat rasa kantuk yang mendera akhirnya kinan terpejam di atas sofa.
tak lama kemudian terdengar suara motor dika.
tok..
tok..
__ADS_1
tok
sontak kinan yang baru saja terpejam pun kaget mendengar ketukan pintu dari luar. di buka nya dan benar saja orang yang di tunggu akhirnya muncul di hadapan nya.
"kok belum tidur" itu Kata-kata yang pertama dika ucapkan
"aku gak bisa tidur kalau kamu tidak ada"jawab nya dengan nada manja
"tumben... kamu manja seperti ini?" dika heran dengan sikap kinan yang manja pada nya
"aku takut sendiri an di kamar"jawab nya
"sekarang tidur lah... aku sudah pulang" titah dika
"aku mau bersih-bersih dulu" lanjutnya
mereka pun memasuki kamar. kinan berjalan mendekati ranjang. sedangkan dika berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
entah mengapa kinan kini seakan bergantung pada dika. setelah selesai bersih-bersih dika keluar dengan berpakaian celana pendek dan kaos rumahan. "kok masih bengong?!" tanya dika mendapati kinan yang duduk di tepi ranjang.
"apa benar kau suamiku ??" tanya nya
dika tersenyum... "aku tidak akan memaksa mu mengingat ku... karena aku yakin suatu saat kau akan mengingat ku tanpa aku paksa... jadi jalani saja hari ini... selagi bersama ku" jawab dika dengan penuh kelembutan
Tiba-tiba malam itu hujan turun dengan deras nya... suara guntur dan petir terdengar menakutkan.. di tambah lagi lampu malam itu padam semakin membuat kinan ketakutan.
"aku takut" ucap kinan meraba keberadaan dika.
"aku disini. kamu jangan takut"dika memeluk menenangkan kinan dalam dekapan nya
__ADS_1
seketika kedua nya merasa kan sesuatu yang aneh dalam diri mereka. rasa nyaman itu yang kinan rasa.... rasa rindu yang dika rasa ketika mendekap istri tercinta nya.
Dan malam itu mereka tidur bersama dalam satu ranjang dengan posisi berpelukan...