
"kinan..... " bu Ani menepuk pelan pipi embem kinan. "ya Allah … nak.... dika coba kamu panggil dokter " bu Ani meminta dika
dika berlalu pergi keluar rumah segera memanggil seorang dokter yang tak lain adalah paman dika sendiri. setengah jam dika sudah sampai di rumah dan membawa sang dokter untuk memeriksa kinan.
"siapa dia mbak ???" tanya dokter tak lain adik kandung bu Ani
"ini kinan... anak nya alm bu lilis" jawab bu Ani. dokter hadi segera memeriksa keadaan kinan.
"gimana keadaan nya had ??" tanya bu Ani
"dia syok mbak... tapi jangan khawatir bentar lagi dia akan segera sadar... yang penting jangan membuat dia syok lagi.. "kata dokter hadi
tak lama kemudian kinan sadar dari pingsan nya.tergambar kesedihan kebingungan di raut wajah kinan. bu Ani mengantar dokter hadi kedepan. sementara kinan dan dika di sofa ruang tengah. kinan memutar bola matanya. dan dika sedari tadi memperhatikan wajah gadis incarannya jaman SMA waktu dulu.
"kamu udah sadar" kata dika membuka pembicaraan
"apa yang terjadi kak ??"tanya kinan bingung
"kamu pingsan ki... "jawab nya
kinan mencari jam dinding dengan menyapu ruangan itu dengan matanya. "ya ampun aku harus pulang"kinan beranjak dari berbaring nya hendak berdiri namun kaki nya lemas tak mampu menopang berat badan nya. dia pun hampir terjatuh tapi dengan sigap dika menahan nya.
"kak.. " suara kinan lirih
"aaa.... aaa... maaf" suara dika terbata melepas rengkuhan tangan nya.
__ADS_1
"aku ingin pulang kak" kata kinan menatap dika
"nanti aku antar... ini bentar lagi maghrib... orang hamil jangan di luar waktu maghrib gak baik" dika mencoba menahan kinan. cinta yang dulu sempat menghilang kini seakan muncul lagi di hati dika. tapi dika merasa kecewa melihat gadis pujaan nya telah berbadan dua.
"kak... ibu mana ??"tanya kinan membuyarkan lamunan dika
"ibu tadi keluar katanya ada urusan" jawab nya dengan tatapan yang tak lepas memandang wajah kinan.
"kakak kuliah apa udah kerja??" tanya kinan sambil meremas jari-jarinya .
"aku kuliah sambil kerja... oh iya aku dengar kamu keluar dari sekolah sebulan sebelum ujian, kenapa??" dika menjawab dan juga melayangkan pertanyaan yang membuat kinan mengingat ibu nya lagi.. tangisan pun terdengar lagi.
"maaf kinan kalau aku udah nyakitin kamu dengan pertanyaan ku. "dika meminta maaf
"lho kok pada diem.. dika ajak kinan makan malam kasih an dari tadi di anggurin" kata bu Ani
"ayo ki... kita makan dulu... abis makan entar aku anterin pulang dech" dika mengajak mengulurkan tangan nya untuk kinan
-
-
-
-
__ADS_1
-
-
-
kediaman mami
bian tertidur di sofa kamar alina. karena beberapa hari bian kurang tidur dan istirahat. dalam diam alina memandangi wajah suaminya yang selama seminggu ini menemani nya dan begitu perhatian pada nya.
tok…tok…tok…
pintu kamar alina di ketuk. "siapa?" tanya alina
"saya nyonya" suara bik narti
"ada apa bik??"tanya alina lagi
"makan malam sudah siap. tuan dan nyonya muda sudah di tunggu nyonya besar di meja makan " kata bik narti
"iya bik... bentar lagi saya dan tuan turun"jawab alina
bik narti kembali ke tempat nya. alina berjalan mendekati bian"mas.... " suara lembut alina
"hemm" jawab nya tanpa membuka mata
__ADS_1