
"Aauuu!! Dokter pelankan sentuhanmu! Ini sangat sakit tahu..." pekik Kania menangis sesegukan. Kakinya memar hingga bengkak... Kania tak henti memeluk sikut Willy hingga mencubit tangan Wily beberapa kali. Hingga Willy meringis ke sakitan.
"Sabar nona..." Pinta dokter.
"Sabar sabar... Sakit tahu dok... Hu hu hu" Tangis Kania sesegukan. Wily yang kasihan pun mulai memeluk pucuk kepala Kania dan mengusapnya lembut.
"Tak apa... Menangislah jika itu akan meringankan rasa sakitmu" Pinta Wily lembut. Kania terbelalak dan sadar jika pria di sampingnya itu bukanlah suaminya. Hingga ia pun menghindar dari dekapan Wily.
"Ah maafkan aku... Aku sudah lancang" Kania menjauhi Wily seketika itu.
"Nah sudah selesai" Ucap sng dokter.
"Apakah aku akan kembali normal? Apakah kakiku tidak patah?" tanya Kania bertubi tubi.
"Jangan khawtir.. Luka anda hanya memar... besok juga sudah baikan asalka minum obat secara teratur" Jelas Dokter.
"Begitu ya... Syukurlah" Kania sanang.
"Baiklah. jika kamu sudah baikan... Ayo kita ke ruangan sebelah... Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang yang ku ceritakan tadi" Jels Wily.
Kania mengangguk dan mereka pun mulai masuk ke ruangan sebelah... Kania di suguhkan suasana haru kala melihat seseorang terbaring lemah di ranjang pasien. Ia tampak tak berdaya tubuhnya berbelit dengan beberapa selang infus dan selang nutrisi di hidung pasien itu. Gadis malang yang begitu kurus juga pucat . Tampak seprti mayat yang sudah tak berharga lagi.
__ADS_1
"Siapa? Hiks..." Tak kuasa Kania saksikan hingga ia pun menangis tak mampu menahan tetesan basah itu.
"Dia cantik kan?" Tanya Wily menatap kania dengan senyumannya yang seprti biasanya.
"Nggh" Kania mengngguk seraya mengehempas bulitlr basah itu.
"Dia adalah gadis yang paling berharga di hidupku" Jelas Willy.
"Apakah dia pacarmu?" tanya Kania jujur.
Wily tersenyum "Dia adalah adikk kembarku... Sudah satu tahun dia terbaring di sini... Dokter bilang, sebenarnya dia sudah tak mungkin hidup lagi... Tapi, aku akan berusaha untuk tetap membuatnya kembali sadar... Aku akan berusaha lebih keras lagi" Jelas Willy begitu ambisius.
"Adik... Adikmu sungguh cantik. Sama seperti kakaknya yang begitu tampan dan rupawan" jelas Kania mendekati ranjang pasien itu.
"Eh... Kalau boleh tahu, siapa nama gadis ini?" Tanya Kania pada Willy.
"Namanya Emly... Ayo berkenalan..." Pinta Willy.
"Hai Emelly, aku Kania... Aku datang dari desa untuk seorang pria, tapi pria itu malah mengabaikan ku... Jadi karna aku sangat kesepian, bisakah kita berteman baik... Cepatlah sembuh. Aku aku sungguh ingin berteman denganmu..." Ucap Kania bersmaa doanya. Willy merasa curiga kala mendengar seorang pria.
Siapa itu. Bathin Willy...
__ADS_1
***
"Huh... Dia memang bukan wanita baik baik... Lihat saja akan ku kirimkan poto ini pada Papahku!' Umpat Hans menggerutu setalah mendapat kiriman pesan dari Richi yang memampangkan Kania yang begitu dekat dengan Wily.
Baru saja Hans hendak mengirim Photo Kania ke papa nya. Richi datang ngos ngosan "Tuan tuan!" Gaduh Richi
"Apa berisik! Tiba tiba datang dan bicara tak jelas" Gerutu Hans.
"Tuan. Nona Marsha ada di depan... Tapi nampaknya dia malah mengejar tuan Wily" Jelas Richi
Hans naik pitam dan mengabaikan niatnya mengirim poto istrinya ke papa nya.
"Apa? Mana mungkin!' Hans terperanjat dan lekas mencabuti selang infus yang memebelit tangannya itu dan lekas mencari Marsha.
Ia malah mengabaikan Richi yang saat itu ada di ruangan tersebut.
"Sial!" Peiknya lari tunggang langgang.
BLAM! Ia langsung menutup pintu kasar. Richi kepo dan mulai menghampiri ponsel tuannya. Berharap Hans akan cemburu.
Apakah tuan Hans sudah melihat poto istinta tadi ya? Bathin Richi.
__ADS_1
Namun saat poto itu terpampang jelas, Richi panik dan lekas menghampus poto tersebut dari ponsel Hans. Ia panik kala melihat potret Kania dan wily hendak di kirim ke papa Hans dengan tulisan pesan Pah uruslah perceraianku dengan Gadis desa ini. Baru beberapa hari tinggal di jakarta dia rupanya sudah gatal dan menggoda beberapa pria kaya. Jadi jangan pikirkan tentang ke bahagiaanku... Wanita macam apa menghianati suaminya begini. Isi pesan Hans untung belum di kirim